LOGIN“Sudah kuduga, dari awal membawamu menjemput Serena, aku tahu kalian pasti akan bersama.” Martin mengamati dua orang yang berada di hadapannya.Bela dan jason yang duduk berdampingan.Namun sayang cara duduk mereka masih sangat canggung, meski dibalik itu semua entah apa saja yang sudah mereka lakukan.Serena mendengus pelan. “Kenapa kau tidak menggandengnya? Coba gandeng di depanku.”Bela berdecak pelan. “Kenapa dengan tatapanmu hah! Kenapa kau galak sekali?” keluhnya.“Kenapa kau ingin melihatnya?” tanya Jason kemudian meraih lengan Bela dan memeluknya. “Seperti ini?”Serena semakin murung, karena ia tidak bisa sepenuhnya melepaskan Bela bersama Jason.Entah kenapa rasanya sangat sulit.Rasanya seperti sedang melepaskan anaknya pada seorang pria brengsek.Bela menyikut Jason namun kekasihnya itu tidak mau melepaskannya sama sekali.“Sabar-sabar…” Martin mengipasi wajah Serena dengan telapak tangannya.Serena mengusap perutnya pelan. Karena diam-diam berdoa agar anaknya tidak seperti
“Sayang,” panggil Martin di dalam mobil.Mereka sedang perjalanan pulang, tadi siang Serena menyuruhnya pergi namun Serena juga ingin dijemput Martin.Itulah kenapa mereka pulang bersama.“Maaf aku tidak bercerita,” ucap Serena kemudian.“Aku hanya tidak ingin menyeret kamu ke dalam masalahku. Karena aku pikir semuanya akan semakin rumit jika bertindak dalam masalah itu.”“Jadi apa yang sudah kamu lakukan?” tanya Serena menghadap suaminya.Ternyata istrinya itu belum sepenuhnya memaafkannya, karena yang dilakukan Serena sekarang adalah mencari tahu sekaligus menyelidiki.“Aku belum bertindak apapun tapi aku sudah memikirkan rencana supaya mereka tidak lagi mengganggu kamu.”“Jangan lakukan apapun,” ucap Serena.Martin meminggirkan mobilnya. Kemudian melepaskan sabuk pengamannya dan menatap istri tercintanya.“Sebagai suami dan calon ayah, aku berhak melakukan apapun untuk melindungi kalian,” ucap Martin dengan tegas.Dan Serena menyadari atmosfer yang berbeda.Martin bukan sekedar ora
“Kenapa?” tanya Serena dengan kebingungan.Martin lalu melepaskan pelukannya dan menyodorkan makanan yang ia bawa pada Miko yang tengah melihat mereka di ambang pintu.Miko segera menerimanya dan pergi ke dalam.Sedangkan Serena menoleh ke belakang dan gerakan mereka sungguh cepat.“Mulai sekarang aku akan melindungimu. Aku tidak akan membiarkan orang-orang itu menyerangmu dan membuatmu bersedih lagi.”Serena mengerjap pelan kemudian menatap suaminya dengan penuh waspada.“Siapa yang kamu maksud orang-orang itu?”“Tentu saja orang-orang yang berusaha merusak citramu dan mereka yang berusaha menjatuhkan usahamu. Mereka juga yang membuat karirmu berantakan,” ucap Martin menggebu-gebu dan melupakan satu hal penting.Istrinya pengacara dan Serena belum pernah bercerita apapun tentang hal itu.“Kamu diberitahu Bela?”“Hm—iya!” Balas Martin langsung dengan kedua bola mata yang melotot.Ada y
Beberapa hari yang lalu Serena sempat sedih karena kantornya semakin sepi. Dan itulah yang membuat Martin akhirnya turun tangan.Ia menyuruh orang untuk mempromosikan kantor hukum Serena.Tapi di sisi lain ia juga takut kalau istrinya terlalu sibuk apalagi sedang mengandung anak mereka.Martin tersenyum melihat pesan dari istrinya. [Hari ini aku kedatangan banyak klien]Martin segera membalas. [Jangan sampai kelelahan. Kalau begitu banyak rekrutlah pengacara lain][Aku sudah memikirkan hal itu dan aku sudah menyuruh Miko untuk membuat lowongan untuk pengacara di luar sana][Bagus, nanti aku ke sana][Tidak usah, kita bertemu sore saja sekalian pulang]Martin mengerucutkan bibirnya, padahal ia ingin sekali bertemu nanti siang.“Sir!”“Hah!” Martin mengerjap pelan karena Dariel sudah berada di hadapannya.“Ehehe..” Dariel tersenyum canggung, kemudian menunjuk dokumen yang berada di hadapan Martin.“Anda sudah melihatnya, Sir?” tanya Dariel.“Sudah.” Martin mendorong dokumen ke depan.“A
