Share

Lyra kabur?

Author: Vellichor_Ann
last update Last Updated: 2026-01-31 19:52:42

"Good morning. Gimana kabarnya? Coba kalau kamu nurut sama aku pasti ga akan kedinginan gini. Aku cuma mau kamu buka mata dan liat sekeliling kamu."

Lyra terdiam begitu lemas, tak lagi berontak. Victor sempat tersenyum kecil namun langsung membuka kain yang menutupi mata dan mulut wanita dihadapannya. Ada rasa bersalah karena mengurung Lyra semalaman. Jujur saja, dia melakukan ini karena cinta. Hanya ingin Lyra tetap di hidupnya. Tak bermaksud menyakiti.

"Lepasin aku, tolong. Sakit."

"Aku janj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   sembuh dan permintaan

    "Victor udah datang, Ra. Lo mau gue panggil dia?" tanya Jonan yang masuk ke dalam kamar."Iya, tolong panggilin dia, ya.""Kalau gitu aku tunggu di luar aja sama Jonan," ucap Kinan bangkit berdiri. "Sekalian aku mau pulang dulu, ya. Nanti sore aku balik lagi."Lyra tersenyum simpul dan menggenggam tangan sahabatnya itu. "Makasih udah nemenin aku. Kamu pulang aja gapapa, Ki. Jangan ke sini lagi, kamu istirahat aja. Lagipula besok aku mau pulang aja.""Yaudah, kamu cepet sembuh ya. Besok kabarin aku kalau kamu udah pulang."Kinan melambaikan tangannya sambil berjalan keluar kamar. Selang beberapa saat masuklah Harry seorang diri dengan senyuman khasnya. Dia menghampiri Lyra dan berdiri tepat di samping.Di luar sana Domini menunggu seorang diri. Sebenarnya dia ingin masuk tapi tak mau membuat Lyra semakin membencinya. Harry bahkan sampai mengatakan jika ia menjamin Lyra tak akan mengusir Domini lagi tapi pria tua itu tak mau dan memilih menunggu. Kecuali wanita itu sendir yang mengataka

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Lebih baik

    "Ayo ke luar, ada yang ingin bertemu dengan kamu."Victor bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri seorang polisi yang membukakan pintu sel. Yap, dia harus bermalam di kantor polisi dan menunggu proses hukum. Jujur saja dia sangat kecewa pada adiknya karena orang yang membawanya ke sini adalah Harry dengan laporannya."Ayo cepat!"Sebelum ke luar kedua tangannya diborgol. Entah siapa yang ingin bertemu dengannya. Mungkin Lyra? Ya, mungkin wanita itu ingin membebaskannya dari sini. Apa pengacaranya yang datang?Begitu masuk ke ruang jenguk, ternyata tak ada Lyra, tak ada juga pengacara yang dia sewa. Yang duduk di sana justru Domini bersama Harry. Dua pria itu terlihat menatap tajam ke arahnya. "Waktunya hanya 15 menit, tolong jangan berisik juga." Polisi tersebut pergi ke belakang dan menunggu di dekat pintu, masih memperhatikan. "Ngapain Lo di sini? Masih belum puas?" tanya Victor berdecih begitu menatap wajah adiknya.Harry masih menahan amarah, tangannya terkepal erat di ba

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   Rasa sakit

    "Lyra, gimana keadaan dia sekarang?" Domini menghampiri Harry yang sedang menunggu di depan ruang rawat bersama Jonan dan 2 orang yang mungkin penjaga. Sementara Kinan juga baru datang setelah mendapat kabar jika Lyra ditemukan dan berada di rumah sakit sekarang."Masih diperiksa di dalam, kita masih tunggu dokternya keluar.""Harry, apa benar ini ulah Victor?"Harry mengangguk pelan. "Betul. Dia sudah dibawa ke kantor polisi sekarang. Aku malah ga curiga sama dia, padahal seharusnya dari awal kita tau.""Sudah, yang penting Lyra sudah selamat. Setelah ini Kakek akan temui Victor dan memastikan dia mendapat ganjaran dari semua tindakannya."Di belakang sana Kinan menarik Jonan menjauh dan menuntut penjelasan. Dia bahkan tak tau jika Jonan dan Harry pergi mencari Lyra, tanpa memberitahunya. Padahal Kinan berharap dilibatkan juga dalam mencari temannya. Mereka pikir perempuan tidak bisa menjaga dirinya sendiri.Setelah menunggu beberapa saat pintu ruangan terbuka dan keluar lah dokter

