Beranda / Urban / Tukang Pijat Tampan / Di Tempat Karaoke

Share

Di Tempat Karaoke

Penulis: Black Jack
last update Terakhir Diperbarui: 2025-05-13 11:03:58

Pria itu mengangguk dan berbisik sesuatu ke alat komunikasi di pergelangan tangannya. Adit mengikuti Renata dalam diam, pikirannya mulai dipenuhi kekhawatiran. Ia tidak membayangkan malam kencannya akan berakhir dalam situasi konfrontasi dengan oknum aparat bersenjata.

Mereka melewati lorong-lorong yang dihiasi lampu redup kemerahan dan lukisan-lukisan abstrak yang menggoda. Suara musik dan tawa sayup-sayup terdengar dari ruangan-ruangan pribadi yang mereka lewati, menandakan bahwa bisnis terus berjalan seperti biasa meskipun di bagian lain gedung sedang terjadi masalah.

Ketika tiba di lantai tiga, Renata berhenti di depan sebuah pintu ganda berwarna hitam. Ia menoleh pada Adit.

"Dengar," ucapnya pelan, "apapun yang terjadi di dalam, biarkan aku yang bicara. Jangan terpancing, oke?"

Adit mengangguk, meskipun ia merasakan adrenalin mulai mengalir deras di pembuluh darahnya.

Renata mendorong pintu itu terbuka, dan mereka disambut oleh ketegangan yang nyaris bisa disentuh. Ruangan itu cu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
andi_kuswandi.78
bagus, sekali ceritanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tukang Pijat Tampan   Clara Maksa Ketemu

    Adit tahu, ia sendiri adalah seorang bajingan yang tak setia, yang diam-diam telah meniduri banyak perempuan lain tanpa sepengetahuan Larasati.Dulu mungkin ia merasa tak pantas menjadi pasangan Larasati. Perbedaan status sangat jauh. Tapi kini, setelah menjadi artis, setelah terkenal dan punya banyak penghasilan, Adit merasa layak dan ia sungguh ingin menjaga Larasati. Ia tahu, semua pencapaiannya itu berawal dari pertemuannya dengan Larasati.Jadi, Adir merasa emosional saat ia mendengar ucapan Laras."Itu nggak akan pernah terjadi," kata Adit sambil menghapus air mata Larasati dengan ibu jarinya. "Kita sudah terikat jiwa dan raga. Kita tak bisa menyangkal hal itu. Ikuti saranku, nggak usah buka sosmed. Jauhkan Hpmu. Cari kegiatan lain… masak kek. Enak nggak enak, pasti juga aku makan!”Larasati tertawa kecil di antara tangisnya; tawa yang campur dengan isak. "Kamu yakin?" ujarnya. Ia agak malu. Soal memasak ia memang payah."Sangat yakin."“Kalau mengerikan kayak kapan itu? Gosong?

  • Tukang Pijat Tampan   Menenangkan Larasati

    Pagi itu, Adit mengendarai mobilbarunya Vera menuju ke rumah Nenek Delima; sebuah area yang lebih tenang dan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, tempat di mana rumah-rumah tua dengan arsitektur klasik Belanda masih berdiri kokoh dengan taman yang rimbun dan jalanan yang teduh.Vera meminjamkan mobilnya tanpa banyak pertanyaan; ia tahu Adit butuh untuk menemui Larasati yang sedang dalam kondisi mental yang rapuh setelah kejadian viral semalam. Dan pagi ini, Vera memilih tinggal di rumah Adit, mengerjakan berbagai hal administratif yang menumpuk: membalas email dari brand yang menawarkan endorsement, menyusun jadwal untuk minggu-minggu ke depan, dan berkoordinasi dengan tim media sosial yang baru saja mereka rekrut untuk mengelola akun-akun Adit.Perjalanan memakan waktu sekitar empat puluh menit dengan lalu lintas pagi yang padat. Adit menyalakan musik instrumental yang menenangkan di sound system mobil, mencoba menjernihkan pikirannya sendiri sebelum bertemu Larasati. Ia tahu pacarnya s

