FAZER LOGIN"Mahaguru Pengendali Mantra dari Keluarga Candra, Leluhur Wiraga, telah datang!"Entah siapa yang berteriak lebih dulu, semua orang langsung menoleh dengan wajah penuh hormat dan kagum.Saat Keluarga Candra sudah ketakutan karena Arlo membantai para junior mereka, salah satu dari tiga grandmaster Keluarga Candra, Mahaguru Pengendali Mantra, akhirnya muncul!Suaranya berasal dari rumah Keluarga Candra yang berjarak ratusan meter, tetapi terdengar jelas seolah bergema di telinga semua orang.Sesosok tubuh melayang, bagaikan dewa yang turun ke dunia. Jubah panjang berwarna hijaunya berkibar tertiup angin. Di tangannya tergenggam Mutiara Surgawi Lima Petir. Dalam sekejap, langit pun berubah warna karena awan-awan terseret oleh kekuatannya.Semua orang yang hadir tak kuasa menahan decak kagum. Grandmaster Keluarga Candra benar-benar pantas menyandang nama besarnya! Siapa yang tidak terpukau oleh teknik angin dan petir seperti itu?Seluruh anggota Keluarga Candra serempak berlutut, seolah me
Pada saat itu juga, Formasi Pedang Naga yang dikerahkan bersama oleh para ahli semi-grandmaster itu justru meledakkan kekuatan energi sejati yang setara dengan seorang grandmaster.Auranya bahkan sebanding dengan saat Zaem bertarung."Formasi pedang yang luar biasa!""Seperti inilah keluarga bela diri besar seperti Keluarga Candra. Mereka benar-benar memiliki berbagai macam teknik dan fondasi yang mengerikan!""Kalau aku menghadapi formasi pedang itu, seratus kali pun aku pasti mati!"Di tengah kerumunan, ada yang berseru kagum, ada pula yang terkejut. Bisik-bisik penuh rasa penasaran terdengar di mana-mana. Semua orang membelalakkan mata, menatap ke arah medan pertempuran tanpa berkedip. Mereka ingin melihat bagaimana Arlo akan menghadapinya."Tebas lagi!"Ekspresi Arlo tetap datar saat kembali mengayunkan pedangnya.Kali ini, cahaya merah dan abu-abu yang tampak biasa itu kembali melesat turun. Naga raksasa yang terbentuk dari Formasi Pedang Naga langsung tercerai-berai dalam sekejap
Tak seorang pun tahu sejak kapan sebuah pedang telah muncul di tangan Arlo.Namun begitu pedang itu diayunkan, cahaya pedang berkelindan bagaikan bayangan. Energi pedang terjalin di udara membentuk sebuah jaring besar yang kemudian berubah menjadi pelindung. Dalam sekejap, seluruh serangan teknik menghantam jaring cahaya pedang itu.Boom!Energi yang tersimpan dalam berbagai teknik itu meledak dan bertabrakan dengan jaring energi pedang. Pelindung itu langsung bergetar hebat, seolah akan hancur kapan saja."Hah! Cuma pelindung energi sejati, mana mungkin bisa menahan serangan ini!" Ando mencibir.Bukan karena dia bodoh atau terlalu percaya diri. Dalam serangan tadi, seluruh praktisi teknik menggunakan pusaka. Pusaka serangan bukan hanya memungkinkan teknik dilepaskan seketika, tetapi juga meningkatkan kekuatannya secara drastis.Setiap praktisi teknik yang dibawanya memegang satu pusaka serangan. Ini bukan sekadar gabungan lebih dari sepuluh Master Pertapa, melainkan hasil warisan ratu
Lalu memangnya kenapa?Dunia bela diri bahkan lebih kejam daripada dunia biasa. Yang kuat memangsa yang lemah.Keluarga Candra kuat, sehingga mereka memiliki hak untuk bertindak seperti itu. Kalau Arlo mau mengalah, menerima ajakan Keluarga Candra, lalu menetap di sana, bukankah itu juga sebuah pilihan?Namun dengan sikap sekeras ini, tidak akan ada lagi ruang untuk berdamai."Untuk apa terus membuang waktu bicara dengannya? Karena dia sendiri yang datang ke sini, jangan salahkan Keluarga Candra karena menang jumlah! Tangkap saja dia dan selamatkan Jahara!"Ando mencibir sambil memberi isyarat kepada belasan ahli semi-grandmaster Keluarga Candra untuk mengepung Arlo.Kakak beradik dari Keluarga Budiono sama-sama tercengang.Julia berseru, "Aku sudah pernah melihat orang nekat, tapi belum pernah melihat orang senekat ini!"Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah para praktisi bela diri Keluarga Candra segera menangkap Arlo dengan jumlah mereka yang begitu banyak dan menyelamatkan Ka
"Sheila adalah putri Keluarga Margono. Dia datang ke Keluarga Candra sebagai tamu bersama keluarganya. Keluarga Candra sama sekali tidak pernah berniat menyanderanya.""Ucapan yang beredar sebelumnya juga hanya bertujuan mengundang Master Arlo datang berkunjung. Hanya saja telah dipelintir oleh orang luar."Pria tua berjubah hitam itu tetap tenang. Kalimat demi kalimat yang diucapkannya berhasil menghapus semua tuduhan yang dilontarkan Arlo seolah tidak pernah ada.Arlo mencibir, "Kalau begitu, sekarang aku sudah datang. Apa yang ingin Keluarga Candra bicarakan denganku?"Pria tua berjubah hitam itu tetap tanpa menunjukkan perubahan ekspresi, lalu berkata perlahan, "Keluarga Candra bersedia memperlakukan Master Arlo sebagai tamu kehormatan, setara dengan leluhur kami, dan menerima penghormatan dari seluruh anggota Keluarga Candra.""Kami juga bersedia menghadiahkan 30 persen aset Keluarga Candra kepada Master Arlo. Di dunia luar, Keluarga Candra pun bersedia berdiri di pihak Master Arl
Setelah Arlo secara terang-terangan menantang Keluarga Candra.Seluruh kediaman Keluarga Candra, beserta para praktisi bela diri di sekitarnya, langsung gempar.Di dalam kompleks keluarga itu, tampak sosok demi sosok memelesat ke udara. Tak terhitung banyaknya praktisi bela diri Keluarga Candra berhamburan keluar.Ibob dipenuhi keterkejutan, sementara Julia antara marah dan syok.Saat ini, Arlo bagaikan pedang tajam yang baru terhunus. Auranya menjulang tinggi, ketajamannya terpancar jelas dan langsung menusuk pandangan semua orang. Wibawanya yang meremehkan semua orang, membuat siapa pun tak berani menatapnya lama.Jadi ... inikah Raja Hareast, Arlo?Benar-benar memancarkan aura penguasa!Kata pertama yang tanpa sadar muncul di benak semua orang adalah "berwibawa"."Kamu ... beraninya kamu bersikap sesombong ini!"Javian gemetar karena marah, tetapi tetap tak berani maju walau hanya selangkah.Keluarga Candra sudah menerima kabar bahwa Arlo telah membunuh Sadali beserta putranya, sert
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