“Woaah!” Ava memeluk Serena ketika Serena masuk ke dalam kantor.“Aku ingin sekali datang dan makan enak di sana,” ucap Ava menyesal karena tidak bisa datang ke acara Benson.Serena menepuk pelan bahu Ava. “Sayang sekali, kalian melewatkan acara yang luar biasa.”Miko menggeleng pelan. “Seharusnya aku juga datang, tapi entah kenapa waktunya berdepatan dengan makan malam keluargaku. Dan aku bisa dipenggal jika melewatkan acara makan malam yang membosankan,” ujar Miko.“Kalian berdua sama saja, kalian benar-benar sibuk.” Serena kemudian meletakkan bungkus makanan di atas meja.“Aku traktir pagi ini, selamat menikmati,” ucapnya dengan begitu gembira.Serena duduk dengan santai, tidak ada yang membuatnya khawatir. Dan semuanya aman.Tetapi perasaan inilah yang membuatnya takut, jika air begitu tenang, takutnya badai tiba-tiba datang.Serena menghela napas pelan, mencoba untuk berpikir lebih positif lagi.Ji
“Kalian pergi dari sini!” ucap seseorang yang menggunakan seragam berwana biru.Sepertinya orang-orang dari pemerintahan.“Kenapa kami harus pergi dari sini?” balas Bela dengan mata yang melotot.Tidak terima diusir begitu saja padahal dirinya dan Jason baru sampai di taman ini.“Kalian pasti yang sering mesum di sini!” satu orang menunjuk Bela dan Jason bergantian.Kemudian berpandangan dengan temannya. “Sudah aku bilang, mengambil seluruh bangku di taman sangat bagus supaya tidak ada orang yang berani menggunakan taman ini untuk bercinta!”Bela mengusap rambutnya kasar. Kemudian berdiri. “Kenapa kalian menuduh kami? Apa kalian punya bukti?”“Lagipula kalian siapa sampai mengusir kami?” Bela semakin naik pitam dan mengabaikan es krimnya yang mulai mencair.Jason mememegangi Bela dari samping, ia takut Bela menghajar orang-orang ini.“Tadi kalian mau ciuman kan?” tanya kan petugas yang memiliki rambut botak.“Siapa?” tanya Bela mengerjap pelan kemudian melirik Jason. “Aku hanya ingin
Serena menunduk dan meremas tepian rok pendeknya. Tatapan intimidasi dari pria di hadapannya membuatnya menciut. Martin tidak berhenti menatapnya dengan wajah yang datar.Sampai Serena tidak tahan dengan situasi yang menyesakkan ini, akhirnya ia mendongak dan memasang senyum manisnya.“Maafkan aku,
Serena segera menangkap tangan Esther dan menghempaskannya. “Tahan dirimu karena ini urusan klienku dan suaminya.”“Ayo bicara di rumah dan jangan membuat keributan di sini. Aku masih bekerja begitu dengan Esther.” Dylan mencoba meraih tangan Raina, tapi langsung ditepis begitu saja.“Untuk apa aku
Beberapa jam yang lalu.“Saya tidak butuh pengacara yang pintar, tapi saya butuh pengacara yang gila,” ucap wanita yang duduk di hadapan Serena, tatapannya tajam dan bicaranya tegas.Namun Serena tidak bisa mencerna ucapan calon kliennya yang terakhir. “Gila? Menurut anda saya gila?”“Saya direkome
Serena mengerjap, ia tidak bisa menolak karena kejadiannya terlalu cepat. Tiba-tiba tangannya panas karena terkena susu yang tumpah. Ia baru saja mengeluh namun Martin sudah berada di hadapannya.Martin mengambil alih susu itu dan menaruhnya di nakas samping. Kemudian mengambil jemari Serena yang t







