LOGINEvgenia meronta, berusaha melepaskan diri dari orang yang tengah membekapnya.
"Kau-!" ketika Evgenia hendak memaki orang itu, matanya melebar saat melihat siapa orang yang sudah menolongnya "Lev?" Pria itu menarik sudut bibirnya "Tampaknya takdir begitu senang mempertemukan kita berdua" Feliks yang berada di kursi depan, mendengkus kecil mendengarnya. Takdir yang diukir oleh siapa maksudnya? "Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Evgenia masih gelisah, dia melihat ke belakang untuk memastikan apakah bawahan ayahnya masih mengejarnya atau tidak "Hanya kebetulan lewat" "Dan kau sendiri? Kenapa orang-orang itu mengejarmu?" "Mereka bawahan ayahku, mereka ingin membawaku kembali ke rumah itu" Alis Lev sedikit berkedut "Kau sedang melarikan diri?" Evgenia terdiam. "Apakah ini berkaitan dengan kegagalan pertunanganmu dengan Mark?" "Bukan urusanmu" Evgenia membuang pandangannya ke arah luar Lev menarik sudut bibirnya. "Tampaknya kalian saling mengkhianati malam itu" Mata Evgenia melebar, dia menengok ke arah Lev. "Kenapa? Apa kau tidak ingin mengakuinya?" ucap Lev sambil tersenyum mengejek "Kau-" Evgenia tidak mampu melanjutkannya "Atau perlu ku ingatkan betapa panasnya malam itu?" bisiknya menggoda "Hentikan Lev!" Lev menyeringai "Tapi sepertinya sebuah kebetulan Mark berhasil menghamili Victoria" "Mark pasti sudah dijebak. Dia tidak mungkin meniduri Victoria begitu saja" "Benarkah?" Evgenia menatap tajam padanya. "Apa kau memiliki bukti jika hal itu terjadi?" "Mark mencintaiku, dia tidak mungkin mengkhianati ku!" Lev tertawa mendengarnya "Kau begitu percaya diri, Eve.." "Atau kau yang sengaja melakukan semua ini?!" "Jangan melemparkan kesalahan pada orang lain" ucap Lev menatapnya tajam Evgenia meneguk ludahnya kasar. "Aku yakin seseorang sengaja melakukan semua ini" ucap Evgenia Lev mengangkat bahu "Terserah apa yang ingin kau katakan. Namun bagaimanapun usahamu, takdir sudah merubah kisahmu dengan Mark" Evgenia mengepalkan tangannya. "Apa kau ingin aku mengantikan posisi tunanganmu?" bisik Lev rendah Mata Evgenia melebar, dia reflek mendorong Lev menjauh "Jangan mengatakan omong kosong!" Lev terkekeh "Apa yang salah? Aku bahkan lebih berkuasa dibandingkan Mark" "Aku tidak peduli dengan itu" Feliks yang duduk di depan terkejut mendengar penolakan dari wanita itu. Hampir semua wanita di Moskow berlomba-lomba ingin mendekati Lev, tapi Evgenia justru menolaknya begitu saja. "Tuan.. kita berhasil melepaskan diri dari kejaran mobil itu" ucap Feliks "Bagus. Pergi ke apartemen sekarang" "Baik tuan" "Turunkan aku disini" "Tidak. Kau ikut denganku" "Lev!" Namun Lev segera meraih tangannya, sehingga membuat tubuh keduanya menempel. Bahkan hembusan nafas mereka seolah bertukar. Mata Evgenia melebar karena terkejut. "Jangan membantahku, jika kau ingin selamat" ucap Lev tegas, lalu dia melepaskan tangan Evgenia Evgenia segera menjauh darinya. Mobil berhenti di depan sebuah apartemen mewah di kota Moskow. "Ayo" ucap Lev seraya membuka pintu mobil untuk Evgenia Evgenia keluar dan berjalan mengikuti Lev. Keduanya masuk ke dalam lift menuju lantai teratas. Evgenia terpengarah saat melihat apartemen Lev. Ternyata Lev memiliki penthouse mewah di lantai teratas gedung apartemen itu. "Bersihkan dirimu" "Tapi-" "Jangan membantahku" peringat Lev lalu berbalik menuju kamarnya Evgenia menghela nafasnya, akhirnya dia melihat sebuah kamar lain dan pergi untuk membersihkan dirinya. Beberapa saat kemudian, Evgenia melihat sebuah gaun tidur di atas ranjang di kamar itu ketika dia keluar dari kamar mandi. Evgenia keluar dari kamar dan seketika mencium aroma sedap