Share

BAB 20 - BOLA

Author: Blezzia
last update Huling Na-update: 2024-01-01 23:52:55
Hari-hari terasa berlalu sangat lambat di Blue Island, membuat Rania selalu dilanda kecemasan. Pikirannya seakan berkelana kemana-mana. Para pegawai yang bekerja dengannya pun teramat sering mendapati dirinya melamun dengan tatapan kosong menghadap ke pintu atau jalanan. Seolah-olah, wanita itu menunggu antisipasi akan kedatangan seseorang.

“Tidak terasa ya perayaan Tora Flora akan segera tiba.”

Suara lembut Sofia yang datang dari arah belakang, mengejutkan Rania seketika.

Dengan memegangi dada, Rania pun berpaling kea rah bawahannya tersebut.

“Aku sampai lupa dengan perayaan itu. Astaga, rasanya kepalaku sangat penuh,” ringis Rania yang kembali berbalik menatap pintu seperti sedia kala.

Sofia hanya bisa menggeleng pelan. Dia yakin, kedatangan pria asing beserta keberadaan hotel baru di depan mereka adalah sumber dari berisiknya kepala Rania.

“Sayang sekali, Miss Kendrick tidak bisa melihat perayaan Tora Flora tahun ini,” desah Sofia, mencoba membawa topik pembicaraan untuk
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (18)
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
ternyata dah kepending 1 THN lebih ya gak di lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Endah Yuningsih
ceritanya bagus....pengen tahu akhirnya gimana
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
ah ternyata dah 1 th gak di lanjut ya crita ini
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Wanita Rahasia Billionaire   BAB 26 - ANGKAT KAKI DARI PULAU INI

    Zack menahan kedua tangan Rania, dan membawanya begitu dekat hingga jarak tidak lagi jadi prioritas. Begitu dekatnya, sampai-sampai Zack dapat merasakan tubuh Rania yang menggigil karena sapaan angin malam."Aku tidak pantas diperlakukan seperti ini olehmu! Kau pria paling brengsek yang pernah kukenal. Oh, betapa bodohnya aku tiga tahun lalu!"Gadis itu tetap konsisten dengan amarahnya hingga dia memberontak hendak lepas. Akan tetapi, Zack tidak memberinya kesempatan. Pria itu terus memeganginya.Satu tangan pria itu mengunci kedua lengan Rania di dadanya, sementara satunya lagi pelan-pelan melingkar di pinggang mungil yang ukurannya bahkan sudah dia hapal dengan sangat baik.Sekilas mata Zack sedikit menyala. Dia tidak mengira gairahnya terpancing hanya dengan sikap berontak dari gadis keras kepala yang kini berada dalam genggamannya.Sekuat tenaga Zack mengendalikan diri di tengah-tengah pergulatan itu."Seharusnya aku yang bilang begitu padamu. Kau bahkan mencoba memanfaatkanku. Ji

  • Wanita Rahasia Billionaire   BAB 25 - AKU MEMBENCIMU

    "Aku tidak mengira kau sangat menyukai laki-laki yang memiliki uang. Apa begini caramu menarik perhatian para laki-laki itu?" Suara Zack yang datang dari arah gelapnya jalanan pun mengejutkan Rania seketika. Wanita itu menarik tangannya cepat dari gagang pintu, dan seketika dia berbalik. Menghadap sumber suara yang kini berjalan mendekat. Tanpa sadar, Rania mundur beberapa langkah hingga punggungnya menabrak pintu. Kini, dia benar-benar terjebak antara sosok maskulin Zack Lawson dan pintu toko roti. "Apa kau benar-benar tidak ada pekerjaan hingga memata-mataiku?" ucap Rania di sela-sela geraman kesal. Tatapan yang wanita itu lemparkan pada pria di hadapannya benar-benar menusuk. Zack tersenyum sinis, langkah kakinya semakin mendekat, hingga jarak tak lagi ada di antara mereka. "Kau sangat tahu aku punya segudang pekerjaan, Rania. Tapi keberadaanmu di pulau ini benar-benar mengganggu pandanganku." Hanya dengan sentuhan ringan pada anak rambut Rania yang terkibas angin, Zack Law

