Share

Bab 199

Author: Jayden Carter
Luwandi menatap Arlo dengan penuh ejekan. "Kamu bahkan nggak tahu asal-usul ilmu bela diri keluarga kami, tapi berani memberi penilaian sembarangan!"

"Belum bicara soal kemampuanmu yang cuma lumayan, bahkan kalau kamu seorang ahli energi dalam atau semi-grandmaster sekalipun, kamu tetap nggak layak mengomentari ilmu bela diri Keluarga Kardinegara."

"Kemampuan mengobati nggak ada, kemampuan mengarang bebas malah luar biasa!"

Ilmu bela diri Keluarga Kardinegara adalah warisan leluhur, kemudian men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 629

    Pemuda itu melihat Arlo masuk. Kilatan kewaspadaan melintas di matanya. Dia mengeluarkan kartu identitas dari sakunya."Aku Krisno, dari Departemen Urusan Luar Kemiliteran Provinsi Hareast."Arlo melirik sekilas kartu identitas itu, lalu merespons, "Terus?"Krisno mengerutkan kening dan berkata, "Sheila yang menyuruh orang memukul lebih dulu. Aku hanya menjalankan tugas sesuai hukum!""Mm. Pasal mana yang memberimu hak untuk menutup toko?" tanya Arlo balik.Krisno tetap tenang, bahkan tidak menunjukkan sedikit pun niat mengalah. "Beberapa orang Gorasa ini adalah personel pendamping dalam kompetisi militer kali ini. Mereka memiliki identitas khusus!""Lagi pula, sekalipun terjadi perselisihan, nggak seharusnya main hakim sendiri. Jadi aku punya alasan untuk meragukan motif Sheila. Menutup toko sementara sambil menunggu penyelidikan juga wajar."Arlo hanya bersuara singkat, lalu tertawa sinis. "Jadi, kamu bermain tuduhan tanpa bukti denganku?"Krisno menghindari tatapan Arlo dan melanjut

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 628

    Setelah mendengar apa yang dikatakan orang di telepon, wajah Sheila menjadi agak dingin. Dia segera berjalan cepat menuju lantai bawah.Di lantai dua adalah ruang pameran lukisan dan kaligrafi. Saat ini, seorang staf wanita yang mengenakan gaun tradisional berdiri di sana dengan wajah memerah. Matanya dipenuhi air mata. Dia tampak panik dan tidak tahu harus berbuat apa.Empat atau lima orang Gorasa berbicara dalam bahasa asing yang tidak jelas. Mereka menarik-nariknya sambil tertawa, tatapan mereka sangat mesum.Petugas keamanan bergegas datang dan baru saja membuka mulut. "Pak, jangan begitu ...."Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, salah satu orang Gorasa langsung mengangkat tangan dan menampar wajah petugas keamanan itu. "Bodoh! Kamu kira kamu siapa?"Petugas keamanan itu ditampar hingga tertegun. Namun, bekerja sebagai petugas keamanan di tempat ini, dia tahu bahwa orang-orang yang datang untuk berbelanja di sini kebanyakan adalah orang kaya atau berkuasa.Wajahnya memerah. Sete

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 627

    Afdhal memeluk kotak kardus itu dan kembali ke mobil."Apa ini?" tanya Vino, sopir sekaligus orang kepercayaan Afdhal.Afdhal mengelus dagunya, lalu berkata dengan suara berat, "Ini tugas yang diberikan oleh Master Antasari kepadaku."Setelah itu, dia mengulang perkataan Arlo kepada Vino.Vino langsung memutar bola matanya. "Master Antasari ini benar-benar licik. Bukankah ini sama saja dengan memerasmu?""Memerasmu, tapi bahkan nggak memberimu penawar racun! Kak, menurutku orang ini nggak berbeda dengan para tokoh besar berhati jahat itu! Lebih baik kita cari jalan lain saja!"Sebagai orang kepercayaan, dia sangat tahu bahwa 20 miliar lebih itu bisa dibilang adalah setengah dari seluruh harta Afdhal. Toh Afdhal tidak disukai Keluarga Jayadi.Afdhal tersenyum. "Nggak apa-apa. Racunnya belum bekerja, hanya wajahku saja yang terlihat pucat. Sepertinya untuk sementara nggak akan membahayakan nyawa.""Dengan kekayaan Master Antasari, kalau dia benar-benar ingin memeras orang, dia nggak akan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 626

