Share

Bab 191

Author: Jayden Carter
Arlo menatap Zaki dengan ekspresi datar, lalu menyalakan sebatang rokok dan mengisapnya beberapa kali. Zaki merasa beberapa detik itu seperti berjam-jam lamanya. Perasaan takut karena nasibnya berada di tangan orang lain membuat seluruh tubuhnya gemetar.

"Keluarga Sriwandi sebenarnya lagi cari apa?"

Arlo akhirnya membuka mulut.

Zaki awalnya sempat berseri-seri karena asalkan Arlo mau bicara, berarti masih ada harapan. Namun setelah mendengar pertanyaannya, wajahnya langsung berubah pucat. "Aku b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 962

    Dhira mengelus janggut putihnya, lalu mengangguk. "Memang cukup bagus."Kaisan langsung berseri-seri. Dia segera memerintahkan orang untuk menampilkan tayangan dari gua bawah tanah.Tak lama kemudian, layar raksasa di salah satu sisi stadion menampilkan para dokter yang sedang meracik pil di bawah tanah."Para alkemis dalam Konferensi Pengobatan Tradisional kali ini memang cukup berkualitas. Lihat dua orang itu, mereka meracik Pil Pelindung Organ. Meskipun hanya pil tingkat rendah, langkah-langkah mereka sangat teratur!""Dokter Santo memilih Pil Pembersih Sumsum! Sepertinya dia cukup percaya diri!""Di mana Arlo?"Tak lama kemudian, semua orang melihat Arlo mengeluarkan Pil Energi dari tungkunya."Arlo meracik Pil Energi?""Pfftt .... Bagas, jangan-jangan bocah yang kamu banggakan itu sedang mempermainkan kita?"Dibandingkan Pil Pembersih Sumsum, Pil Energi memang berada beberapa tingkat di bawahnya.Bagas hanya mendengus dingin. Meskipun tidak tahu apa yang sedang direncanakan Arlo,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 961

    Azriel tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja Dokter Gonzali! Arlo juga cukup bagus, hanya saja dia masih terlalu muda. Ke depannya, masa depannya pasti cerah. Tapi untuk saat ini .... Hahaha ...."Azriel adalah menantu Keluarga Kushanto dan bisa dianggap sebagai salah satu tokoh dengan kedudukan tertinggi di keluarga itu.Bagas mengetahui konflik antara Arlo dan Keluarga Kushanto. Dia mendengus sinis. "Kalau kamu begitu yakin, gimana kalau kita bertaruh?""Bertaruh apa?" tanya Azriel sambil menatap Bagas dengan senyuman tipis."Kalau Arlo menang, kamu berutang budi padaku. Kalau Arlo kalah, aku yang berutang budi padamu." Bagas berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Orang yang berutang budi harus memenuhi satu permintaan pihak lain dan nggak boleh menolak. Tentu saja, selama nggak merugikan kepentingan negara."Azriel sedikit mengernyit, lalu tertawa pelan. "Ternyata kamu benar-benar percaya pada Master Arlo ya."Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Oke, aku terima taruhan ini. Na

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 960

    Kebetulan sekali, posisi Gonzali berada tepat di samping Arlo. Jarak di antara mereka bahkan tidak sampai dua meter.Gonzali melirik Arlo, lalu bertanya, "Kurasa kamu nggak pernah membayangkan ada orang yang bisa menguraikan resep pilmu ya?"Arlo mengernyit.Gonzali tersenyum tipis dengan wajah penuh kemenangan. "Aku harus berterima kasih padamu. Kamu sudah buat Pil Energi dan Pil Pemelihara Energi begitu terkenal. Hari ini, begitu aku mengalahkanmu, Sekte Vitalitas bisa perlahan-lahan merebut pasarmu.""Kamu tahu kenapa kamu kalah? Karena kamu terlalu suka mencari perhatian! Kamu pikir di dunia pengobatan tradisional nggak ada orang hebat?""Kamu juga nggak perlu khawatir. Dengan kemampuanmu, ke mana pun kamu pergi, kamu tetap bisa lebih unggul dibanding orang lain. Anggap saja kali ini aku kasih kamu pelajaran supaya kamu ngerti bahwa semakin tinggi pohon, semakin kencang pula anginnya. Rendah hati jauh lebih baik!"Arlo menggeleng sambil berkata dengan datar, "Menang dulu baru bicar

