Teilen

Bab 71

Jayden Carter
Zaki sama sekali tidak percaya Arlo bisa punya pengaruh sebesar ini. "Kak Hendro, pasti ada salah paham, 'kan? Kenapa tiba-tiba jadi begini?" tanyanya sambil memaksa tersenyum.

Namun, Hendro langsung menampar keras wajah Zaki dengan penuh amarah, "Dasar keparat! Kamu sendiri nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan? Kamu nggak sadar siapa yang kamu singgung?"

Zaki menatap tak percaya, lalu menunjuk ke arah Arlo, "Cuma demi si sampah ini, Kak Brandon sampai mau memboikotku?"

Plaaak!

Hendro menampar
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 867

    "Ini benar-benar logika perampok! Pak Jarot, jangan salahkan aku kalau nanti bertindak terlalu kejam!" kata Rickas dengan wajah muram.Arlo tertawa kecil. "Logika perampok? Aku belajar dari kalian kok!"Sambil berbicara, pandangannya menyapu para kepala suku yang hadir, lalu berhenti pada Jarot. Dengan nada arogan, dia berkata, "Kalau ketemu perampok, aku jadi perampok. Kalau ketemu pengkhianat, aku jadi algojo! Jadi, kalian jangan cari masalah denganku!"Kemudian, dia bergumam pelan, "Aku sudah lama nikah dengan istriku, tapi belum pernah kasih hadiah apa-apa. Hari ini siapa pun yang menghalangiku, kepalanya akan kupenggal!"Semua orang memandang Arlo seperti melihat orang aneh. Namun, pada akhirnya tidak ada yang berbicara. Hanya saja, semua merasa heran dengan kepercayaan dirinya.Madan sudah kalah, Nirmala juga menghindari pertarungan. Jelas, mereka sadar Arlo bukan lawan mereka.Nirkasa justru merasa, mau menang ataupun kalah, Arlo tetap pantas disebut pria sejati. Sementara Paula

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 866

    Rickas tertawa puas. "Kalau begitu, besok aku siapkan kontraknya, lalu datang minta tanda tangan para kepala suku! Pak Jarot, nggak masalah, 'kan?"Jarot mana pernah melihat situasi seperti ini? Sejak tadi dia sudah terpaku dan pikirannya melayang entah ke mana.Baru setelah dipanggil, dia sadar kembali. Jelas hatinya sudah mencondong ke prestasi politik. Dia memang ingin mendapatkan investasi asing."Baik. Aku akan bantu koordinasikan kontrak untuk kalian. Tapi aku tegaskan lebih dulu, kalau kalian berbisnis di Doraia, kalian harus mematuhi hukum!""Tentu saja!"Hanya dengan beberapa kalimat, urusan penyewaan itu tampaknya sudah pasti terjadi.Nirkasa dan Paula sama-sama sangat marah. Para anggota Suku Sihir yang hadir juga tampak geram. Masa Gunung Suci benar-benar diserahkan kepada orang asing selama tiga tahun?Saat itulah Arlo tiba-tiba angkat bicara, "Tunggu dulu! Nirmala memang sudah mengaku kalah, tapi aku belum setuju!"Semua orang langsung menoleh ke arah Arlo. Ini wilayah or

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 865

    Nirmala berkata dengan tenang, "Ronde ini dianggap Nirkasa kalah!"Ekspresi Rickas baru sedikit mereda, tetapi dia tetap menatap Arlo dengan penuh kebencian. Setelah pertandingan selesai, dia pasti akan membuat pria itu menanggung akibatnya!"Ronde berikutnya, aku lawan kamu!" Madan yang tadi dipermalukan, langsung melompat kembali dengan marah, menunjuk ke arah Rickas.Nirmala mengatupkan bibir. Serigala Es ini pernah bertarung langsung dengan Dewa Perang Namdo dan hanya kalah tipis. Dia jelas bukan lawan Serigala Es. Sekarang yang bisa maju hanya kakak senior utama, Madan.Rickas mencibir, lalu langsung menciptakan belasan bilah es di udara dan menyerang ke arah Madan. Kali ini Madan sudah memahami pola serangan itu.Terdengar suara benturan yang beruntun, kulitnya yang sudah berwarna perunggu menjadi semakin gelap seperti logam. Semua bilah es itu tertahan.Sihir Kulit Tembaga!Jenis sihir sangat beragam. Ada yang memperkuat diri sendiri, seperti Sihir Kulit Tembaga saat ini.Ada ju