    "Aku nggak ingin menjadi tukang bersih-bersih, nggak ingin hidup di dalam kegelapan! Aku ingin menjadi orang yang bermartabat, menjalankan bisnis yang terhormat! Tapi Ibrahim nggak mau memberiku kesempatan itu. Dia hanya ingin aku menjadi bayangan Felix, terus membantunya!"Sampai di sini, Afdhal berhenti sejenak, lalu mengangkat kepalanya dan menatap Arlo. "Ibuku ... mati di tangan orang-orang Keluarga Jayadi!"Arlo hanya merespons dengan singkat, "Oh."Di dalam keluarga besar, hal seperti ini sebenarnya tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Dia kira-kira sudah bisa menebak apa yang terjadi.Ibrahim menghabiskan waktu bersenang-senang di luar, sampai menghamili anak orang. Keluarga istri sahnya memiliki kekuatan yang cukup besar.Pada akhirnya, sang ibu disingkirkan, anaknya dipelihara. Anak haram itu kemudian dijadikan alat bagi putra sah. Semakin kaya seseorang, semakin mudah mereka memainkan praktik gelap ala kaum bangsawan feodal seperti itu."Aku nggak memelihara orang nggak berg

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 625

    Yusuf sangat gembira setelah Arlo menyetujuinya, bahkan kegembiraan itu bercampur sedikit rasa bangga. Bahkan Brandon pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.Tak disangka, Yusuf benar-benar berhasil memperjuangkan hak distribusi Air Suci untuknya! Kesempatan seperti ini adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh banyak tokoh besar.Jika dilihat dari kekuatan, Keluarga Raharjo sebenarnya sama sekali belum memenuhi syarat untuk menjadi agen Air Suci!Sheila memandang dua orang dari Keluarga Raharjo yang tampak seperti baru saja mendapatkan harta karun. Di dalam hatinya, dia hanya bisa menggeleng pelan dan merasa sayang pada mereka.Banyak orang mengatakan bahwa pilihan lebih penting daripada usaha. Kalimat itu terasa sangat tepat untuk situasi saat ini. Yusuf sudah sangat "berusaha" menciptakan kesempatan sehingga Arlo mau muncul di "meja perundingannya".Arlo juga sudah memberikan mereka sebuah kesempatan. Sayangnya, mereka memilih untuk menolaknya. Setelah keluar dari rumah Keluarga

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 624

    Sheila mencibir. "Sudahlah, Pak Yusuf. Sandiwara begini sudah nggak ada artinya sekarang."Brandon juga merasa malu sampai wajahnya memerah. Dia meminta Yusuf menyimpan kembali cek itu. "Pak Arlo bersedia datang kali ini sepenuhnya karena permintaan Bu Sheila."Vior dan Naufal sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Mereka hanya menatap dengan bingung.Arlo langsung memotong basa-basi itu dan berkata terus terang, "Pak Yusuf mengundangku untuk mengobati penyakit hanyalah salah satu alasan. Sepertinya masih ada hal lain. Lebih baik langsung saja."Wajah Yusuf sedikit menunjukkan keterkejutan. Ketajaman Arlo benar-benar di luar dugaannya. Bahkan Brandon pun tidak menebak maksudnya. Dia melihat ke arah Brandon dan benar saja, wajah pemuda itu penuh kebingungan.Yusuf pun tidak berbelit-belit lagi dan langsung berkata, "Master Antasari benar-benar luar biasa. Kemampuan dan caramu bertindak sangat mengagumkan. Aku akan bicara terus terang.""Di bawah tekanan Keluarga Sinaga, bisnis per

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 163

    Begitu berwibawa. Begitu dominan. Sheila yang seperti ini benar-benar tampak bersinar, seolah seluruh tubuhnya memancarkan cahaya.Semua orang menoleh menatap Adrian.Hati Adrian langsung mencelos. Arlo ternyata punya hubungan dengan Sheila. Apakah orang yang ditemui anaknya waktu itu juga Sheila? D

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 155

    "Sialan!" maki pria bercodet.Kaki Lidya lemas sehingga dia hampir jatuh ke tanah. Arlo itu memang pria berengsek! Dia benar-benar tidak berperikemanusiaan!Sudah jelas orang-orang ini datang untuk mencari masalah dengan Arlo. Alhasil, Lidya yang tertimpa masalah. Kenapa dia datang untuk mencari Arl

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 157

    Isyana membalas dengan ekspresi canggung, "Kamu tahu bukan itu maksudku."Arlo menimpali dengan datar, "Sheila yang mengundangku."Entah kenapa, Isyana cemburu mendengar Arlo diundang Sheila. Dia refleks menjelaskan karena tidak ingin Arlo salah paham, "Arman dan Ramos datang ke rumah untuk membicar

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 154

    Luke meneruskan dengan ekspresi iri, "Katanya semua tamu yang datang hari ini berstatus tinggi. Bahkan petinggi seperti Pak Maulana juga datang. Ada baiknya kalau bisa pergi untuk menambah wawasan. Pak Arman dan Pak Ramos memang punya banyak koneksi."Luke menambahkan, "Aku rasa orang seperti Arlo n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status