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 959

    Sepanjang pagi, Gonzali dan Santo mengikuti seluruh rangkaian perlombaan, mulai dari peracikan resep, teori farmakologi, akupunktur, hingga terapi tulang.Dibandingkan Gonzali, Santo terlihat lebih unggul dalam hal cakupan kemampuan. Dia menunjukkan performa luar biasa di bidang peracikan resep, farmakologi, dan akupunktur.Sementara itu, Gonzali tampaknya lebih unggul dalam bidang farmakologi dan pembuatan pil. Setidaknya, keberhasilannya meracik Pil Energi di depan umum telah membuatnya menjadi pusat perhatian.Setelah melalui kompetisi sepanjang pagi, selain Gonzali dan Santo, ada lima ahli pengobatan lain yang berhasil menonjol dari peserta lain.Hanya saja, di antara kelima orang itu, tiga orang hanya mahir dalam ilmu pengobatan biasa dan tidak memahami ilmu pembuatan pil. Karena itu, mereka tidak akan mengikuti babak final sore hari dalam kategori meracik pil.Saat jeda makan siang, Arlo mengajak kedua wanita itu bersama Leonard dan Harto keluar untuk makan seadanya.Sementara it

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 958

    Setelah Kaisan pergi, barulah orang-orang mengetahui bahwa Arlo adalah master yang menciptakan Pil Energi. Mereka pun menoleh dan memandangnya dengan sorot mata berbeda.Jelas sekali, Gonzali berani memperlihatkan kemampuan itu karena dia masih memiliki pilihan yang lebih hebat untuk babak final.Jadi, babak final ini bisa dibilang sebagai pertarungan antara Arlo dari Hareast, Gonzali dari Sekte Vitalitas, dan Santo dari Lembah Raja Obat, bukan?Orang-orang terus berbisik-bisik dan berdiskusi."Menurut kalian, antara Master Arlo dan Dokter Gonzali, siapa yang akan menjadi juara hari ini?""Aku nggak kenal Master Arlo, yang kutahu cuma Dokter Gonzali!""Aku dengar Master Arlo adalah orang yang pernah berkata dalam siaran langsung bahwa dia akan membawa pengobatan tradisional melawan pengobatan barat sampai akhir!""Siaran langsung? Anak-anak muda zaman sekarang memang suka cari sensasi dan pamer. Aku lebih menjagokan Dokter Gonzali!""Karena Dokter Gonzali berani membongkar rahasianya d

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 957

    Di atas panggung, Gonzali terlebih dahulu mengikuti pertandingan kelompok farmakologi.Pemahamannya tentang obat-obatan dan penggunaannya sangat mendalam. Dia mampu menyembuhkan maupun meracuni. Saat membahas kitab dan teori farmakologi, dia sangat fasih."Yang itu adalah putra kepala Lembah Raja Obat, dokter nasional utama yang menjadi andalan Aula Dokter Nasional di ibu kota. Orang-orang memanggilnya Dokter Sakti Santo!"Stella menunjuk pria paruh baya berjubah panjang yang sedang berdebat tentang teori farmakologi dengan Gonzali di atas panggung sambil memperkenalkannya kepada Arlo."Menurut Master Arlo, gimana kemampuan mereka berdua?" tanya Stella sambil tersenyum.Arlo mengangkat dagunya. "Pemahaman kedua orang ini tentang farmakologi memang sudah berada di tingkat kelas atas. Mulai dari catatan kitab kuno, pemahaman pribadi, hingga komposisi resep, semuanya memiliki pandangan dan pemikiran unik masing-masing."Stella mengangguk. Arlo memang berbicara apa adanya. Sambil tersenyum

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 441

    Awalnya Omran meminta Arlo untuk membantu karena kejadian itu terjadi terlalu mendadak dan dia tidak punya pilihan yang lebih baik. Kebetulan anak buahnya menyebutkan bahwa Arlo sedang berada di Paviliun Surgawi, dan sempat dengan mudah memecahkan ilusi relik suci. Karena itulah Omran akhirnya terpa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 448

    Sambil berbicara, keduanya keluar dari halaman kecil. Mereka mengira Thariq sudah lama pergi, tetapi ternyata dia justru menunggu di depan pintu.Jelas, dia sedang menunggu Arlo."Pak Arlo, aku ada beberapa patah kata yang entah pantas diucapkan atau nggak," kata Thariq. Keangkuhan di matanya sudah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 447

    Matanya membelalak kaget, tubuhnya gemetar ketakutan. Dalam catatan Gunung Naga Harimau, tertulis bahwa mahaguru dapat memanggil Petir Dewa Sembilan Langit dengan mantra dan segel hukum untuk memusnahkan segala makhluk jahat dan roh ganas.Namun, mahaguru yang tercatat dalam kitab-kitab itu bukanlah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 444

    Wajah Rolan langsung berubah drastis. Dia mempertanyakan dengan nada tajam, "Omran, bocah ini mewakilimu?"Omran mengangkat alis, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum penuh arti. "Orang yang kubawa, tentu mewakili keluargaku."Wajah Rolan tampak tegang. "Bagus! Sangat bagus!""Semoga kamu nggak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status