LOGINDi sisi lain, Valden sedang berada di vilanya sendiri sambil berbincang dengan seorang pendeta berjubah panjang."Tuan Valden, tenang saja. Selain guruku yang merupakan ketua Gunung Naga Harimau dan paman guruku yang bernama Mohit, akulah yang paling mahir dalam hal ilmu sihir dan teknik spiritual di Gunung Naga Harimau.""Guru sangat menyayangiku. Waktu turun gunung kali ini, Guru bahkan ngasih aku pusaka pelindung. Aku memang nggak berani membual, tapi aku punya cara untuk mengharapi grandmaster tenaga transformasi tingkat tiga ataupun praktisi sihir tingkat sejati."Mendengar hal itu, Valden mengangguk puas."Mendengar perkataan Master, aku jadi tenang. Selama beberapa hari ke depan, aku mohon Master tetap berada di sisiku dan melindungi keselamatanku."Valden benar-benar merasa ketakutan karena Arlo. Meskipun sudah menerima jimat pelindung dari Kanz, dia masih belum merasa aman. Oleh karena itu, dia mengundang seorang ahli dari Gunung Naga Harimau bernama Marshal untuk melindunginy
Dalam pandangan mereka, Arlo bertindak terlalu nekat dan berani. Cepat atau lambat, dia pasti akan menimbulkan masalah besar. Misalnya saja, seperti yang terjadi saat ini.Bekerja sama dengan orang seperti itu terlalu berisiko.Saat ini, situasi internal Sekte Vitalitas sedang mengalami perubahan besar. Ini adalah kesempatan yang sangat baik baginya untuk naik ke posisi yang lebih tinggi. Namun setelah naik jabatan, mana mungkin dia rela jika hanya menjadi alat bagi orang lain?Melihat situasi itu, Kamil menjadi sangat cemas. Semua yang hadir adalah orang-orang berpengalaman. Siapa yang tidak tahu bahwa semua orang memiliki perhitungannya sendiri dalam hati masing-masin?Sekte Vitalitas bisa mendapatkan kesempatan seperti sekarang sepenuhnya karena kemurahan hati Dewa Militer. Jika mengikuti watak Arlo, mana mungkin dia memberikan kesempatan seperti ini?Kamil melangkah maju dan memberi salam kepada Sean."Pak Sean, karena kita sudah menyetujui masalah ini sebelumnya, sebaiknya jangan
Axelo membelalak. Dia benar-benar tidak menyangka Arlo akan berani bertindak sejauh ini.Bukan saja membunuh Kanz, pengawal Keluarga Prijaya, di depan umum, sekarang bahkan berniat menjadikannya sandera?"Arlo, aku keturunan langsung Keluarga Prijaya! Aku bukan seperti Bimala yang nggak dianggap penting itu. Kalau kamu berani menyentuhku, kamu ...."Krak! Arlo menendang lutut Axelo."Aaaah!" Axelo mengeluarkan teriakan memilukan. Dalam sekejap, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Kebencian di matanya tidak bisa disembunyikan."Arlo, aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu ...." Secara refleks, dia memaki dengan marah.Balasannya adalah kaki satunya lagi dihancurkan. "Kalau kamu masih bisa memahami bahasa manusia, telepon orangmu dan suruh mereka antar barang itu ke sini.""Kalau nggak paham bahasa manusia, aku akan patahin tangan dan kakimu dulu, lalu rontokkan gigimu, hancurkan wajahmu, dan gantung tubuhmu di gerbang Keluarga Kushanto!"Nada bicara Arlo santai saja. Namun, se
"Paman Kanz!" Begitu melihat pengawal pribadinya, Axelo langsung merasa jauh lebih tenang.Aura di tubuh Kanz sedang memuncak. Saat Axelo berhadapan dengan Arlo tadi, Kanz sebenarnya sudah diam-diam memasang formasi di seluruh aula.Kini, wajahnya suram saat berkata, "Master Arlo, mohon jangan bertindak gegabah."Arlo menyipitkan mata. Formasi perpindahan ruang yang hebat. Meski hanya memindahkan posisi setengah meter, dalam dunia praktisi sihir, formasi perpindahan ruang adalah salah satu yang paling sulit dibuat. Material yang dibutuhkan juga merupakan yang paling mahal.Praktisi biasa bahkan tidak mampu mengumpulkan bahan-bahannya. Hanya keluarga bangsawan papan atas yang memiliki kemampuan seperti itu."Jadi, si bajingan ini berani bertingkah di sini karena mengandalkanmu?" tanya Arlo sambil mencibir.Kanz berkata dengan datar, "Aku nggak berniat menjadi musuhmu. Aku cuma menerima bayaran untuk menyelesaikan masalah bagi orang lain. Kalau kamu ingin menyentuhnya, itu nggak bisa kub
