Home / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 258. Pengepungan oleh Para Raksasa Kuno

Share

Bab 258. Pengepungan oleh Para Raksasa Kuno

last update publish date: 2026-03-17 08:32:13

Sementara itu Nathan masih terus bertarung melawan raksasa api di depannya.

Pertarungan itu memang terlihat seimbang, namun sebenarnya…

Nathan dengan kemampuannya sama sekali tidak mampu menggores tubuh raksasa api itu sedikit pun.

Nathan memikirkan perbedaan antara tubuh raksasa api kuno dengan Gandra dan bahkan Ranggan.

Setidaknya kedua raksasa yang pernah ia hadapi sebelumnya tidak sekuat makhluk di depannya sekarang.

Saat pertarungan sengit masih berlangsung, tiba-tiba tujuh hingga del
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 263. Ketetapan Takdir

    Ruang batu yang luas itu dipenuhi aura gelap yang menekan. Dindingnya dipenuhi ukiran kuno yang memancarkan energi asing, seolah menyimpan sejarah panjang yang penuh darah. Di tengah ruangan, tubuh Rania terbaring tak berdaya. Segel energi membungkus seluruh tubuhnya seperti rantai tak kasat mata, mengunci setiap aliran kekuatan di dalam dirinya. Aura Raja Suci tahap awal yang ia miliki sama sekali tidak bisa digunakan. Di hadapannya, seorang pria berdiri dengan tangan di belakang punggungnya. Tatapannya tajam dan dingin, seperti ular yang sedang mengamati mangsanya. Nara Aolong. Di sampingnya, Raka berdiri dengan ekspresi tenang, seolah semua ini hanyalah bagian dari rencana yang telah ia perhitungkan sejak awal. “Jadi ini gadis naga yang kau maksud?” Suara Nara rendah, namun membawa tekanan yang membuat udara di sekitarnya terasa berat. Tatapannya jatuh pada tubuh Rania."Iya Ayah." Beberapa saat Nara hanya diam, mengamati Rania tanpa berkedip. Lalu perlahan, alisnya men

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 262. Waktu Tidak Menunggu Siapapun

    Cahaya keemasan masih menyelimuti altar. Tenang. Hangat. Namun di tengah ketenangan itu… Waktu terasa berjalan sangat lambat. Nathan masih belum terbangun. Tubuhnya tetap terbaring di atas ranjang emas. Napasnya lemah. Namun stabil. Di sampingnya… Ravina tidak pernah menjauh. Sejak kesadarannya kembali… Ia terus berada di sana. Menjaga. Merawat. Dengan tangannya sendiri, ia membersihkan darah yang mengering di tubuh Nathan. Air hangat ia usapkan perlahan, hati-hati, seolah takut melukai pria itu lebih jauh. “Kapan kau akan bangun?” Bisiknya lirih, meski Nathan tidak bisa mendengar. Ia mengganti kain di tubuh Nathan, merapikan rambutnya, lalu menatap wajah pria itu lama. Seolah mencoba menghafal setiap detail. Kadang… Ia hanya duduk diam. Menggenggam tangan Nathan. Menempelkan pipinya di atas punggung tangan itu. “Aku di sini…” “Aku tidak akan pergi lagi…” Hari berlalu tanpa ia sadari. Ia tidak merasa lelah. Tidak merasa bosan. Karena untuk pertama kalinya

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 261. Kegelisahan dan Firasat Buruk Semua Orang

    Cahaya keemasan memenuhi seluruh ruangan. Suasana di dalam altar itu tenang. Terlalu tenang. Di atas ranjang emas… Nathan masih terbaring tanpa kesadaran. Napasnya lemah. Hampir tak terasa. Luka di tubuhnya masih terlihat jelas. Namun perlahan… Cahaya di ruangan itu seolah meresap ke dalam tubuhnya. Menghangatkan. Menjaga. Di sampingnya… Ravina duduk diam. Tangannya menggenggam erat tangan Nathan. Sejak tadi… Ia tidak melepaskannya sedikit pun. Tatapannya tertuju pada wajah pria itu. Pucat. Diam. Tanpa respon. Namun kali ini… Ia tidak lagi panik seperti sebelumnya. Ia hanya diam. Menunggu. Dengan tekad yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. “Suamiku…” Suaranya lirih. Hampir seperti bisikan. “Aku di sini…” Ia menunduk perlahan. Menempelkan keningnya pada tangan Nathan. Air matanya masih jatuh. Namun tidak lagi penuh kepanikan. Melainkan… Kesabaran. Dan keyakinan. “Aku akan menunggumu bangun…” “Selama apa pun itu…” Cahaya keemasan berdenyut pelan.