dari arah ruang makan. Terlihat Lev yang sedang menata beberapa makanan di atas meja. "Butuh bantuan?" "Tidak. Duduklah, kita makan" Evgenia mengangguk kecil, dia menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan Lev. "Besok Victoria akan mulai tinggal di mansion Stainslav" Gerakan tangan Evgenia terhenti seketika. Lev menatapnya "Keluargaku akan mengawasinya sampai waktu tes DNA bisa dilakukan" Evgenia hanya diam. "Apa kau terganggu dengan itu?" "Tidak" ucap Evgenia menghela nafasnya Lev menarik sudut bibirnya "Apakah Mark masih terus mencoba menghubungimu?" Evgenia terpengarah, dan saat itu juga ponselnya kembali bergetar. Dan tepat seperti yang Lev ucapkan, Mark kembali menghubunginya, namun Evgenia mengabaikannya. Lev menarik sudut bibirnya melihat hal itu. "Kenapa kau melarikan diri dari rumah?" "Itu bukan urusanmu, Lev" "Apapun yang berkaitan denganmu, saat ini sudah menjadi urusanku" "Jangan berkata seolah aku ini milikmu" "Kau memang milikku. Ingat siapa yang pertama kali mengklaim dirimu" "Itu hanya sebuah kecelakaan, Lev.. kau tidak perlu membahasnya lagi" "Kecelakaan katamu?!" Lev mencengkram peralatan makan di tangannya Evgenia meneguk ludah kasar "Mari lupakan apa yang sudah terjadi, aku tidak akan meminta pertanggungjawaban darimu" Lev menarik sudut bibirnya "Kau menarik Eve.. diluar sana banyak wanita yang ingin naik ke ranjangku, tapi kau justru menolakku" "Maka aku bukankah salah satu dari mereka yang memuja dirimu" "Apa kau begitu mencintai sepupu ku itu?" "Itu bukan urusanmu" "Baiklah kalau begitu" ucap Lev lalu pergi begitu saja tanpa menghabiskan makan malamnya Evgenia terpengarah, merasa sepertinya dia sudah menyinggung perasaan pria itu. Bukankah seharusnya dia berterima kasih padanya karena sudah menolongnya? Setelah membersihkan makan malam itu, Evgenia mencari keberadaan Lev. "Dimana dia?" Evgenia melihat sekitarnya dan menemukan sebuah ruangan yang lampunya masih menyala Lev menaikkan pandangannya saat mendengar suara ketukan di pintu ruang kerjanya yang sedikit terbuka. "Apa aku mengganggumu?" "Tidak" Lev menutup laptop miliknya Evgenia berjalan perlahan mendekati meja dan menaruh sesuatu disana. "Aku membuatkanmu kopi, kau belum makan banyak tadi" Lev menarik sudut bibirnya, memandang Evgenia "Kau mengkhawatirkanku?" "Tidak juga. Aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah menolongku" jawab Evgenia seraya memalingkan wajahnya karena sedikit malu Lev bangkit dan langsung mendekatinya, dia meraih tubuh Evgenia. Evgenia tersentak, dia menahan tubuh Lev dengan kedua tangannya. "Jika kau ingin berterima kasih, maka lakukanlah dengan benar" Lev lalu menciumnya. Mata Evgenia melebar karena terkejut, dia segera mendorong tubuh pria itu dan menamparnya. "Apa yang kau lakukan?!" Lev tersenyum kecil seraya memegang pipinya yang baru saja di tampar. "Baru kali ini ada wanita yang menolakku dengan terang-terangan" "Aku bukan wanita murahan yang bisa kau pakai kapanpun kau mau, Lev!" Evgenia lalu pergi dari ruangan itu dengan rasa kesal. Bagaimana bisa ada pria yang begitu mudah mempermainkan perasaan wanita. Evgenia masuk ke dalam kamar dan kembali menangis. Seharusnya dia saat ini sedang bahagia dan hanya menunggu waktu pernikahan, namun semua harapan itu hancur begitu saja. Di tengah kesedihannya, tiba-tiba ponselnya kembali berdering dan ada sebuah panggilan masuk dari rumah sakit. "Ya halo?" "Dengan nona Evgenia Vasiliev?" "Ya. Ada apa?" "Nona.. keluarga anda menghentikan pengobatan nyonya Alleya" "Apah?!" "Mereka bahkan meminta untuk mencabut semua alat medis di tubuhnya" Air Mata Evgenia kembali menetes, keluarganya sungguh kejam. Lalu muncullah notifikasi pesan dari Ivan. 