LOGINSetelah percakapannya dengan Lilia, Evgenia menghela napas sejenak, mencoba mengembalikan degub jantungnya yang sempat tidak menentu. Evgenia melanjutkan perjalanannya menuju cafe yang ada dia seberang kantor, untuk menghabiskan waktu makan siangnya. Menjelang sore hari, di saat Evgenia sedang bekerja, sang atasan memanggilnya "Ada apa tuan Grigori?" "Tuan Lev memintamu menemuinya" Evgenia sedikit mengerutkan dahinya, namun dia mengangguk sebagai jawaban Evgenia pergi menuju lantai lima puluh tujuh, setiap langkahnya terasa berat saat kakinya menginjak lantai teratas itu, entah mengapa kali ini dia memiliki perasaan yang kurang baik. Tepat di lantai itu, Gresha sudah bersiap membukakan pintu untuk Evgenia ketika melihat wanita itu keluar dari lift "Masuklah" ucapnya Evgenia mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam ruangan CEO, dia masih saja kagum setiap memasuki ruangan itu. "Duduklah Eve.." Evgenia mengangguk, dia menarik kursi di depan meja milik Lev "Ap
Beberapa hari berlalu, hasil tes DNA itu akhirnya dikeluarkan. Mark bergegas pergi ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari seorang petugas. Alexe memberikan sebuah map kepada Mark, dengan jantung yang berdebar, Mark membaca setiap kata yang tertera disana, namun matanya melebar saat menemukan kecocokan DNA disana adalah 98,7%. Tangan Mark seketika lemas, dia hampir menjatuhkan map itu. Di perusahaan Stains Corp, di ruangan Lev "Aku akan mendapatkan milikku kali ini" ucapnya sambil menyeringai, Lev meletakan sebuah kertas yang berisi hasil tes DNA janin yang di kandung Victoria Sebelum Mark mendapatkan hasilnya, Alexe sudah mengirimkannya terlebih dulu kepada Lev. Kondisi Mark terlihat tidak baik sejak mendapatkan hasil tes DNA itu, setelah dia pergi ke rumah sakit, dia justru tidak kembali ke kantor maupun rumahnya, Mark justru pergi ke bar dan mabuk disana. Kebetulan saat itu seorang wanita melihat Mark yang sudah tidak sadarkan diri di meja bar, dia segera mencari
Keesokan harinya, di sebuah rumah sakit di kota Kolomna, terlihat sebuah perdebatan di depan ruang rawat Alleya. "Tuan... anda tidak bisa menerobos masuk seperti itu.." "Diam kau! Aku akan mencabut sendiri semua alat sialan itu" "Tidak bisa tuan.. nyonya Alleya membutuhkan semua itu untuk pengobatannya" "Aku akan menghentikan semua pengobatan itu. Percuma saja. Dia tidak akan bisa disembuhkan!" kata Ivan murka Keributan itu membuat beberapa orang berhenti dan melihatnya, sampai seorang dokter datang menghampiri keributan itu "Apa yang terjadi disini?" "Dokter Frans.. tolong.. tuan ini ingin menghentikan pengobatan pasien di dalam sana" ucap seorang perawat wanita yang ketakutan "Tenanglah.. biar aku yang menghadapinya" Kedua perawat wanita itu mengangguk dan pergi dari tempat itu "Siapa kau? Berani sekali menghentikan kami" ucap Zilya geram "Aku salah satu dokter disini. Jadi tolong hargailah tempat ini, banyak pasien yang sedang beristirahat" "Frans?" ucap Iva
Setelah mengetahui keberadaan Evgenia, Mark sering datang ke gedung Stains Corp untuk menemuinya. Entah hanya sekedar mengajak makan siang ataupun memberikan buah tangan untuk wanita itu. Namun hal itu menjadi tanda tanya para karyawan lainnya, sebenarnya ada hubungan apa Evgenia dengan para anggota keluarga konglomerat itu? Gosip baru pun mulai menyebar, siapa yang akan dipilih oleh Evgenia, Mark ataukah Lev? "Sebenarnya apa hubungan mu dengan Mark, Jeni?" tanya Elena, dia memutar kursinya menghadap Evgenia Alisa yang duduk di seberang Elena pun mendorong kursinya untuk mendekati keduanya, dia juga ingin tau apa yang sudah menjadi rumor yang menyebar di perusahaan. "Itu... sebenarnya..." Elena menunggu, dan Alisa sampai mencondongkan tubuhnya agar bisa mendengar lebih jelas "Mark adalah mantan kekasih ku" "Apah?!" teriak keduanya Hal itu membuat semua orang disana memandangi ketiganya Evgenia segera membungkam mulut keduanya "Tidak perlu berteriak seperti itu..!"
Di rumah sakit Botkin, Moskow, keluarga Yaroslav dan Matvei sudah datang terlebih dulu "Selamat siang tuan Matvei.." sapa Alexe seraya menjabat tangannya "Selamat siang dokter Lavrentiy" Alexe juga menyapa keluarga Yaroslav "Aku disini akan membantu mengawasi jalannya tes Non-Invasive Prenatal" "Terima kasih dokter, mohon bantuannya" jawab Bella Alexe mengangguk, dia memberikan senyum tipis ketika melihat Mark Mark sedikit mengernyitkan dahinya heran Selang beberapa menit kemudian, keluarga Zhanna pun datang "Maafkan kami terlambat, kami memastikan kondisi Victoria dalam keadaan baik terlebih dulu" "Apa terjadi sesuatu?" tanya Bella khawatir "Hanya mual ringan, tapi dia sudah baik-baik saja sekarang" jawab Tisha Mark menatap sinis ke arah Victoria, entah apa yang direncanakan wanita itu lagi. Victoria bersama Tisha dan Bella masuk ke dalam ruang dokter untuk melakukan pemeriksaan "Masuklah ke dalam, Mark" ucap Yegor "Untuk apa ayah?" "Bagaimanapun dia a
Lev melumat bibir Evgenia dengan kasar Evgenia mendorong Lev untuk menghentikan ciumannya, setelah berhasil terlepas, Evgenia menamparnya "Apa yang kau lakukan hah?!" ucapnya marah, Evgenia menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya "Aku tidak suka kau dekat dengan pria lain, terutama Mark. Ingat! Dia sudah mencampakanmu" "Itu urusanku dengan Mark. Kau tidak berhak mengaturku" "Tentu saja itu menjadi urusanku!" kata Lev tegas Evgenia terdiam "Ingat Eve! Aku sudah menandaimu sebagai milikku, jadi aku tidak mau lagi melihatmu dekat dengan pria lain selain diriku" "Itu hanya kesalahan satu malam Lev, jangan berlebihan" "Bagiku tidak. Kau adalah milikku. Camkan itu" "Kau sudah gila" ucap Evgenia lalu pergi meninggalkan Lev disana Evgenia kembali ke ruangannya dengan wajah kesal, dia tidak percaya Lev akan memperlakukannya seperti itu. Lev kembali ke ruangannya, dia memukul dinding disana, meluapkan rasa kesal yang menjalar di dadanya. Entah mengapa dia semakin







