Share

Bab 302

Author: Jayden Carter
Mahira meluapkan semua amarahnya pada sang kakak. "Lapor polisi? Lihat saja sikap mereka yang begitu pongah. Memangnya mereka takut polisi? Semua ini gara-gara ulahmu yang ceroboh, sampai menyeret keponakanku juga!"

Mahira mendorong kakaknya keras-keras, lalu berteriak, "Sudah! Jangan pukul lagi! Jangan pukul lagi! Nanti bisa mati!"

Wabil melambaikan tangan dengan pongah. Anak buahnya pun menghentikan pemukulan sepihak terhadap Daniel.

Dia berjalan ke depan Daniel, lalu meludahi wajahnya. "Masih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
samuel siahaan
makin lama makin bete bet sama aplikasi ini. beda sama aplikasi sebelah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 903

    Arlo masuk ke Kuil Dewa Sihir dengan langkah besar tanpa rasa takut sedikit pun!Begitu masuk, pintu kuil langsung tertutup dengan keras.Di tengah kegelapan, begitu Arlo baru berdiri tegak, dia merasakan angin dingin menerpa wajahnya. Terlihat dua jari putih ramping membentuk pedang jari, muncul dari kehampaan dan menusuk ke arah tenggorokannya.Arlo merasa belum pernah melihat jurus seaneh ini sebelumnya. Gerakan dua jari itu terlihat sangat lambat, lintasannya pun jelas, tetapi anehnya tetap terasa seperti muncul begitu saja dari udara kosong dan mustahil menangkap arah awal serangannya.Dia sedikit memiringkan leher untuk menghindar, tetapi alisnya justru semakin berkerut.Pada detik berikutnya, dua lilin di bawah altar tiba-tiba menyala. Di bawah altar itu, seorang wanita Suku Maia berusia sekitar 40-an yang sedang duduk bersimpuh memandang Arlo sambil tersenyum samar.Arlo mengucek matanya. Bukankah Raja Sihir yang dilihatnya terakhir kali adalah nenek tua renta? Wanita di hadapa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 902

    Mata Madan berkilat kagum sesaat. Benar-benar orang yang sangat teliti!Arlo masih terus berbicara, "Panah itu juga menarik sekali. Memang salah satu tujuan Organisasi Sembilan Ular kali ini adalah membunuhku, tapi tindakan itu juga membuat keberadaan mereka terbongkar lebih cepat. Karena kesal, aku sampai hajar mereka habis-habisan.""Lalu soal Organisasi Sembilan Ular, entah mereka berhasil mendapat investasi atau nggak, mereka tetap akan masuk ke Lembah Sepuluh Ribu Naga. Begitu masuk, mereka pasti akan dimusnahkan.""Mm, sebenarnya semua ini memang nggak ada hubungannya denganku. Tapi kalian berkali-kali menjadikan aku sebagai senjata dan tameng!"Madan menyipitkan mata, lalu berkata dengan datar, "Semua analisismu itu cuma berlaku kalau memang kami menolak reformasi desa dan nggak mau menerima investasi dari luar. Tapi apa alasannya? Siapa yang nggak ingin hidup lebih baik?"Arlo memelankan suaranya sampai Nirmala yang berada di samping pun tidak bisa mendengarnya. Padahal, dia se

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 901

    Pintu Kuil Dewa Sihir tetap tidak terbuka.Arlo mencibir dingin, lalu menangkupkan tangan ke arah Madan. "Aku ingin meminta petunjuk darimu! Mari kita berduel!"Tantangan terbuka yang disaksikan banyak orang seperti ini adalah cara paling terang-terangan dan terhormat. Madan tidak mungkin menghindar dan menolak bertarung.Terlebih lagi, Madan adalah kakak seperguruan utama Sekte Sihir, sedangkan orang-orang Suku Maia paling menghormati pria pemberani yang berjiwa petarung.Kalau dia menghindari pertarungan, setelah ini dia tak akan bisa mengangkat kepala lagi di Sekte Sihir.Namun, Arlo adalah tamu Nirmala. Kalau kalah, dia sendiri yang malu. Kalau menang, Madan yang malu. Bukankah ini keterlaluan?Apalagi mereka baru saja kembali dari Lembah Sepuluh Ribu Naga bersama Madan. Kenapa justru memilih bertarung sekarang? Jangan-jangan ini memang demi memaksa Raja Sihir keluar untuk menemui mereka?Jangankan orang lain, bahkan Candana dan Jauhari pun terlihat kebingungan. Walaupun di perjala