  • Wanita Rahasia Billionaire   BAB 24 - BIMBANG

    Rania tampak termenung di salah satu kursi setelah menutup tokonya. Cukup lama wanita itu berdiam di sana, dan pandangannya tampak kosong menghadap jalanan di depan pertokoan yang lampunya perlahan-lahan dimatikan.Malam tampaknya semakin larut, akan tetapi pikiran Rania masih berkelana pada penuturan Sofia sore tadi. Bawahannya itu menjelaskan secara rinci bagaimana Oliver diantar oleh salah satu pegawai dari hotel yang baru dibangun itu.Tanpa menanyakan identitas, Rania tahu siapa pegawai yang dimaksud.”Hhh ....” Dia menarik napas dalam-dalam. Batinnya tidak tenang. Peringatan dari Cintya membawa ingatan tiga tahun lalu. “Kupikir hidupku akan mudah di tempat ini. Mengapa takdir membawaku kembali padanya.”Tidak seharusnya Rania menyalahkan takdir, tetapi hanya itu satu-satunya yang bisa ia lakukan.Tidak mungkin dia pergi meninggalkan toko roti yang sudah dibangun dengan susah payah begitu saja. Lagi pula pria itu juga tidak berhak mengusiknya sejauh ini. Kelahiran Oliver juga tid

  • Wanita Rahasia Billionaire   BAB 23 - KETEMU, OLIVER!

    Hari menjelang sore saat Mrs. Mallory datang ke toko dengan tergesa-gesa. Cukup lama wanita itu memandangi Rania dari ambang pintu.Ada gurat kegelisahan dari balik wajah paruh baya itu, membuat senyum Rania yang tadinya terkembang pun berbalik bertanya. Sementara matanya menyapu sekitar, mencari sosok balita yang biasanya berlari menerjang pintu.”Apa yang terjadi? Dimana Oliver?”Mrs. Mallory pun menggenggam tangan Rania erat. Matanya menunjukkan ketakutan yang cukup kentara.”Maafkan aku, tapi ... aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya padamu.”Mendengar itu, jantung Rania berdesir seketika. Dan rasa takut itu pun menular dengan cepat.Kini, kedua wanita itu saling menggenggam tangan.“Katakan padauk, ada apa Mrs. Mallory? Apakah putraku baik-baik saja?”Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Rania. Dia benar-benar tidak bisa menahan perasaan jika menyangkut anak semata wayangnya. Segala skenario mulai berputar di kepala. Melihat gelagat dari wanita tua di hadapan, segala

  • Wanita Rahasia Billionaire   BAB 22 - BUKAN TUGAS MUDAH

    Zack keluar dari kamar pribadinya setelah memastikan anak balita yang bersamanya tadi tertidur pulas di atas ranjang. Dia mempercepat langkah menuju gedung kantor. Namun, langkahnya terhenti begitu matanya menangkap sosok Huges yang masih setia menunggu kedatangannya di dekat lift. Langkah Zack melambat. Dia memperhatikan asisten lamanya dengan seksama. Entah mengapa, setiap memandang sosok Huges, Zack merasakan sesuatu yang janggal di hati. Ditepisnya rasa itu. Dan tatapannya lebih lekat, memandangi Huges yang berdiri mematung di dekat lift dengan tatapan kosong menghadap dinding. Tidak tahu apa yang sedang pria itu perhatikan ataupun pikirkan, Zack tidak cukup peduli untuk bertanya. Namun, begitu langkahnya semakin dekat, Huges pun menyadari kehadirannya. Pria itu sedikit berjingkat, terkejut. Namun Zack dapat melihat bagaimana ekspresi itu berubah cepat. Begitu lama mereka bekerja bersama, Zack tidak benar-benar mengenal Huges dengan baik. Selama ini dia hanya peduli d

  • Wanita Rahasia Billionaire   BAB 21 - DADDY & MOMMY

    Zack Lawson terpaku, pada mata sebiru samudra yang terasa sangat familiar. Sesuatu seakan bergetar pelan di dada, namun dia sungguh tidak yakin. Dan ada rasa tercekat di pernapasan yang membuatnya kehilangan sedikit tenaga, nyaris menjatuhkan bola dalam genggaman. Untuk beberapa saat, udara di sekitar seakan menarik diri. Semilirnya menyisakan sesak. “Paman ... kembalikan bolaku.” Suara kecil yang terdengar sedikit ragu itu pun menarik sadar Zack dari perangkap rasa yang sulit ia mengerti. Seketika, tatapan Zack jatuh pada bola yang masih berada di antara kedua tangannya. Dan saat itulah dia sadar, dirinya tengah berhadapan dengan seorang anak balita tanpa pengawasan orang tua. Sebuah senyum lembut terlukis indah di paras rupawan seorang Zack Lawson yang langka. Tanpa bisa ditahan, tangan Zack mengelus pucuk kepala anak kecil tersebut. “Di mana orang tuamu?” tanya Zack, sembari menarik sisi celana sebelum berlutut, menyamakan pandangan dengan sepasang mata polos di hadapan. “Ap

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status