Share

Bab 71

Author: Jayden Carter
Zaki sama sekali tidak percaya Arlo bisa punya pengaruh sebesar ini. "Kak Hendro, pasti ada salah paham, 'kan? Kenapa tiba-tiba jadi begini?" tanyanya sambil memaksa tersenyum.

Namun, Hendro langsung menampar keras wajah Zaki dengan penuh amarah, "Dasar keparat! Kamu sendiri nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan? Kamu nggak sadar siapa yang kamu singgung?"

Zaki menatap tak percaya, lalu menunjuk ke arah Arlo, "Cuma demi si sampah ini, Kak Brandon sampai mau memboikotku?"

Plaaak!

Hendro menampar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 863

    "Hahaha, kalau kalian nggak berani, kami juga nggak memaksa. Soal investasi triliunan itu, kami bisa pelan-pelan bicarakan dengan pihak resmi kalian."Pria asing yang lebih pendek itu menunjukkan rasa percaya diri yang kuat.Jarot berdeham dan berkata, "Nirmala, menurutku kalian harus mempertimbangkan segala hal dengan matang. Nggak bisa hanya memikirkan kepentingan kelompok kecil, harus melihat kepentingan semua orang!"Pranata langsung mengangguk setuju.Lembah Sepuluh Ribu Naga memang tanah suci bagi suku sihir, tetapi tidak semua orang Maia adalah bagian dari suku sihir. Bagi mereka, nilai "tanah suci" itu belum tentu sama.Saking marahnya, Nirmala sampai tertawa kesal, "Bertaruh tanpa harus menanggung kerugian kalau kalah, tapi kalau menang ingin mengambil Lembah Sepuluh Ribu Naga? Orang-orang barat seperti kalian memang sudah terbiasa melakukan bisnis tanpa modal!""Hehe, kalau Nona Nirmala bilang begitu, gimana kalau aku keluarkan 50 juta dolar sebagai taruhan?" tanya pria asing

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 862

    Lalu apa hubungan para orang asing ini dengan Jarot dan Nirmala?Apakah yang mencoba membunuh Arlo tadi memang mereka? Kalau benar, apakah itu untuk mencegahnya mendukung Isyana?Baru tiba di Kota Maia sudah menghadapi begitu banyak hal, Arlo juga merasa sulit memahami situasinya untuk sesaat. Namun, dia tidak terburu-buru. Kalau terus mengikuti perkembangan, semuanya pasti akan jelas.Saat ini, semua perhatian tertuju pada kelompok orang asing yang masuk. Di antara mereka, dua orang di depan yang tampil paling mencolok. Kedua pria itu satunya tampak lebih tinggi daripada yang lainnya.Yang tinggi memiliki wajah khas kebarat-baratan. Selain warna kulitnya, bentuk tubuhnya seperti raksasa. Tingginya hampir dua meter, otot-ototnya kekar, lengan atasnya bahkan lebih besar dari kepala orang biasa.Arlo melirik sekilas. Orang ini tidak lemah, terlihat seperti ahli latihan fisik.Meskipun disebut lebih pendek, pria satunya lagi memiliki tinggi sekitar 180 cm. Dia tersenyum santai saat berkat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 861

    Arlo mengangguk ringan memberi salam kepada semua yang hadir, lalu membawa Isyana duduk di samping Jemma. Jemma mengira Arlo datang demi Isyana, lalu mulai memperkenalkan orang-orang di ruangan itu satu per satu."Ini Nirmala. Bu Nirmala adalah pejabat penanggung jawab program pengentasan kemiskinan di tiga belas desa Maia sekitar sini!"Arlo tertegun. Nirmala punya identitas resmi memang tidak aneh, tapi jabatan sebagai pejabat pengentasan kemiskinan ini benar-benar di luar dugaannya. Nirmala menatap Arlo sambil tersenyum penuh arti."Ini Pak Jarot, wali kota Kota Maia! Hari ini acara api unggun Desa Guting, khusus diundang oleh Bu Nirmala."Dalam hati Arlo menggerutu. Sudah sampai di daerah terpencil seperti ini, masih harus berurusan dengan pejabat segala. Dia hanya mengangguk sekilas sebagai salam.Jarot menilai Arlo beberapa kali, lalu mendengus, jelas tidak menganggapnya penting. Dia hanya mengira Arlo adalah anak muda dari kalangan akademisi yang kebetulan disukai Jemma."Yang i