'Segera kembali jika kau ingin ibumu selamat'Matvei melemparkan koran ke meja kerjanya, dia mengusap keningnya yang berdenyut. "Tuan.." Jerry menunduk khawatir "Bagaimana berita ini bisa menyebar, Jerry?!" "Sepertinya ada paparazi yang menyusup dalam pesta, tuan.." "Bagaimana mereka bisa lolos dari pemantauan?!" "Maafkan saya, tuan.. ini kesalahan saya" Matvei tidak habis pikir dengan apa yang diberitakan media. Di Liev Corp, Karol tertawa saat membaca koran hari ini. "Tampaknya riwayatmu tidak akan lama lagi, Jeni ku sayang.." Karol merasa sangat senang dengan apa yang media beritakan. Akhirnya dia bisa kembali melihat penderitaan Evgenia. Sedangkan di Stains Corp, ketika Lev dan Feliks berjalan memasuki kantor, semua pandangan tertuju padanya. "Aku merasa ada yang tidak beres" ucap Feliks pelan sambil memperhatikan sekitar Dan saat itu juga Feliks mendapat panggilan telepon dari anak buahnya. Mata Feliks melebar saat mendengar kabar yang diberikan. Ketika Lev sampai di ruangannya, terlihat Gresha
Lev mencengkram gelas di tangannya dengan erat. Dia menenggak sampanye hingga tandas dan meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja, lalu berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. "Terima kasih Mark" "Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark tampak khawatir "Ya. Tapi sepertinya aku sudah merusak sepatu milik Dinara" "Tidak masalah. Dia memiliki banyak benda seperti itu" Evgenia merasa tidak enak, bagaimanapun Dinara sudah meminjamkan miliknya, namun dia justru merusaknya. Tanpa mereka ketahui, ada kilatan kamera yang menangkap moment itu. Di tempat lain, Dinara mendekati wastafel untuk mencuci tangannya, dan melihat Mitya yang tengah memoles lipstick di bibirnya. "Aku tidak menyangka kau masih menerima wanita itu yang sudah mengkhianati saudaramu" "Dia tetap bagian dari keluarga" Mitya tersenyum mengejek, dia menoleh kepada Dinara "Sekali wanita penggoda tetaplah wanita penggoda. Kau tau.. wanita itu sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku" "L
Pagi itu Evgenia terbangun dan tidak menemukan Lev dimanapun. Semalam pria itu mengatakan jika hari ini akan ada jamuan makan malam keluarga di sebuah kapal pesiar milik Stainslav. Kate - pelayan pribadinya mengatakan jika Lev sudah pergi sejak pagi hari. Setelah sarapan, Evgenia kembali ke kamarnya dan menyibukkan diri dengan membuat sketsa aksesoris untuk usahanya sendiri, lalu dia mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. Tanpa sadar, waktu sudah menjelang sore hari dan terlihat Lev yang belum juga kembali, bahkan tidak ada satu pun pesan yang dikirimkan olehnya. Evgenia menghela napas pelan, dan saat itu juga terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Terlihat Kate masuk dengan membawa sebuah kotak untuknya. "Tuan meminta anda memakainya untuk malam ini, nyonya" "Baiklah. Terima kasih" Pelayan itu pun pergi meninggalkan Evgenia. Malam harinya, Lev yang sedang menerima telepon di dekat tangga lantai satu, mendengar suara sepatu hak tinggi yang menuruni
Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse
Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per
Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me
Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri
Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu
Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.
Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria. Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana. Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya