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 900

    "Eh? Kamu sudah tahu soal itu?" Arlo terkejut."Nirmala pernah kasih tahu sebelumnya, hanya saja waktu itu aku nggak terlalu memahaminya. Hari ini dia menjelaskan lagi dengan lebih terperinci," kata Isyana.Arlo mengangguk pelan. Dia pun sekalian menanyakan Isyana tentang detail seluruh kejadian sejak dia datang ke Suku Maia. Pada akhirnya, dia menarik satu kesimpulan. Telur serangga guna-guna di tubuh Isyana benar-benar hanya sebuah kecelakaan! Setidaknya, tidak ada hubungannya dengan Sekte Sihir."Kamu boleh menganggapnya seperti itu, tapi situasi kita nggak sama." Arlo kembali ke topik sebelumnya dan menjawab pertanyaan Isyana.Isyana mengangguk. "Kalau dulu aku pasti nggak akan percaya. Tapi sekarang ...."Dia tersenyum pahit sambil menggeleng. Setelah melihat begitu banyak kejadian aneh dan tak masuk akal di Suku Maia, tentu saja sekarang dia percaya. Mungkin inilah yang disebut sebagai peluang oleh Nirmala?"Telur serangga guna-guna di tubuhmu itu harus dikeluarkan. Kalau nggak,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 899

    Setelah kejadian itu, Madan tampak murung sepanjang perjalanan, bahkan terlihat menyimpan banyak pikiran.Saat mereka hampir memasuki desa, akhirnya Madan tidak tahan lagi dan berkata, "Kalau dipikir-pikir, beberapa hal itu sebenarnya nggak ada hubungannya denganmu. Jadi kenapa harus terus dikejar sampai tuntas?""Memang nggak ada hubungannya denganku. Hanya saja, dalam dua hari lagi, seseorang akan segera mencapai tujuannya. Jadi aku ingin memberinya sedikit pelajaran.""Walaupun sebenarnya nggak terlalu berkaitan denganku, aku tetap merasa kesal. Aku ingin memberitahunya, nggak semua orang bisa dibodohi."Arlo menatap Madan sambil tersenyum tipis. Setelah berhenti sejenak, dia meneruskan dengan penuh makna, "Lagi pula, masih ada dendam satu panah, 'kan?"Madan membuka mulut, tetapi pada akhirnya tidak berkata apa-apa lagi. Yang lain merasa bingung mendengarnya.Hanya Nirkasa yang tahu Arlo sedang membicarakan orang yang melepaskan panah diam-diam itu. Bukankah seharusnya itu ulah ang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 898

    Madan mendecak, tetapi tidak mengatakan apa pun. Dengan penglihatannya, tentu dia bisa melihat perubahan pada Arlo. Dia memperkirakan kondisi Arlo sekarang kurang lebih setara dengan saat dirinya mendapat penguatan dari Sihir Kulit Tembaga.Meskipun kagum karena kemampuan bela diri Arlo kembali meningkat, dia juga tidak terlalu memikirkannya."Formasi di tempat ini cuma bisa kuperbaiki sementara. Kalau ingin benar-benar pulih ke kondisi puncak, kalian harus mencari bahan-bahannya sendiri." Arlo langsung membicarakan urusan penting.Mata Madan berbinar-binar. "Kamu bisa memperbaiki semua formasi di Lembah Sepuluh Ribu Naga?""Mm. Nanti akan kubuatkan daftar bahan untuk kalian. Kalau sudah lengkap, baru datang lagi cari aku," sahut Arlo dengan santai.Madan paham, tentu ada harga yang harus dibayar untuk itu. Dia pun mengangguk.Arlo kembali ke sekitar Mata Air Suci, lalu mengeluarkan beberapa bahan pengganti sementara dari cincin penyimpanan untuk memperbaiki formasi.Kawanan serangga y

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 351

    Semua orang langsung bengong!Marcela menatap Arlo seolah melihat orang bodoh. "Beli unit unggulan? Kamu serius?"Chairil yang sejak tadi sudah menahan diri, akhirnya tak tahan lagi. Dengan gaya santai sok jago, dia langsung menimpali, "Serius. Serius 100 persen! Kami mau unit unggulan kalian! Cepat

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 357

    Sekelompok orang serentak kebingungan! Perubahan alur ini terlalu cepat, 'kan?Saat mereka mengira Arlo akan diinjak-injak sampai mati, Fellis justru muncul dan membela Arlo yang mereka pandang rendah. Dengan tamparan, dia menjatuhkan tuan muda yang berstatus tinggi dan sudah menggenggam kemenangan,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 363

    Suasana tengah malam terasa muram dan sepi, hampir tak ada pejalan kaki di jalanan.Di gedung Grup Leopard.Donny menatap layar CCTV yang menampilkan sosok Kennedy muncul di pintu utama gedung perusahaan. Gelombang kebencian yang mengamuk langsung meluap dari hatinya."Jangan halangi mereka, biarkan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 366

    "Seorang bocah 20 tahun, dengan kemampuan apa dia bisa menembus tenaga transformasi?"Omran tertegun. Jangan-jangan Yudha keliru menilainya? Jika Arlo bukan ahli tenaga transformasi, lalu hari ini siapa yang mampu melawan Dikara?Ekspresi Tristan justru tetap tenang. Dia tersenyum dan berkata, "Ngga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status