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 860

    Hal itu membuat sedikit kesan baik yang baru saja terbentuk di hati Paula terhadap Arlo langsung lenyap tak bersisa!Jangan sampai dirinya mendapat kesempatan. Kalau tidak, dia pasti akan membuat Arlo dipermalukan dan menyesal!....Ketika rombongan sampai di lokasi api unggun, api sudah menyala. Banyak pria dan wanita suku Maia yang tampan dan cantik bernyanyi dan menari mengelilingi api, suasananya sangat meriah.Dari kejauhan, Arlo langsung melihat Isyana.Entah siapa yang mendandaninya dengan pakaian khas suku Maia, rok putih dan baju warna-warni dengan perhiasan perak di seluruh tubuh. Cahaya api membuat pipinya tampak kemerahan. Dia bernyanyi bersama para gadis Maia dengan lagu yang tidak dikenal dan di matanya terpancar senyum yang santai.Arlo menatap dari jauh, tanpa sadar matanya terdiam. Dia belum pernah melihat Isyana seperti ini sebelumnya. Di Naldern, Isyana selalu dalam keadaan tegang, jarang sekali menunjukkan sisi yang begitu santai dan alami seperti sekarang."Dasar m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 859

    Arlo berputar. Saat melihat dirinya bisa menghindar, sementara Paula malah akan terkena panah, dia terpaksa menarik wanita itu dengan satu tangan.Tubuh Paula menegang dan dalam sekejap, dia jatuh ke dalam pelukan Arlo.'Sialan!' umpat Paula. Dirinya bahkan belum sempat menyerang, malah sudah dipeluk paksa sama pria berengsek ini? Ini tidak bisa ditoleransi!Paula langsung bersiap membalas, sebagai putri Raja Sihir, mana mungkin dia tidak punya serangga guna-guna pelindung? Namun sebelum dia sempat bergerak, tubuhnya sudah terangkat ke udara, dilempar oleh Arlo ke arah Nirkasa.Pada saat itu, sebuah anak panah melesat melewati posisi Paula tadi, lalu menghantam semak beberapa meter di depan. Energi dahsyatnya langsung meledakkan lubang besar di tanah.Paula dan Nirkasa baru menyadari ada penyerang, wajah mereka langsung berubah drastis.Sementara itu, Arlo sudah menyesuaikan arah. Dengan entakan kaki, dia melesat seperti peluru menuju posisi penyerang. Penyerang di balik pohon itu jela

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 858

    Maksud Raja Sihir sudah sangat jelas, mengusir tamu!Arlo merenung sejenak. Dia pun tidak memaksa dan memutuskan untuk menunggu sampai bertemu Isyana lalu melihat situasinya terlebih dahulu."Urusanku sudah selesai, kita kembali!" Arlo melihat matahari yang sudah terbenam, lalu melambaikan tangan. Sambil berkata demikian, dia langsung melangkah cepat turun gunung. Heidi melirik Paula dan Nirkasa yang masih tertegun, lalu buru-buru menyusul Arlo.Sebelum datang, Heidi sempat membaca di forum internet tentang ilmu sihir wilayah Maia. Dia kemudian bertanya pada Paula apakah semua itu benar.Paula hanya menjawab dengan samar. Hubungan Heidi dan Paula cukup baik, jadi dia mengajak Heidi untuk datang berkunjung. Siapa sangka, baru hari pertama sudah melihat pemandangan seperti ini, sampai hampir membuat jiwanya melayang.Selain itu, Paula jelas mengatakan dia tumbuh di Desa Guting. Namun sejak masuk desa sampai sekarang, sepertinya hanya Nirkasa yang mengenalnya.Keanehan demi keanehan membu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 69

    Mendengar ucapan Arlo, Arman jelas-jelas tidak percaya. Dia mengejek dengan sinis, "Memangnya kamu ngerti barang antik? Cuma bisa ngomong besar!"Arlo mengeluarkan pecahan keramik yang sebelumnya dia temukan bermasalah, lalu menyodorkannya ke tangan Arman. "Buka matamu lebar-lebar, lihat baik-baik!"

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 78

    Semua orang langsung menoleh, tapi tak seorang pun berani buka mulut.Arlo mengerutkan kening. Dia tidak menyangka Renaldi searogan itu, bahkan sampai memukul orang yang tidak sependapat dengannya.Separuh wajah Nico bengkak seketika, tetapi dia tetap tidak berani melawan. Dia hanya berdiri dan berg

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 52

    Saat ini Ericko sudah tidak lagi terlihat sombong seperti sebelumnya. Wajahnya penuh dengan senyum basa-basi, terlihat bahkan lebih ramah daripada Victor yang biasanya berkepribadian lembut. Dia hanya memegang secangkir teh sambil menyengir canggung ke arah Arlo.Isyana terkejut. "Paman, bukannya ta

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 77

    Di telepon tadi, Dina mengatakan bahwa dokumen itu sangat sulit diurus dan perlu banyak cap resmi, jadi dia meminta Isyana keluar agar bisa menjelaskan lebih detail. Namun dari nada bicara senior bernama Nico barusan sepertinya tidak begitu.Dina tetap tampak tenang, lalu berkata dengan nada datar,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status