Home / Rumah Tangga / Tuan Dingin & Nyonya Luka / Melodi Luka di Balik Cinta

Share

Melodi Luka di Balik Cinta

Author: Borneng
last update Last Updated: 2025-12-03 17:30:22

Sore itu, di sebuah aula besar hotel tempat digelarnya ajang desain muda nasional, ketegangan antara Jifanya dan Bayu kembali memuncak. Di sela-sela riuh peserta yang menanti pengumuman, Jifanya berdiri dengan mata sembab, riasan wajahnya sudah luntur.

"Aku melakukan semua itu agar desainmu diterima!" Jifanya membela diri dengan nada yang sarat emosi.

"Dengan cara melakukan sesuatu yang berbahaya, Jifanya?" tanya Bayu, nadanya terdengar tajam meski matanya mengisyaratkan kekhawatiran.

"Aku tidak melakukan hal yang berbahaya!" bantah Jifanya cepat. Ia menjelaskan bahwa ia tidak memakai korset untuk mengecilkan perut, hanya memilih model pakaian yang menyamarkan bentuk tubuhnya. Bayu terdiam, hatinya mencelos melihat air mata Jifanya jatuh satu per satu.

“Baiklah, aku minta maaf.” Dengan pelan, ia menyodorkan sapu tangan dari saku celananya, mengusap sisa riasan yang mulai luntur.

“Kamu harusnya memujiku, bukan menekanku. Kamu tidak tahu bagaimana perjuanganku untuk tampil di sana. Liha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Aku Tak Pernah Pergi

    Pagi masih menyisakan sisa embun musim dingin. Di salah satu apartemen mewah di Roma, sinar matahari menyelinap malu-malu melalui tirai renda yang melambai pelan tertiup angin. Aroma kopi dan parfum mawar lembut berpadu dalam keheningan kamar tidur yang hangat.Jifanya baru saja terbangun. Rambut panjangnya tergerai acak, mata indahnya masih menyisakan kantuk. Ia tampak lelah, namun tetap menawan. Kecantikan itu seolah tak pernah luntur, bahkan semakin memesona seiring waktu.Hidup di antara keluarga bangsawan Turki membuat Jifanya harus menyesuaikan diri. Penampilannya kini selalu terlihat elegan dan muda. Tak sedikit yang mengira ia masih gadis dua puluhan. Padahal ia telah menjadi ibu dari seorang anak perempuan yang sebentar lagi berusia enam tahun.Ponselnya bergetar. Nama Aqila terpampang di layar.Dengan senyum mengembang, Jifanya menyentuh layar dan menjawab panggilan video itu lagi.“Mama! Apa aku bisa ikut dengan Papa?” suara Aqila yang ceria menyapa dari ujung layar.Jifany

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Lima Tahun Menunggumu

    Musim dingin menyelimuti kota tua Istanbul. Kabut tipis melayang di atas taman yang luas di kediaman keluarga Osmanoglu, tak jauh dari pusat kota tua. Salju yang turun sejak pagi membalut bunga-bunga musim gugur yang belum sepenuhnya gugur, meninggalkan kontras putih di atas merah dan jingga yang nyaris membeku. Di tengah hamparan itu, seorang gadis kecil berlari sambil tertawa riang.Dialah Aqila Fahira Yildiz, gadis kecil berwajah secantik boneka porselen, rambutnya hitam legam tergerai panjang, pipinya bersemu merah karena gigitan angin musim dingin. Ia cucu kesayangan di rumah megah itu. Putri dari Jifanya, wanita yang pernah jatuh dalam jurang luka, dan kini berdiri sebagai pribadi yang kuat dan tangguh.Aqila bermain dengan kakeknya, Emir Osmanoglu, pria paruh baya yang kini seakan menebus dosa masa lalunya dengan mencurahkan kasih tak terbatas kepada cucunya. Sementara itu, Jifanya duduk di balik kaca jendela besar ruang keluarga, matanya tak

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Pelukan Terakhir di Taman Kenangan