Axelo mencibir. "Master Arlo sudah bilang dari awal kalau Pil Jiwa nggak dijual. Aku juga nggak punya pilihan, jadi terpaksa minta seorang senior untuk turun tangan.""Siapa sangka Master Arlo memang nggak mau menjualnya, tapi bersedia memberikannya kepada keluarga-keluarga bangsawan seperti kami.""Bahkan ginseng ribuan tahun yang sudah disepakati sebagai barang barter pun nggak mau diterima. Sampai-sampai aku jadi merasa nggak enak hati. Benar begitu, Dokter Leonard?"Wajah Leonard langsung memerah. Untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjelaskan dari mana.Arlo mengangguk pelan. "Jadi, kamu memang nggak pernah menyerahkan ginseng ribuan tahun itu kepada Leonard?""Dokter Leonard sendiri yang bersikeras nggak mau menerimanya. Aku paham, sekarang kamu sudah punya beban sebagai seorang master. Nggak enak kalau terang-terangan kasih hadiah, jadi harus lewat perantara.""Benar begitu, Dokter Leonard?" Axelo sengaja berkata begitu. Barang yang di depan umum dikatakan tidak dijual, ternyata
Melihat Leonard terus-menerus memberi isyarat dengan mata, Kamil merasa bingung. Namun, dia tetap berkata kepada Arlo, "Pak Arlo, gimana kalau aku kenalin dulu ke pengurus yang lain?"Kali ini bukan hanya Arlo, bahkan Sheila dan Fellis pun merasakan ada sesuatu yang tidak beres.Arlo tersenyum tipis, tidak membongkarnya, lalu mengangguk setuju.Kamil berjalan di depan sebagai penunjuk jalan. Leonard mencari alasan untuk menariknya ke samping, lalu menceritakan soal Pil Jiwa yang dirampas."Ini gawat sekali. Aku tahu siapa Axelo itu, Tuan Muda Keluarga Prijaya dari ibu kota. Keluarga mereka memiliki hubungan pernikahan dengan Keluarga Kushanto di Kota Aramaya.""Jaringan di belakang Keluarga Prijaya sangat rumit. Kudengar mereka juga memiliki hubungan pernikahan dengan beberapa keluarga bangsawan besar di ibu kota. Mengusik satu pihak berarti mengguncang semuanya."Mendengar itu, kulit kepala Leonard langsung merinding. Pantas saja Bagas sampai merasa gentar setelah mendengarnya.Keluar
'Mobil mewah apanya? Dibandingkan Rolls-Royce yang pernah dikendarai Kak Arlo sebelumnya, ini mah cuma rongsokan!'Namun, demi menjaga harga diri sepupunya, Mutia tetap menanggapi asal-asalan, "Ya, lumayanlah."Daniel langsung bengong. Ada apa ini sebenarnya?Isyana tidak memberinya kesempatan untuk
Begitu kata-kata itu terucap, dua perempuan di seberang langsung terpaku, menatap Arlo tanpa berkedip. Wajah mereka penuh ketidakpercayaan."Dan itu belum semuanya! Aku sangat kaya. Kebanyakan pasien yang kutangani adalah para konglomerat dan tokoh besar. Biaya konsultasi bisa mencapai miliaran. Dem
Arlo tersenyum kecut dan berkata, "Bukan masalah besar, aku bisa mengatasinya."Mutia menggeleng dengan keras kepala. "Nggak, Kak Arlo. Masalah ini terjadi karena aku. Kalau bukan karena aku, semua ini nggak akan terjadi."Setelah berkata begitu, dia menoleh dan bersikap manja sambil berpura-pura me
Mahira meluapkan semua amarahnya pada sang kakak. "Lapor polisi? Lihat saja sikap mereka yang begitu pongah. Memangnya mereka takut polisi? Semua ini gara-gara ulahmu yang ceroboh, sampai menyeret keponakanku juga!"Mahira mendorong kakaknya keras-keras, lalu berteriak, "Sudah! Jangan pukul lagi! Ja







