Home / Romansa / Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan / Bab 29. Rasa Rindu yang Terpendam

Share

Bab 29. Rasa Rindu yang Terpendam

Author: Dera Tresna
last update publish date: 2026-02-14 05:47:27

“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Mr. Petter.

“Ya... saya baik-baik saja Tuan,” jawab Sara masih dengan wajah merona.

Theodor yang berada di samping Sara, hanya diam tanpa berkata apa pun. Beberapa detik kemudian, pria itu berhasil membuat Sara salah tingkah, saat tangan Theodor mengusap lembut bagian atas kepalanya yang terantuk meja, seakan ingin menenangkannya.

Baru saja dia akan mengucapkan terimakasih pada Theodor, ucapannya terhenti karena pri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 105. Pesona Pemilik Punggung Indah

    Dia tadinya meminta Ancell untuk menemaninya pergi ke pesta karena dia pasti akan kebingungan di sana. Tidak ada satu pun orang yang akan dia kenal di pesta tersebut. Sayangnya, Ancell ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, membuatnya harus pergi sendiri ke pesta tersebut.Yakin dengan penampilannya, Tiffany keluar dari apartemen. Sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah menunggunya. Malam ini Tiffany memutuskan untuk membawa sopir, tidak mungkin dia membawa mobil sendiri dengan penampilannya.Mobil tersebut membawa Tiffany ke sebuah hotel mewah kelas atas. Karpet merah menyambutnya saat dirinya turun dari mobil. Bak artis papan atas, sorot kamera dan lampu blitz terarah padanya. Beruntung dia pernah mendapatkan pelajaran bagaimana berjalan dengan anggun dan menghadapi media, sehingga Tiffany bisa menghadapi kegugupannya saat ini dengan baik.Saat masuk ke aula tempat di mana pesta diadakan, matanya menyapu setiap sudut yang ada di sana, berharap ada yang

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 104. Undangan Pesta yang Tidak Diharapkan

    Melihat respon tubuh Tiffany, gantian bibir Reviano yang menyeringai sinis sekarang. Wanita itu ternyata tergoda olehnya, membuat dia mencoba mengambil peran.“Kenapa buru-buru mengusirku pergi Nona Watson? Bukankah biasanya ada jamuan minum teh atau makan bersama jika kontrak kerja dari perusahaan sebesar perusahaanmu dan perusahaanku terjalin?”“Saya tidak begitu suka merayakan sesuatu karena semua itu tidak ada gunanya. Hal itu hanya pemborosan saja.”“Tapi aku menyukai perayaan, mengingat kerja sama di antara kita. Kamu masih berhutang makan bersama denganku,” kata Reviano lalu berjalan penuh rasa percaya diri meninggalkan Tiffany begitu saja. Sedangkan Tiffany berdiri membeku sambil menatap punggung pria itu.Setelah Reviano pergi, tubuh Tiffany terduduk di kursi di belakangnya, air matanya menetes membasahi pipi. Dia tidak habis pikir, bagaimana tubuhnya bisa bereaksi seperti itu hanya karena genggaman tangan Reviano. Kenapa Reviano masih bi

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 103. Masih Punya Pengaruh

    “Anda belum pernah terjun langsung di dunia bisnis, Nona. Anda tidak tahu bagaimana kekuatan Rodriguez. Bahkan uang kita tidak ada gunanya jika Tuan Reviano meminta bantuan pada Papanya. Seharusnya, saat Tuan Reviano masih terlalu angkuh untuk meminta bantuan dari Papanya, Anda memanfaatkan hal tersebut, bukan malah menghancurkan apa yang tadinya sempat terjalin,” West mengajari Tiffany dalam mengambil keputusan. Perkataan West, membuat Tiffany benar-benar marah. Pria itu tidak pernah mempercayainya. Hanya karena pria itu sudah puluhan tahun bersama Papanya, bukan berarti dia bisa menyepelekannya begitu saja. “Kenapa denganmu, West? Dari awal sepertinya kamu selalu menentang keputusanku. Apakah kamu mempunyai masalah denganku? Asal kamu tahu, semua tidak selalu harus berhubungan dengan uang,” terang Tiffany. “Bukan begitu Nona. Saya di sini untuk membantu Anda dan memperingatkan Anda jika Anda mengambil jalan yang salah. Saya menghormati