  • Tukang Pijat Tampan   Clara Selalu Dapat Yang Ia Mau

    Tidak banyak orang yang tahu siapa Clara sebenarnya; siapa di balik persona publik yang anggun, profesional, dan humble itu.Di mata publik, Clara adalah aktris muda yang sukses besar lewat kerja keras dan bakat alami. Ia sudah membintangi lebih dari lima belas film dalam enam tahun karirnya, memenangkan berbagai penghargaan bergengsi, menjadi brand ambassador untuk puluhan brand internasional, dan memiliki fanbase yang fanatik.Tapi di balik Clara, tersembunyi tokoh-tokoh besar yang sangat powerful; tokoh-tokoh yang tidak pernah muncul di media, yang beroperasi di balik layar, yang mengontrol banyak hal di negara ini.Ayahnya, Gregorius Santoso, adalah salah satu konglomerat terkaya di Indonesia dengan bisnis yang membentang dari properti, perbankan, telekomunikasi, hingga media. Namanya tidak pernah masuk daftar orang terkaya versi Forbes atau majalah bisnis lainnya; bukan karena ia tidak cukup kaya, tapi karena ia dengan sengaja menjaga profil rendah dan memiliki cukup pengaruh unt

  • Tukang Pijat Tampan   Larasati Dan Clara Dibanding-Bandingkan

    Keesokan harinya, dunia Larasati berubah total; berubah dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan, tidak pernah ia inginkan.Ia terbangun pagi dengan ponsel yang terus berbunyi tanpa henti. Notifikasi Instagram, Twitter, WhatsApp, bahkan SMS dari nomor-nomor yang tidak ia kenal, semuanya masuk secara bersamaan sampai ponselnya hampir hang karena tidak sanggup memproses semuanya.Dengan mata yang masih mengantuk dan bingung, Larasati membuka Instagram-nya. Dulu dia memang salebgram. Ia masih ingat berapa followernya dan ia sudah tidak aktif. Bahkan ia memprivate akun itu. Kini, followers-nya yang kemarin masih sekitar satu jutaan, kini meledak menjadi empat jutaan karena mereka kepo dan harus follow dulu untuk bisa melihat semua postingan Larasati. Angka itu membuat Larasati kaget. Dan angka itu terus naik setiap kali ia refresh."Apa yang terjadi?" gumamnya sambil duduk di tepi tempat tidur, jantung mulai berdebar dengan perasaan tidak enak.Ia membuka tab pencarian dan mengetik nama

  • Tukang Pijat Tampan   Menonton Diri Sendiri

    Vera berjalan di belakang dengan postur yang protective, mata tajam mengawasi sekitar, siap untuk intervene jika ada yang mencoba nekat terobos pembatas.Mereka berjalan di red carpet pendek itu, hanya sekitar dua puluh meter, dengan bodyguard mengapit dari kiri dan kanan. Media massa yang posisi di sisi red carpet langsung meneriakkan pertanyaan."Adit! Adit! Gimana perasaan lo malam ini?""Adit, film udah sold out di mana-mana, ada komentar?""Adit, cewek di samping lo siapa? Pacar?"Adit berhenti sejenak di depan kamera TV, menghadap reporter dengan senyum yang ramah. "Perasaan malam ini? Luar biasa. Nervous tapi juga excited banget. Makasih buat semua yang udah support film ini. Kalian yang bikin ini semua terjadi.""Dan cewek di samping lo?" tanya reporter itu lagi sambil mengarahkan mic ke arah Larasati yang langsung tersipu."Ini orang yang sangat penting di hidup aku. Dia support aku dari awal," jawab Adit dengan diplomatis; tidak bilang pacar, tapi juga tidak bilang hanya tem

  • Tukang Pijat Tampan   Siapa Cewek Di Sebelah Adit?

    Pukul setengah tujuh, mobil Vera parkir di basement mall dengan akses khusus yang sudah diatur panitia agar Adit tidak perlu melewati kerumunan fans di pintu utama. Di dalam mobil, selain Vera yang menyetir, ada Adit di kursi tengah berpakaian sangat rapi, jas hitam dengan kemeja putih tanpa dasi untuk kesan formal tapi tidak kaku, celana bahan hitam yang pas, dan sepatu kulit hitam yang mengkilap. Rambutnya ditata dengan gel dengan model swept back yang membuat wajahnya terlihat lebih dewasa dan charismatic.Dan di sampingnya, duduk Larasati dengan dress cocktail berwarna navy blue yang elegan, rambut disanggul rapi, makeup yang tidak terlalu tebal tapi membuat wajahnya glowing. Ia tampak nervous; ini pertama kalinya ia akan muncul di depan publik sebagai... well, sebagai apa? Pacar Adit? Teman? Asisten? Hubungan mereka belum pernah diumumkan secara resmi."Kamu okay, sayang?" tanya Adit sambil menggenggam tangan Larasati yang terasa dingin dan sedikit gemetar."Nervous. Sangat nervo

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status