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 864

    Meskipun Bode memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, kelincahannya jelas tidak sebanding dengan Nirkasa. Nirkasa punya taktik dan menguasai ilmu sihir, setidaknya lebih dari dua jenis. Dia jelas bukan lawan sembarangan.Dalam beberapa detik saja, Nirkasa sudah melayangkan lebih dari sepuluh pukulan ke arah Bode dan semuanya ditahan secara langsung. Hanya Arlo yang menggeleng pelan, sama sekali tidak optimistis.Kekuatan Nirkasa mungkin cukup baik, tapi dia kurang pengalaman dalam duel hidup dan mati. Sementara itu, Bode jelas ditempa dari medan seperti itu.Saat ini, dia hanya membiarkan Nirkasa menyerang. Dia tidak bergerak sembarangan karena sedang menunggu kesempatan. Begitu kesempatan itu muncul, dia pasti akan menghabisi lawan dalam satu serangan.Nirkasa menggunakan serangga tidur. Tubuh Bode yang sedang bertahan tiba-tiba melemah, seolah dia bisa tertidur kapan saja.Para penonton langsung terkesima. Nirkasa memanfaatkan momen itu, menggunakan tinju ular untuk menusuk jantung

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 863

    "Hahaha, kalau kalian nggak berani, kami juga nggak memaksa. Soal investasi triliunan itu, kami bisa pelan-pelan bicarakan dengan pihak resmi kalian."Pria asing yang lebih pendek itu menunjukkan rasa percaya diri yang kuat.Jarot berdeham dan berkata, "Nirmala, menurutku kalian harus mempertimbangkan segala hal dengan matang. Nggak bisa hanya memikirkan kepentingan kelompok kecil, harus melihat kepentingan semua orang!"Pranata langsung mengangguk setuju.Lembah Sepuluh Ribu Naga memang tanah suci bagi suku sihir, tetapi tidak semua orang Maia adalah bagian dari suku sihir. Bagi mereka, nilai "tanah suci" itu belum tentu sama.Saking marahnya, Nirmala sampai tertawa kesal, "Bertaruh tanpa harus menanggung kerugian kalau kalah, tapi kalau menang ingin mengambil Lembah Sepuluh Ribu Naga? Orang-orang barat seperti kalian memang sudah terbiasa melakukan bisnis tanpa modal!""Hehe, kalau Nona Nirmala bilang begitu, gimana kalau aku keluarkan 50 juta dolar sebagai taruhan?" tanya pria asing

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 862

    Lalu apa hubungan para orang asing ini dengan Jarot dan Nirmala?Apakah yang mencoba membunuh Arlo tadi memang mereka? Kalau benar, apakah itu untuk mencegahnya mendukung Isyana?Baru tiba di Kota Maia sudah menghadapi begitu banyak hal, Arlo juga merasa sulit memahami situasinya untuk sesaat. Namun, dia tidak terburu-buru. Kalau terus mengikuti perkembangan, semuanya pasti akan jelas.Saat ini, semua perhatian tertuju pada kelompok orang asing yang masuk. Di antara mereka, dua orang di depan yang tampil paling mencolok. Kedua pria itu satunya tampak lebih tinggi daripada yang lainnya.Yang tinggi memiliki wajah khas kebarat-baratan. Selain warna kulitnya, bentuk tubuhnya seperti raksasa. Tingginya hampir dua meter, otot-ototnya kekar, lengan atasnya bahkan lebih besar dari kepala orang biasa.Arlo melirik sekilas. Orang ini tidak lemah, terlihat seperti ahli latihan fisik.Meskipun disebut lebih pendek, pria satunya lagi memiliki tinggi sekitar 180 cm. Dia tersenyum santai saat berkat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 174

    "Mainan seperti ini, orang Doraia adalah leluhur dari kalian!"Para dokter yang hadir belum pernah melihat kejadian seperti ini. Semua langsung terdiam dan menatap Arlo dengan rasa takut bercampur hormat.Arlo mengangkat tangan dan langsung menampar Sonda hingga tersungkur ke lantai. Lalu, dia menol

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 166

    "Ini adalah cincin perunggu induk-anak dari makam seorang jenderal. Untuk mendapatkan cincin perunggu ini, tiga sampai empat pencuri makam tewas. Konon, cincin ini punya kutukan yang aneh!""Ini adalah sendok-kompas emas milik seorang jenderal juga, alat sakral yang wajib dipakai untuk menentukan ti

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 175

    "Tiga tahun lalu, di bar, kamu menyebarkan kabar kepada sekelompok pelaku kriminal keliling yang akhirnya menyebabkan Keluarga Antasari dibantai. Aku cuma ingin tahu awal dan akhir kejadian itu."Setelah berkata demikian, Arlo menatap Terry dengan sorot tajam dan menekan.Terry yang tadi masih menya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 176

    Arlo sudah memikirkan sangat lama, tetap saja tidak tahu sebenarnya apa yang sedang dicari. Di matanya, kedua orang tuanya hanyalah orang biasa. Meskipun ada beberapa barang koleksi yang cukup berharga, tetapi nilai itu tidak cukup untuk membuat Keluarga Sriwandi memasang jebakan."Seret dia keluar

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status