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 260. Pria Tua Misterius

    Pria tua itu menatap Ravina dengan sorot mata yang dalam. "Jika kau benar-benar bersedia mengorbankan dirimu… maka aku akan memberimu kesempatan." Tangannya bergerak ringan. Sebuah tirai cahaya perlahan terbuka di hadapan Ravina. Cahaya itu berpendar lembut, namun terasa begitu dalam, seolah menyimpan sesuatu yang tak terjangkau oleh akal. "Masuklah." "Itu adalah pintu pengorbanan." "Jika kau benar-benar tulus… dan bersedia mengorbankan jiwamu, maka suamimu akan bangun." Ravina terdiam. Tatapannya bergetar. Keraguan sempat muncul di hatinya. Namun pria tua itu tiba-tiba tertawa kecil. "Hoho… kau pikir aku akan menipumu?" Ia menatap Ravina dengan santai. "Dengan kekuatanku, jika aku ingin membunuhmu, itu hanya soal satu jentikan jari." Ravina terdiam. Pikirannya berputar cepat. Ia tahu... Apa yang dikatakan pria tua itu benar. Jika pria itu berniat jahat, bahkan jika Nathan berada di kondisi puncaknya sekalipun… Mereka tetap tidak akan mampu melawannya. Namun... R

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 259. Penyesalan Ravina

    Tubuh Nathan meluncur cepat ke dalam jurang yang gelap dan seolah tak berdasar. Angin dingin mengiris kulitnya. Namun ia sudah tidak merasakannya lagi. Kesadarannya perlahan memudar. Dunia di sekelilingnya berubah menjadi gelap. Sunyi. Kosong. ... Di dalam ruang kesadarannya... Ravina tetap berdiri diam. Ia masih merajuk pada Nathan setelah perdebatan mereka sebelumnya tentang Raka. Namun sekarang... Tatapannya bergetar saat merasakan kondisi Nathan yang semakin melemah. Untuk pertama kalinya... Ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ketakutan. Namun bukan karena musuh. Melainkan karena kehilangan. Bayangan percakapannya dengan Nathan sebelumnya terlintas di benaknya. Ia memilih mempercayai Raka. Ia meragukan Nathan. Ia bahkan membantahnya. Dan sekarang... Nathan berada di ambang kematian. Karena dirinya. Tubuh Ravina bergetar. "Tidak..." Suaranya pelan. Penuh penyesalan. Ia menatap ke arah kegelapan di h

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 258. Pengepungan oleh Para Raksasa Kuno

    Sementara itu Nathan masih terus bertarung melawan raksasa api di depannya. Pertarungan itu memang terlihat seimbang, namun sebenarnya… Nathan dengan kemampuannya sama sekali tidak mampu menggores tubuh raksasa api itu sedikit pun. Nathan memikirkan perbedaan antara tubuh raksasa api kuno dengan Gandra dan bahkan Ranggan. Setidaknya kedua raksasa yang pernah ia hadapi sebelumnya tidak sekuat makhluk di depannya sekarang. Saat pertarungan sengit masih berlangsung, tiba-tiba tujuh hingga delapan sosok lain muncul dan langsung mengelilingi medan pertempuran itu. Mereka semua adalah anggota klan raksasa kuno. Setidaknya masing-masing berada di tingkat Raja Raksasa dua bintang, yang setara dengan kultivator Alam Kaisar Suci tahap menengah. Dan yang terkuat berada di Raja Raksasa tiga bintang. Nathan langsung merasakan tekanan yang sangat berat dari mereka semua. Satu raksasa api saja sudah sekuat Raka, dan tubuhnya bahkan tidak bisa dilukai. Sekarang bertambah tujuh raksasa lain

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 27. Balasan Untuk Orang yang Berani Menyentuh Keluargaku Hanyalah Kehancuran

    Semua orang yang hadir di situ terbelalak kaget, mendengarkan ucapan Nathan yang begitu berani, seolah-olah sengaja memprovokasi Big Bear. Sementara Big Bear justru bertindak dengan sangat santai. “Anak muda, aku akui keberanianmu sungguh sangat menakjubkan, sayang sekali kau bermain-main dengan o

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 23. Pria yang Punya Kemampuan Tidak Beradu Mulut

    Suara Nathan terdengar jelas di telinga semua orang. Para pengunjung yang duduk di empat meja lain tetap melanjutkan makan mereka, berpura-pura tidak mendengar apa pun, namun sebenarnya mereka sedang bersiap melihat tontonan yang menarik. Billy menyeringai, dia merasa sikap saudara barunya ini

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 28. Sebenarnya Aku Sudah Menahan Diri, Hanya Saja Kau Memang Terlalu Lemah

    Nathan masih maju dengan santai, dia menatap dengan senyum misterius ke arah Big Bear. “Sebelum pertarungan dimulai, aku punya satu pertanyaan lagi,” ujar Nathan sambil meregangkan tubuhnya. “Jika kau adalah Big Bear yang asli, kau pasti mengenal seorang bernama Wild Tiger Marco.” Mendengar per

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 19. Gadis Bertopeng Perak yang Terluka

    Nathan memang sengaja menggoda Alana, agar Alana lupa pada kecurigaannya dan tidak mengungkitnya lagi selama perjalanan. Dia memang berjanji menceritakan semua yang ingin Alana ketahui, tapi itu nanti, bukan sekarang. Nathan hanya tertawa geli melihat Alana yang saat ini sedang sangat kesal. Sifat

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status