Share

Bab 135

Author: Jayden Carter
Herry melirik sekilas ke Arlo, lalu berkata dengan nada kesal, "Kamu benar-benar nggak tahu betapa kejamnya dunia luar! Kamu tahu nggak siapa sebenarnya Maher yang mereka sebut-sebut itu?"

"Nggak tahu!" Arlo menggeleng.

Herry berkata, "Orang-orang yang bisa bawa puluhan anak buah buat nagih utang begitu semuanya preman profesional, bukan preman rendahan. Di belakang mereka ada bos besar."

"Mereka mukul orang, nanti anak buahnya yang masuk penjara. Tapi kalau kamu berani balas, mereka punya penga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 621

    Melihat situasi itu, Brandon segera melangkah maju dan berkata, "Kakek, Bibi, Paman, ini Pak Arlo. Keahlian medisnya sangat luar biasa. Aku yang mengundangnya untuk mengobati Kakek."Bibinya, Vior, melirik Arlo sekilas, lalu menatap Brandon. Nada bicaranya agak rumit saat berkata, "Kamu memang perhatian, Brandon."Beberapa hari terakhir Keluarga Raharjo dibuat kacau oleh penyakit Yusuf, sehingga mereka tidak terlalu mengetahui kejadian di luar.Paman Brandon, Naufal, jelas terlihat agak tidak senang. Khawatir Saraka tersinggung, dia buru-buru menjelaskan, "Master Saraka, Brandon sering berada di wilayah Hareast. Orang yang dia bawa mungkin nggak terlalu memahami keadaan di sini."Wajah Saraka langsung menjadi dingin. Dia jelas tidak senang karena Arlo tiba-tiba menyela dan bahkan menyangkal ucapannya."Pak Arlo, Master Saraka adalah ahli fengsui yang sangat terkenal di provinsi kami. Kata-katanya tentu nggak salah."Yusuf yang terbaring di tempat tidur sebenarnya sudah sedikit mengetah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 620

    Arlo tersenyum dan berkata, "Nggak perlu terlalu kaku. Panggil namaku langsung juga nggak masalah."Brandon tersenyum dengan hormat. "Sekarang kamu adalah orang penting, Pak Arlo. Aku benar-benar nggak berani memanggil namamu begitu saja." Sambil berkata demikian, dia membuka pintu mobil dan mempersilakan Arlo masuk.Di perjalanan, Brandon menjelaskan secara rinci kondisi kakek keduanya.Penyakit aneh itu mulai muncul sekitar satu bulan lalu. Setiap malam dia mengalami mimpi buruk, dada terasa sesak dan napasnya pendek. Belakangan ini bahkan sudah sampai pada tahap batuk darah.Keluarga Raharjo sudah mengundang banyak dokter pengobatan tradisional maupun dokter modern, tetapi jangankan menyembuhkan, bahkan penyebab penyakitnya pun tidak bisa ditemukan.Arlo menanyakan beberapa detail. Di dalam hatinya dia langsung memiliki dugaan bahwa lelaki tua itu mungkin bukan sakit biasa, melainkan terkena energi jahat.Meskipun Kota Yanda berada di provinsi tetangga, jaraknya dari Kota Naldern ha

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 619

    Vila di puncak gunung.Arlo sedang berendam seluruh tubuhnya dalam ramuan obat. Untuk melatih tubuh hingga sekuat kulit tembaga dan tulang besi, mandi ramuan obat adalah cara yang paling membantu.Sayangnya, setengah obat spiritual yang dia miliki jumlahnya terbatas. Ramuan yang dia gunakan sekarang hanya campuran obat biasa dengan sedikit setengah obat spiritual, sehingga hasilnya belum mencapai tingkat terbaik.Ketika merasakan ada orang datang ke luar vila, Arlo baru berdiri dari bak mandi dan mengenakan pakaiannya.Dia sempat berpikir tentang Wahid yang masih berutang setengah obat spiritual kepadanya tetapi belum juga mengirimkannya. Jangan-jangan orang itu ingin mengingkari janji?Jika memang begitu, dia tidak keberatan pergi ke Hondaria. Di dunia ini tidak ada orang yang boleh berutang kepadanya lalu kabur begitu saja.Sheila masuk ke dalam vila dan melihat Arlo dengan rambut yang masih basah. Tampaknya dia baru selesai mandi. Dia tersenyum manis lalu langsung menggoda, "Kamu su

