共有

Syuting Selesai

作者: Black Jack
last update 公開日: 2025-12-27 20:05:47

Waktu terus berjalan dengan ritme yang cepat. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan proses syuting pun mengalir dengan luar biasa lancar; jauh lebih lancar dari yang pernah dibayangkan oleh siapapun di tim produksi. Adegan-adegan laga yang biasanya menjadi momok menakutkan dalam setiap produksi film action, yang banyak makan waktu lama, banyak kesalahan, risiko cedera tinggi, serta sulit diprediksi kapan selesainya, kini bisa dilakukan dengan sangat mudah dan hasilnya selalu mengagumk
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Tukang Pijat Tampan   Tawaran Menginap Di Studio

    Di sela-sela jeda pengambilan gambar yang melelahkan, Bu Ria menghampiri Adit yang masih terduduk di kursi riasnya.Bu Ria adalah tipe produser yang seolah mengharamkan kursi bagi dirinya sendiri; ia tidak pernah terlihat duduk, selalu berdiri, dan selalu bergerak.Tangannya tak pernah kosong, selalu ada naskah yang dibaca, ponsel untuk mengetik pesan, atau berkas yang ia tandatangani bahkan sambil bicara dengan orang lain.Perempuan berusia lima puluh tahun itu memiliki ciri khas kacamata yang selalu bertengger sedikit miring di hidungnya, serta suara mantap yang sanggup memenuhi ruangan tanpa perlu sedikit pun ditinggikan."Adit," katanya, "Kami sudah berdiskusi, aku, Pak Teguh, dan beberapa orang di tim inti." Bu Ria sedikit merendahkan suaranya. Bukan karena ada rahasia besar, tapi instingnya sebagai orang lapangan mengatakan bahwa percakapan sensitif ini tak perlu menjadi konsumsi seluruh orang di studio. "Kami ingin menawarkan sesuatu."Adit hanya diam menunggu, menatap pantulan

  • Tukang Pijat Tampan   Akting Clara Keren

    Clara datang tanpa banyak kata pendahuluan. Kedua tangannya melingkar di bahu Adit sebelum jarak di antara mereka sempat ditutup sepenuhnya, dan pelukan itu bukan pelukan basa-basi yang singkat dan sopan. Pelukan itu adalah pelukan yang mengandung sesuatu yang sudah disimpan selama beberapa hari terakhir dan baru sekarang menemukan tempatnya untuk diletakkan.Adit tidak kaku. Ia membalasnya dengan satu tangan yang menepuk punggung Clara pelan, cara yang tidak berlebihan, tapi juga tidak dingin.Beberapa detik berlalu.Clara mundur, memandang Adit dari jarak dekat dengan ekspresi yang tidak sepenuhnya bisa disebut bahagia tapi juga jauh sekali dari sedih. "Akhirnya…" katanya. Hanya satu kata, tapi diucapkan dengan nada seseorang yang bermaksud mengatakan jauh lebih banyak dari dua kata dan memilih bahwa dua kata itu sudah cukup mewakili semuanya.Clara melirik sekilas ke arah Vera yang berdiri dua langkah di belakang dengan gelas kopi yang baru saja ia ambil dari asisten produksi, lalu

  • Tukang Pijat Tampan   Kembali Syuting

    Pagi itu menyusup masuk melalui celah-celah gorden dengan cara yang asing, hampir-hampir terasa janggal bagi indra pendengaran Adit. Biasanya, harinya dimulai dengan hiruk-pikuk yang kaku; suara statis dari radio panggil yang saling bersahutan di depan dan samping bangunan utama.Pagi itu sudah terasa sunyi. Satu-satunya yang memecah keheningan hanyalah pekikan alarm dari ponsel Adit yang bergetar di atas nakas tepat pukul enam pagi. Setelah ia mematikannya, keheningan sempat kembali bertahta sejenak, sebelum kemudian digantikan oleh gemericik air yang samar dari balik dinding kamar mandi sebelah. Vera sudah bangun lebih dulu, dan suara air itu menjadi pengingat ritmis bahwa rutinitas normal telah kembali.Hari itu bukan hari untuk waspada atau bersembunyi. Hari itu adalah jadwal syuting.Adit terduduk di tepi tempat tidur, membiarkan tubuhnya meresapi keempukan kasur untuk beberapa detik terakhir. Matanya menyipit, berusaha menyesuaikan diri dengan sebilah cahaya matahari yang membel

  • Tukang Pijat Tampan   Sampai Di Rumah Renata

    Cahaya benderang menyambut kedatangan konvoi itu saat mereka memasuki pelataran rumah Renata. Setiap sudut bangunan tampak sudah terjaga, memancarkan pendar kuning yang kontras dengan kegelapan malam di luar sana.Tampaknya Joko telah membaca situasi lebih cepat dari siapa pun, entah karena ada laporan yang masuk lebih dulu atau karena ia telah membedah pola komunikasi radio yang ia pantau dengan teliti sepanjang malam. Gerbang besi yang kokoh itu berayun terbuka bahkan sebelum kendaraan pertama sempat menginjakkan rem sepenuhnya.Bayu turun dari SUV dengan gerakan yang terasa sedikit berat. Begitu kakinya menyentuh tanah, ia secara tak sadar menopang punggungnya dengan satu tangan, sebuah gestur kecil yang mengkhianati rasa lelahnya. Adrenalin yang sejak tadi menjadi penopang kini mulai surut, membiarkan keletihan yang luar biasa merembes naik ke permukaan."Berapa orang yang harus segera ditangani?" tanya Bayu tanpa menoleh pada Roni yang berjalan cepat di sampingnya untuk melapor.