    Hari itu datang, seperti babak akhir dari sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Langit Jakarta mendung, awan kelabu menggantung di langit sore seolah turut merasakan beratnya hati Jifanya. Ia berdiri di depan cermin, mengenakan gaun sederhana berwarna biru muda. Wajah cantiknya tampak tegang, beberapa kali ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan badai dalam dadanya.Hari ini, ia akan bertemu dengan sosok yang selama ini menjadi bayangan gelap di hatinya, ayah kandungnya, Emir Yaslan Osmonoglu. Lelaki yang telah meninggalkannya dan ibunya tanpa jejak, meninggalkan luka yang bertahun-tahun ia coba sembuhkan sendiri.Di sisi lain, rumah keluarga Jifanya yang megah dan klasik mulai dipenuhi tamu-tamu penting. Termasuk keluarga Kenan yang untuk pertama kalinya datang secara resmi. Neha, sang ibu mertua yang dulunya sangat vokal merendahkan Jifanya, kini menunduk malu. Saat memasuki rumah yang megah bak istana, wajahnya pucat. Bahkan perhiasan yan

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Ternyata Seorang Putri

    Semua keluarga panik mencari Jifanya dan Bayu yang menghilang tanpa kabar. Mereka bahkan belum tahu kalau Jifanya sudah melahirkan. Rupanya Kenan menolak menandatanganin surat cerai Jifanya. Itu artinya Bayu berbohong dan membawa kabur Jifanya.Kakek Ali sangat takut Jifanya diculik orang. Itu sebabnya dia bertindak sangat jauh. Ia akhirnya menelepon keluarga Jifanya.Keesokan harinya , Bandara Internasional Juanda, SurabayaBeberapa saat kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah. Dua pria tinggi mengenakan setelan jas elegan turun. Kakek Ali dan Mustofa membungkuk dalam-dalam di hadapan mereka.“Kenan, cepa hormat,” bisik Mustofa menyenggol putranya. Walau bingung, Kenan ikut membungkuk. Ia merasa kecil, tak mengerti apa yang sedang terjadi.Percakapan pun berlangsung dalam bahasa Turki. Sorot mata Kenan tajam, namun penuh sesal. Ia tak pernah menyangka bahwa Jifanya yang dulu ia abaikan, yang pernah ia sakiti ternyata darah bangsawan.“Kenapa Anda menyembunyikan putri s

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Membawamu Pergi

    Pagi itu, Jipanya kembali masuk kantor karena Bayu menolak dia keluar dari pekerjaan, langit Jakarta tampak mendung, seolah ikut memantulkan perasaan Jifanya yang tengah keruh. Di dalam ruang kantor yang biasa riuh, Jifanya kini menjadi sosok yang sunyi. Jika dulu ia dikenal sebagai perempuan ceria yang mampu menghidupkan suasana, kini ia lebih banyak diam, menyembunyikan rasa kecewa dalam senyum tipis yang tidak sampai ke mata. Bayu, yang selama ini menjadi tempat curhatnya, pun merasa kehilangan sosok Jifanya yang dulu.Ia mencoba segala cara, mulai dari membelikan makanan favoritnya, hingga mentraktir seluruh karyawan hanya demi melihat senyum Jifanya kembali merekah. Namun hasilnya nihil. Jifanya hanya mengangguk, makan secukupnya, lalu kembali tenggelam dalam pekerjaan.“Jifanya,” ujar Bayu suatu sore ketika wanita itu masuk ke ruangannya sambil membawa berkas desain. “Pertengkaran suami-istri itu wajar. Apalagi kamu sebentar lagi akan melahirkan. Kamu butuh Kenan.”Jifanya mele

  • Tuan Dingin & Nyonya Luka   Di Antara Luka dan Cinta

    Senja mulai turun perlahan ketika Jifanya meninggalkan Kenan dengan wajah tanpa ekspresi. Hatinya remuk, namun ia tahu harus pergi. Ia tak membawa apapun, hanya dirinya dan luka yang semakin dalam. Ia melangkah ke rumah tua peninggalan orang tuanya, rumah kecil yang dulu penuh tawa dan kehangatan. Di sana, kenangan masa kecilnya kembali menyeruak, saat ayahnya masih ada, saat dunia terasa sederhana.Rumah itu sepi. Aroma kayu tua dan debu menyambutnya, namun Jifanya merasa damai. Ia duduk di lantai berdebu ruang tamu, memandangi foto usang ayah dan ibunya. Air matanya tumpah perlahan. Ia ingin sendiri, ingin diam, ingin menyatu dengan luka yang terlalu sesak untuk dipendam.Sementara itu, rumah keluarga besar geger. Tidak ada seorang pun yang tahu ke mana Jifanya pergi. Dila, yang biasanya tenang, panik bukan main. Dengan terpaksa, ia menghubungi Bayu, dan tanpa pikir panjang lelaki itu terbang kembali ke Indonesia. Di sisi lain, Pak Mustofa masih terbari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status