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 618

    Darhan sebenarnya penuh keraguan, tetapi dia sama sekali tidak berani mengungkapkannya.Setelah itu Arlo mengusulkan untuk pergi ke laboratorium inti. Darhan tidak punya pilihan selain membawa mereka berdua ke sana.Begitu masuk ke laboratorium, Arlo mengeluarkan beberapa resep obat miliknya dan mengatakan bahwa resep tersebut tidak memerlukan perbaikan apa pun karena sudah merupakan formula terbaik. Yang perlu dilakukan hanyalah membuat data yang dibutuhkan untuk proses pengajuan dan persetujuan.Para peneliti yang bisa bekerja di laboratorium ini semuanya adalah tokoh besar di bidang farmakologi. Yang paling rendah sekalipun adalah profesor pembimbing doktor atau doktor.Awalnya Darhan mengira ucapan Arlo seperti itu pasti akan langsung diserang oleh para ilmuwan fanatik tersebut. Namun yang tidak dia sangka, setelah para tokoh inti laboratorium menerima resep itu, mereka malah mulai berdiskusi dengan Arlo.Setiap kali Arlo mengemukakan pendapatnya, para pakar penelitian itu justru m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 617

    "Apa aku boleh pergi kalau aku mengatakan semuanya?" tanya Geraldine dengan hati-hati."Mau negosiasi?" balas Arlo.Geraldine menatap wajah Arlo yang tersenyum tipis. Hatinya semakin gelisah. Pria ini benar-benar berhati keras. Dari awal sampai sekarang, Arlo sama sekali tidak memperlakukannya dengan lebih baik hanya karena dia wanita cantik.Geraldine bahkan merasa Arlo benar-benar bisa melakukan apa yang tadi dia katakan, menelanjanginya lalu mengirimnya ke klub malam."Aku belum sempat mengambil apa pun dari laboratorium," kata Geraldine."Aku nggak percaya," kata Arlo sambil mencibir."Karyawan yang baru masuk nggak punya izin untuk mengakses data inti," jelas Geraldine."Nggak meyakinkan.""Metode enkripsi data inti kalian sangat canggih. Aku nggak sempat memecahkannya. Soal siapa yang menyuruhku datang, kamu sendiri pasti tahu siapa saja yang kamu singgung."Melihat Arlo masih tidak percaya, Geraldine menjadi kesal. Dia menunjuk Darhan dan berkata, "Kalau kamu nggak percaya, tany

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 616

    Geraldine menahan rasa gugupnya dan mencoba berpura-pura tenang. Dia baru melangkah dua langkah ketika suara Arlo tiba-tiba terdengar, "Kemampuanmu mengganti wajah memang cukup hebat, bahkan lebih hebat daripada kemampuanmu memanjat dinding dan menyelinap."Geraldine langsung berhenti. Dia menoleh menatap Arlo, menahan gelombang keguncangan dalam hatinya. "Aku penasaran, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"Bukannya menyombongkan diri, tapi dengan kemampuannya, tidak banyak orang di dunia ini yang bisa memojokkannya seperti ini. Namun, pria di depannya berhasil melakukannya dengan mudah. Geraldine tahu dirinya sudah tidak bisa kabur lagi."Sebenarnya nggak ada yang istimewa," kata Arlo santai. "Langkah kakimu sangat ringan, bahkan lebih ringan daripada kebanyakan orang yang berlatih bela diri.""Orang kantoran biasa mana mungkin punya kemampuan kaki seperti itu?"Geraldine terkejut. Sejak kecil dia memang berlatih ilmu gerak ringan dan langkah kakinya yang ringan sudah menjadi bagian da

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 71

    Zaki sama sekali tidak percaya Arlo bisa punya pengaruh sebesar ini. "Kak Hendro, pasti ada salah paham, 'kan? Kenapa tiba-tiba jadi begini?" tanyanya sambil memaksa tersenyum.Namun, Hendro langsung menampar keras wajah Zaki dengan penuh amarah, "Dasar keparat! Kamu sendiri nggak tahu apa yang suda

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 78

    Semua orang langsung menoleh, tapi tak seorang pun berani buka mulut.Arlo mengerutkan kening. Dia tidak menyangka Renaldi searogan itu, bahkan sampai memukul orang yang tidak sependapat dengannya.Separuh wajah Nico bengkak seketika, tetapi dia tetap tidak berani melawan. Dia hanya berdiri dan berg

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 52

    Saat ini Ericko sudah tidak lagi terlihat sombong seperti sebelumnya. Wajahnya penuh dengan senyum basa-basi, terlihat bahkan lebih ramah daripada Victor yang biasanya berkepribadian lembut. Dia hanya memegang secangkir teh sambil menyengir canggung ke arah Arlo.Isyana terkejut. "Paman, bukannya ta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 56

    "Omong kosong! Mereka ini murid-murid TK Internasional yang selalu tinggal di kota. Mana mungkin kena wabah penyakit?!" Mikael refleks membantah."Minggir!" Arlo meraih jarum akupunktur dari tangan Mikael, lalu mendorongnya ke samping.Mikael marah sekaligus malu. Namun dalam hatinya juga penasaran,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status