Share

BAB 53

Author: Rainina
last update publish date: 2026-06-10 15:31:12

"Ini berkas perkara untuk pertemuan siang nanti, Tuan Spencer," ucap Olivia, meletakkan sebuah map tepat di atas meja kerja pria itu. "Saya juga sudah menyesuaikan jadwal Anda untuk minggu depan."

"Ya, tinggalkan saja di situ," tanggap Nicholas dingin. Pria itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitor.

"Lalu, untuk pertemuan dengan perwakilan klien besok, apa anda ingin saya ikut menyiapkan…"

"Tidak perlu. Aku akan mengurusnya sendiri," potong Nicholas cepat. Nada suaranya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 113

    Daniel melepaskan mantelnya dan menggantungkannya di punggung sofa. Aroma mentega dan kayu manis dari kotak kue yang baru dibukanya langsung memenuhi ruangan kecil itu, mengalahkan uap teh milik Diana."Kau sengaja memborong separuh toko roti atau bagaimana?" tegur Emily seraya menerima piring kecil yang disodorkan pria itu."Sebagai ganti rugi karena aku baru bisa mampir menjengukmu hari ini," jawab Daniel santai. Ia ikut duduk melipat kaki di atas karpet. "Untung Diana sudah memberikan alamat ini sejak hari pertama kau pindah. Kalau tidak, aku sungguh sudah menyewa detektif swasta untuk melacakmu.""Jangan menatapku begitu, Em," sela Diana cepat, mengangkat bahu tanpa dosa sebelum Emily sempat protes. "Pria ini meneror ponselku setiap jam. Dia mengancam akan terus melakukannya kalau aku tidak membocorkannya."Daniel mendengus pelan, tidak membantah tuduhan itu. "Dua hari nomormu mati total, Em. Wajar kan kalau aku panik?""Aku sengaja mematikan semuanya," jawab Emily, senyum tipis

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 112

    Begitu sosok Daniel menghilang di balik pintu lift, Nicholas menjatuhkan kembali tubuhnya ke atas kursi. Pria itu memijat pangkal hidungnya dengan keras, mencoba mengusir denyut nyeri yang terasa mau membelah tengkoraknya.Tidak.Nicholas menahan napasnya yang terasa panas. Tidak mungkin Daniel yang menyembunyikannya, kan?"Tuan Spencer?" panggil Arthur kaku. "Apa perlu saya mengerahkan tim untuk menyisir aset properti milik Tuan Daniel?""Jangan sentuh Daniel," potong Nicholas cepat. Suaranya terdengar luar biasa serak dan berat."Tapi nada bicara Tuan Daniel tadi sangat mencurigakan…""Aku tidak bisa mempertaruhkannya dengan bersikap terang-terangan, Arthur," desis Nicholas, menatap kosong ke atas meja marmer. Rahangnya bergemeretak menahan marah. "Jika kita menyelidikinya, itu sama saja dengan mengumumkan padanya bahwa aku kehilangan kendali atas rumah tanggaku sendiri."Nicholas memejamkan mata, membiarkan firasat buruk yang luar biasa gelap merayap menguasai dadanya."Daniel itu

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 111

    Ruang rapat di Firma Spencer dipenuhi oleh hembusan napas lega yang tidak disembunyikan dari tim legal Daniel. Di layar proyektor, draf putusan pencabutan perkara terpampang dengan jelas."Pihak tergugat mengakui perbuatan mereka, Tuan," lapor Andrew dengan senyum mengembang, menata tumpukan berkas di hadapannya. "Mereka mundur sebelum hakim mengetuk palu. Anda menang mutlak."Daniel menghembuskan napas panjang, bersandar ke punggung kursi sambil mengusap wajahnya yang tegang. "Luar biasa. Jumlah fantastis untuk menyewa kalian sama sekali tidak sia-sia."Begitu Andrew dan timnya menunduk pamit dan keluar menutup pintu kaca, Daniel tidak langsung berdiri. Ia meregangkan bahunya sejenak, lalu menatap Nicholas yang duduk di ujung meja dengan postur kaku."Terima kasih, Nicholas," ucap Daniel tulus sambil memasukkan tabletnya ke dalam tas."Itu pekerjaanku," jawab Nicholas datar, mengunci ponsel di tangannya. Jas mahalnya tak berlipat sedikit pun, namun ekspresi wajahnya terlihat begitu k