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   pembebasan

    Harry mengepalkan tangannya erat. Wajahnya memerah menahan amarah. Bagaimana tidak marah? Dia jelas tau kunci mobil yang tergeletak itu milik Victor, yang artinya Victor ada di sini. Maka Jonan benar, dalang semua ini memang Victor. Hanya saja dia justru tak berpikir ke sana. Pria itu kembali membalikan tubuhnya. Irene yang sempat bernafas lega langsung terdiam. Kini semuanya diam, sunyi, namun penuh dengan pertanyaan. Jonan bahkan tak tau kenapa Harry hanya diam saja. Tidak pergi, bahkan tidak bersuara."Kalian semua yang ada di sini, dengar! Sampai saya menemukan Lyra ada di sini, kalian semua juga berurusan dengan saya karena menyembunyikan." Ia menatap orang dihadapannya satu persatu. "Sekali lagi saya tanya, siapa bos kalian?"Tak ada yang menjawab satupun. Dalam diam Irene merasa bimbang dengan posisinya. Disatu sisi dia tak ingin ikut atau terbawa-bawa ke dalam kejahatan yang bahkan tidak ia lakukan, namun di sisi lain dia juga bekerja pada seseorang dimana menjaga informasi a

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   penggeledahan

    Sebuah motor bergerak dengan cepat membelah jalanan kota. Melewati kemacetan dengan mudah. Dua pria itu adalah Harry dan Jonan. Karena terjebak kemacetan cukup lama Harry meminta orang suruhannya datang membawa motor agar ia cepat sampai ke tujuan. Mereka bisa menyusul di belakang.Di belakang mereka juga ada beberapa orang yang menyusul membawa motornya. Siapapun dalang dibalik semua ini Harry pastikan tidak akan lolos. Baik itu Jihan, Victor, atau siapapun itu. "Pelan-pelan gila! Gue masih sayang nyawa!" teriak Jonan yang duduk di belakang motor.Harry nampak mengabaikan. Ia mengikuti map yang sempat dilihatnya. Ternyata titiknya berada di puncak, jadi Harry yakin pasti orang itu membawa Lyra ke sini. Jalannya yang berbatu bahkan tak jadi penghalang. Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu akhirnya mereka berhenti di dekat sebuah Villa luas. Ada beberapa villa di sekitarnya, jadi Harry tak yakin apakah Lyra ada di salah satu tempat itu ada di tempat yang justru tak terpikir

  • Wanita Simpanan Itu Ternyata Aku   penyiksaan

    "Kenapa kamu berdiri di situ?" Victor terkejut melihat Irene yang berada di dekat pintu kamarnya. Wanita itu terlihat gugup dan seperti hendak mengatakan sesuatu."Eum... Itu, Pak.""Itu apa? Kalau bicara yang jelas. Kamu tau saya gak suka basa basi.""Mbak Lyra." Irene menunduk. Victor berdecak sebal dan hendak pergi ke luar kamar. "Dia ga mau makan lagi?""Liat ini dulu, Pak."Langkahnya terhenti. Ia melirik sekilas ke arah wanita tersebut sebelum menatap lekat ponsel yang tersodor ke arahnya. Raut wajahnya seketika berubah. Melihat Victor yang terkejut Irene melihat ada keraguan, tapi dirinya meyakinkan jika dirinya tak berbohong.Tak mengatakan apapun lagi Victor langsung pergi dari sana dengan emosi menggebu-gebu. Ia pergi ke kamar Lyra dengan wajah merah dan tangan yang mengepal. Rasa kecewa begitu melihat apa yang baru saja Lyra lakukan, bahkan setelah ia percaya padanya. Wanita itu mempermainkannya. Brak!Pintu dibuka dengan kasar. Terpampang jelas di dalam sana Lyra yang me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status