LOGIN“Apa? Oh... tentu saja aku mendengarkan ceritamu,” jawab Reviano gagap.
“Bohong, dari tadi kamu diam saja dan hanya menatapku,” kata Tiffany kesal.“Maaf, aku terpesona dengan kecantikanmu,” balas Reviano jujur.“Cih... Kamu sama saja dengan para pria yang mengerubungiku tadi. Apakah kamu juga tertarik padaku karena aku putri seorang Watson.”Mendengar perkataan tersebut, Reviano langsung duduk tegak. “Tentu saja tidak, aku tidak peduli kamu putri siapa. A“Sebenarnya apa tujuan Papa dan Mama ke sini? Kenapa Mama jadi terlalu peduli dengan Natasya dan mencampuri urusannya?” tanya Delano, tidak suka dengan sikap mamanya.“Kami hanya ingin memastikan jika pekan depan kamu akan makan malam bersama kami,” ganti Reagan yang bersuara mengalihkan pembicaraan.“Aku akan datang jika Natasya mau datang bersamaku,” jawab Delano, mengagetkan kedua orang tuanya, termasuk juga Natasya.“Aku?” ulang Natasya gugup.“Apakah kamu bersedia ikut denganku ke acara makan malam keluarga akhir pekan ini?” Delano langsung menanyakannya pada Natasya.“Kenapa aku harus ikut? Bukankah itu waktu bersama keluargamu?” Natasya terlihat keberatan dengan ajakan Delano. Dia tidak ingin mempermalukan diri sendiri jika datang ke acara makan malam keluarga kaya raya tersebut. Bahkan dia tidak tahu bagaimana cara bersikap baik di depan mereka. “Karena aku yang mengajakmu,” ujar Delano santai.“Tapi a
“Selamat siang Nyonya, apakah ada yang bisa aku bantu?” tanya Celsea saat sudah berada di depan wanita itu.Wanita itu tampak gugup saat Celsea menanyainya. Terlihat ada pergulatan batin di dalam diri wanita itu antara membalas sapaan Celsea atau pergi begitu saja. Setelah menunggu beberapa saat, wanita itu pun akhirnya bersuara.“Namaku Clara, sepertinya aku salah jalan. Aku sedang mencari seseorang tapi tidak menemukannya. Sebaiknya aku pulang sekarang, maaf telah mengganggumu,” ucap wanita tua itu terlihat ingin menghindar.“Anda terlihat sangat lelah, jika mau kita bisa masuk sebentar dan aku akan membuatkanmu minuman,” Celsea bersikap ramah. Melihat wanita tua itu seperti melihat mamanya sendiri. Mungkin dia sedang merindukan Mamanya karena setelah menikah, dia belum melihat mamanya lagi.“Apakah tidak apa-apa jika aku masuk ke rumahmu?” tanya wanita itu tampak ragu menerima ajakan Celsea.“Sua
“Dua hari lagi perusahaan Lee akan masuk bursa lelang. Itu artinya kamu akan kehilangan perusahaanmu itu jika tidak melunasi hutangmu dalam dua hari dan aku tidak akan memberikanmu toleransi lagi,” jelas Delano.“Apa wewenangmu atas perusahaanku? Apakah kamu memiliki hubungan dengan bank WIA?” tanya Ryan seperti orang bodoh.“Kebetulan sekali, WIA adalah salah satu bank milik Rosriguez.”Wajah Ryan langsung memucat mendengar hal tersebut. Tubuhnya gemetar ketakutan membayangkan dirinya akan kehilangan perusahaan yang sudah menjadi warisan puluhan tahun turun-menurun dari keluarganya.“Shiiittt...” umpat Ryan dengan keras.Tanpa permisi lagi, pria itu langsung pergi dari ruangan tersebut untuk mengurus masalah barunya. Bibir Delano tersenyum puas melihat raut pucat dan ketakutan Ryan. Akhirnya, dia bisa membalas apa yang Ryan lakukan pada Natasya.“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Delano saat berbalik dan menatap Natasya.
“Maksudmu kita belum selesai?”Evans menjentikkan jari telunjuk dan ibu jarinya ke kening Celsea dengan keras.“Aauuww... sakit,” seru Celsea, tanpa bisa mengusap keningnya, tapi Evans langsung mengusap lembut tempat yang memerah karena jentikkan tangannya itu.Bibir pria itu bergerak ke pelipis Celsea dan menghapus air mata istrinya dengan bibirnya.“Aku bahkan belum bergerak, jadi sambutlah aku sekarang,” ucap Evans lalu menggerakkan pinggulnya dengan perlahan.Milik Celsea yang lembut, hangat dan mengetat, membuat pria itu mengerang di sela gerakannya. Evans mengeratkan gigi, gemas ingin menghentakkan miliknya dengan cepat, tapi dia tahu ini adalah yang pertama kali untuk Celsea, sehingga tidak ingin membuat pengalaman buruk untuk istrinya.“Shiiittt …! Rasamu sangat luar biasa, Sayang,” Evans mengumpat dan mengoceh tentang apa yang dia rasakan. Belum pernah dia merasakan nikmat sebesar ini, mungkin perasaan cinta di antara me
Sampai detik ini pun, Delano tidak pernah menyentuh Natasya dengan gairah. Hanya pagi saja saat mereka bangun, dia akan memberikan sesuatu yang panas dengan bibirnya, lalu menyuruh Natasya untuk mandi atau jika libur dia akan langsung menjauh setelah mengecap bibir Natasya panas karena takut lepas kendali.Sikapnya yang tidak memaksa Natasya untuk bercinta, membuat kepercayaan Natasya terbangun sedikit demi sedikit. Natasya ingin tahu sampai sebatas mana pria itu mampu bertahan dan bersabar. Anggap saja itu sebagai ujian bagi Delano untuk membuktikan seberapa besar ketulusannya cintanya.Sekali saja Delano menggoda dan memaksanya untuk bercinta, maka kepercayaan yang saat ini telah tumbuh akan membuatnya layu seketika dan dia akan menjauh dari pria itu. Untuk apa membangun hubungan dengan pondasi pasir karena seindah apa pun bangunan di atasnya, akhirnya akan roboh juga.Suatu pagi, seperti biasa kedua sejoli itu akan membuat berantakan ranjang mereka deng
Tidak lama kemudian, Evans keluar dari kamar mandi dan berlalu begitu saja dari hadapan Celsea, mengambil pakaian ganti seolah tidak ada istrinya di kamar itu. Bersikap sabar, Celsea memberi waktu pada Evans untuk menenangkan diri tanpa mengganggu pria itu. Dia memutuskan untuk masuk ke kamar mandi untuk mandi, bergantian dengan suaminya. Celsea mengguyur tubuhnya dengan air yang jatuh dari atas kepala. Tangannya bertopang pada tembok kamar mandi sedangkan kepalanya menunduk dengan air yang terus mengguyurnya. “Jangan menyerah Celsea, bukankah kamu sudah tahu konsekuensinya menikah dengan Evans? Menarik pria itu dari kegelapan, bukan hal yang mudah,” bantinnya, mengingat tujuannya menikah dengan pria itu, selain dirinya memang mencintai Evans. Celsea terus menunduk dan membiarkan air itu mendinginkan kepalanya. Tubuhnya terlonjak kaget saat sepasang tangan kekar melingkar dari belakang tubuhnya dan menyentuh perut telanjang