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 110

    Mata Emily terbuka lebar. Ia tersentak bangun dengan napas memburu, menatap langit-langit kamar apartemennya yang remang-remang. Keringat dingin membasahi pelipisnya."Mimpi... apa itu tadi?" gumamnya serak. Suaranya terdengar bergetar di tengah keheningan.Ia memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri. Ingatan masa lalu? Tapi itu sama sekali tidak masuk akal. Sejak ia terbangun dalam tubuh ini, ia mewarisi seluruh memori Emily yang asli tanpa celah sedikit pun. Ia tahu warna kesukaannya, rasa sakit hatinya, rutinitasnya, semuanya. Lalu kenapa penggalan memori di ruang kerja tadi terasa begitu asing?"Menjebak? Siapa yang menjebak siapa?" Emily berbicara pada dirinya sendiri, mencoba mengurai benang kusut di kepalanya. "Kenapa Nicholas semarah itu?"Namun, semakin keras ia berusaha mengingat, kepalanya justru terasa semakin sakit. Emily menghembuskan napas panjang, lalu menyibakkan selimutnya."Lupakan saja," ucapnya pada dinding kamar yang sepi, mematikan segala bentuk keraguan. Apapu

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 109

    Cahaya sore yang hangat menyinari sudut kamar apartemen kecil itu. Tempat ini jauh lebih sempit dan sederhana dibandingkan kamarnya di kediaman Spencer, namun Emily menyukainya. Ia merasa begitu aman di tempat sederhana ini. Setidaknya, sampai ponsel di atas nakasnya bergetar menampilkan nama Robert."Halo, Tuan Robert? Bagaimana perkembangannya?" sapa Emily langsung begitu mengangkat panggilan.Namun, tidak ada jawaban bersemangat dari seberang sana. Yang terdengar hanyalah helaan napas berat, diikuti oleh getaran kaku dalam suara sang pengacara senior."Nyonya Emily..." Robert memulai dengan intonasi yang luar biasa hati-hati. "Tuan Spencer... baru saja mendatangi kantor saya secara langsung."Senyum di bibir Emily seketika luntur. Punggungnya mendadak tegak. "Nicholas? Dia mendatangi Anda?""Benar, Nyonya," jawab Robert, suaranya terdengar sedikit serak dan gelisah. "Dan saya harus menyampaikan kabar buruk. Konstruksi hukum yang kita bangun... patah. Tuan Spencer datang membawa b

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 108

    Keesokan paginya, Nicholas datang ke kantor Firma Hukum Robert & Partners, sebuah firma hukum keluarga yang ukurannya jauh lebih kecil dari miliknya.Tanpa perlu menunggu diumumkan, Nicholas langsung melangkah menuju ruangan Robert dan duduk di seberang meja pria paruh baya itu dengan postur luar biasa dominan."Tuan Spencer," sapa Robert berusaha menjaga suaranya tetap tenang, meski ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. "Saya tidak menduga Anda akan datang secara langsung."Nicholas tidak berbasa-basi. Ia meletakkan sebuah tablet tipis di atas meja dan mendorongnya ke hadapan Robert."Aku sudah membaca dasar tuntuan dalam draf gugatan klienmu, Robert," buka Nicholas. "Dia mencantumkan dalil perselingkuhan sebagai landasan utama perceraian. Dan aku tahu persis dua peristiwa yang coba dia jadikan senjata."Robert menelan ludah. Ia tahu betul reputasi monster hukum di depannya ini."Poin pertama," lanjut Nicholas, mengetuk layar tablet tersebut. "Insiden di kelab malam. Klienmu me

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 70

    Emily menunduk, memainkan jemarinya yang terasa dingin di ruang tunggu rumah sakit yang sepi.Perasaan khawatir dan rasa sedih yang mendalam di hatinya, yang ia kira absen dari emosi Emily yang asli, kini perlahan

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 69

    Emily berdiri kaku di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya yang sudah mengenakan pakaian kerja. Raut keraguan tercetak jelas di wajahnya yang sedikit pucat."Apa benar tidak masalah aku masuk bekerja lagi hari i

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 68

    "Tidak, Ibu. Aku kan sudah bilang aku tidak berbohong."Emily baru terbangun ketika ia mendengar suara Nicholas setengah berbisik, jelas berusaha keras agar tidak membangunkannya.

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 66

    Emily membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu, tapi ia menutupnya lagi.Sejujurnya, pikiran tentang perceraian sama sekali tidak melintas di kepala Emily hari ini. Emosinya sedang memuncak murni karena masalah di kan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status