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 102. Pembatalan Kerja Sama

    Siangnya pertemuan Tiffany dengan para direksi dan manager digelar. Beberapa direksi sempat meragukan kemampuan Tiffany karena mereka tidak pernah melihat Tiffany muncul di acara bisnis manapun. Bahkan Tiffany masih bisa mendengar beberapa orang berbisik jika kedudukannya sekarang hanya karena dia seorang putri dari Watson, tanpa kemampuan yang memadai.Tiffany hanya diam saat mendengarnya, dia akan buktikan jika perkataan mereka salah dan jika orang itu melakukan kesalahan sekali saja, dia akan memecatnya.“Kalian pasti sudah tahu kenapa aku mengumpulkan kalian di sini. Perkenalkan namaku Tiffany Watson, putri dari Abraham Watson. Mulai detik ini, Golden Company akan menjadi tanggung jawabku dan apa pun yang kalian kerjakan, harus atas sepengetahuanku. Sekarang aku ingin satu per satu manager berdiri di sini dan memaparkan apa saja yang menjadi uraian tugas kalian, aku tidak ingin hanya membaca dari dokumen saja,” kata Tiffany.“Bukankah kita di sini hany

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 101. Memulai Peran Baru

    “Haruskah aku melakukan semua itu? Apakah aku tidak bisa menjadi diriku sendiri?” tawar Tiffany.“Pria Rodriguez selalu menyukai wanita cantik. Apakah kamu pernah bertemu dengan Revina Rodriguez? Betapa cantiknya dia. Semua wanita ingin memiliki kecantikan sepertinya.”“Ya, aku sering bertemu dengannya jika kami makan bersama di kediaman Rodriguez. Bahkan suaminya, Theodor sangat tergila-gila pada istrinya itu.”“Buatlah Reviano tergila-gila padamu seperti Theodor tergila-gila pada istrinya. Kunci hatinya, buatlah pikiran dia terganggu sehingga konsentrasinya pada perusahaan teralihkan. Jika sudah berhasil, ambil perusahaannya, tinggalkan dia dan buat dia hancur.”“Rasanya sangat menyenangkan,” jawab Tiffany dengan seringai tipis.“Kalau begitu bersenang-senanglah.”“Bagaimana dengan Elea? Bolehkah aku membawanya?”“Elea akan tetap tinggal di sini bersamaku. Ada banyak pelayan yang bisa merawatnya dengan baik. Aku tidak

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 100. Saatnya Mengemban Tugas

    “Tuan, ini dokumen yang Anda minta dan perwakilan dari Golden Company telah datang, apakah Anda akan langsung menemuinya atau akan mendelegasikannya pada orang lain?” tanya Diana.“Aku akan menemui mereka langsung karena ini berhubungan dengan kerjasama yang penting,” jawab Reviano.“Baik Tuan, mereka sudah menunggu Anda di ruang meeting,” ujar Diana.“Ya, aku akan menemuinya sekarang. Siapkan semua dokumennya!”Diana mengangguk lalu pamit undur diri.“Apakah kamu selalu sesibuk ini atau kamu sedang menghindari pertanyaanku?”“Kamu sendiri yang mendengar dari Diana jika ada tamu yang harus aku temui, aku tidak mengada-ada. Hari-hariku memang seperti ini. Jadi, kamu akan menungguku atau pulang?”Tanpa berkata apa-apa, Emily mengambil tasnya lalu langsung pergi dengan rasa kesal. Reviano hanya menggelengkan kepala melihat kepergian wanita itu. Dia kemudian menemui Diana dan membawa semua berkas yang dibutuhkan lalu pergi m

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 34. Belajar dari Sudut Pandang Lain

    Revina akhirnya bisa tidur nyenyak setelah kejadian yang menyedihkan yang menimpa dirinya. Bibirnya tersenyum bahagia saat matanya terbuka dan menatap dada bidang di depan matanya. Dia menengadahkan kepala dan menatap bibir kemerahan dengan rahang yang kokoh, menyambut paginya. Sayangny

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 37. Dua Orang Putus Asa

    Langkahnya terhenti saat tangannya memegang handle pintu ruang kerjanya. “Apakah kamu tahu alamat Sara yang dia daftarkan ke personalia? Kirim padaku sekarang juga, aku menunggunya,” perintah Theodor.“Baik, Tuan.”Tidak lama kemudian, Theodor sudah mendapatkan dokumen tentang S

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 36. Pengunduran Diri

    Sara hanya terdiam dan tidak menolak apa yang Theodor lakukan padanya.Yakin jika tidak ada penolakan dari Sara, Theodor menurunkan pelindung terakhir milik Sara lalu membuka celana miliknya sendiri. Tangan Theodor kembali menyentuh milik Sara dan memastikan jika wanita itu telah siap un

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 35. Godaan itu Terlalu Indah

    “Aku tidak pernah mendengar cerita itu?” ucap Revina.“Karena kami memang tidak pernah menceritakannya pada siapapun,” balas Reagan.“Lalu bagaimana Papa bisa membangun usaha sampai sebesar ini?”“Semua ini karena jasa Papaku. Papaku mulai bekerja keras siang dan malam

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status