  • Tukang Pijat Tampan   Meninggalkan Medan Perang

    Motor-motor berserakan seperti bangkai besi yang teronggok tak berdaya di atas aspal, menciptakan labirin hambatan yang menyulitkan siapa pun untuk bergerak. Di tengah semua itu, sebuah kendaraan besar yang tadinya menjadi simbol kekuatan untuk memblokir jalan, kini berdiri miring dengan posisi yang menyedihkan.Ban depannya telah habis, mungkin tersayat tajam atau meledak karena tekanan, sebuah detail krusial yang luput dari perhatian semua orang. Tidak ada yang tahu pasti kapan atau bagaimana kendaraan itu dilumpuhkan; di tengah badai kekacauan yang menghancurkan logika, detail-detail kecil seperti itu terkubur oleh insting bertahan hidup yang jauh lebih mendesak. Malam itu, jalanan bukan lagi milik mereka yang bersenjata, melainkan milik kesunyian yang mencekam pasca-badai."Mundur! Mundur semua!"Pekikan itu membelah udara, muncul dari barisan belakang orang-orang Pancasona yang masih tersisa. Itu bukan suara sang komandan yang saat ini mungkin masih tertidur di atas aspal dingin

  • Tukang Pijat Tampan   Kekalahan Ulang

    Adit merangsek lebih dalam, membiarkan dirinya ditelan oleh lautan manusia yang mulai kehilangan nalar. Jaraknya kini sudah mencapai tiga puluh meter dari SUV yang ditinggalkannya, sebuah jarak yang cukup untuk membuat sosoknya tampak seperti titik kecil yang dikeroyok badai di tengah aspal.Dari sudut pandang orang awam, apa yang dilakukan Adit adalah sebuah tindakan bunuh diri yang mencolok; menyerbu ke titik paling padat dari kepungan lawan. Namun, bagi Adit, kerumunan ini bukanlah tembok, melainkan air. Ia bergerak dengan ketenangan seorang penyelam profesional yang sudah hafal setiap lekukan arus dan tekanan di kedalaman, memahami bahwa di balik kegaduhan itu, ada pola yang bisa ia manipulasi.Kecepatan adalah satu-satunya anomali yang tidak bisa diredam oleh jumlah sebanyak apa pun, dan itulah kebenaran pahit yang mulai merayap di benak orang-orang Pancasona pagi itu. Pemahaman mereka tidak datang melalui logika, melainkan melalui rasa sakit yang datang sebelum mata sempat berke

  • Tukang Pijat Tampan   Tambahan Amunisi Menjatuhkan Guntur

    Beberapa orang mulai bertanya. "Bang, apa yang terjadi?" "Perlu bantuan, Bang?" "Udah nelpon polisi?""Sudah," jawab Adit singkat. "Mereka perampok. Saya cuma bela diri. Kalian menjauh aja, bahaya."Orang-orang mundur, tapi tetap penasaran, tetap merekam dengan ponsel mereka.Delapan menit kemudian,

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Tukang Pijat Tampan   Kembali Ke Apartemen

    Adit viral. Itulah yang terjadi setelah dia diwawancarai Nusantara TV, dan berita-berita tentang dirinya menjadi tranding topik di internet.Di persidangan-persidangan berikutnya, yang datang untuk meliput dan mencari berita semakin banyak. Orang luar yang sekadar datang memberi dukungan juga luar

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Tukang Pijat Tampan   Terima Tawaran

    Keesokan harinya, Adit seharian ada di dalam unitnya. Malas keluar. Bahkan makan saja ia pesan dan diantar karyawan katering apartemen itu. Semuanya diantar tepat waktu, dan Adit cukup membuka pintu, mengambil pesanan, lalu kembali mengunci diri di dalam.Adit berbaring di sofa, menatap langit-lang

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Tukang Pijat Tampan   Latihan Di Studio

    Malam itu, Adit kembali ke apartemennya setelah pertemuannya yang intens dengan Produser Krisna, Rendra, dan Ayu. Keputusannya untuk menerima tawaran film terasa seperti beban berat yang akhirnya berhasil ia letakkan. Perasaan gila dan lega bercampur aduk.Saat ia memasuki area basement yang sepi,

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status