Share

Bab 303

Penulis: Jayden Carter
Wabil bergegas ke samping untuk menelepon. Sambil berbicara, dia melirik ke arah Arlo dengan wajah penuh kebencian.

Sementara itu, orang-orang lainnya mengepung Keluarga Hanafi dari kejauhan, seolah-olah takut mereka kabur.

Keluarga Hanafi diliputi kecemasan. Renata sampai ingin menangis. Bahkan Daniel yang sudah maju pun tidak ada gunanya, lantas Arlo mau pamer apa?

Renata tak tahan lagi dan memarahi Arlo, "Berani sekali kamu main tangan sama orang! Kamu mau mencelakakan Keluarga Hanafi atau gimana sih?"

Wajah Isyana mendingin. Kilatan canggung melintas di matanya. Walaupun itu ibunya sendiri, sikap lempar tanggung jawab seperti ini benar-benar keterlaluan sampai dia tak bisa menahannya.

"Ibu, masalah ini terjadi gara-gara Ibu. Kalau Ibu nggak pinjam uang lintah darat, apa mereka akan datang cari gara-gara? Apa salah Arlo?"

Renata membalas dengan lantang, "Aku pinjam uang lintah darat, apa sama dengan dia mukulin lintah darat? Mana bisa disamain!"

Hilman dan Mahira justru tampak sedik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 308

    Begitu kata-kata itu terucap, dua perempuan di seberang langsung terpaku, menatap Arlo tanpa berkedip. Wajah mereka penuh ketidakpercayaan."Dan itu belum semuanya! Aku sangat kaya. Kebanyakan pasien yang kutangani adalah para konglomerat dan tokoh besar. Biaya konsultasi bisa mencapai miliaran. Demi menjilatku, ada yang menghadiahkanku vila bernilai ratusan miliar, mobil sport edisi terbatas, sampai barang antik tak ternilai harganya!""Siang tadi, Daniel membanggakan diri, katanya dia bisa bermain di dunia hitam dan putih. Yang mau kukatakan padamu adalah ... di Kota Naldern, akulah orang yang benar-benar menguasai dunia hitam dan putih!"Lidya benar-benar terguncang. Sejak awal, dia sudah menduga Arlo bukan orang biasa. Namun, dia sama sekali tak menyangka dalam waktu sesingkat itu, Arlo sudah berada di level setinggi ini.Mulut Mutia menganga membentuk huruf "O", tetapi tak lama kemudian dia tersenyum licik seperti biasanya. "Kak Arlo, aku tahu kelanjutannya. Istri dihina, anak tin

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 307

    Setelah meninggalkan rumah Keluarga Hanafi, Arlo pun kembali ke Klinik Wellness. Dia sibuk terus sampai malam.Saat hendak menutup toko dan pulang, Lidya tiba-tiba menelepon."Ada apa?" tanya Arlo dengan nada datar setelah sambungan terhubung."Kenapa? Kalau nggak ada urusan, memangnya nggak boleh cari kamu?" Suara Lidya terdengar ceria, samar-samar membawa godaan. "Nanti ada waktu nggak? Mau keluar minum sebentar?"Arlo tak tertarik membuang waktu dengan Lidya. "Malam ini ada urusan, nggak bisa.""Arlo, sebelumnya aku sempat salah paham sama kamu. Aku mau minta maaf langsung.""Nggak perlu," balas Arlo."Kalau soal Isyana? Kamu juga nggak mau tahu?"Arlo terdiam beberapa detik, tak tahu Lidya sedang memainkan apa. "Ya sudah, kirim lokasi."Setelah menutup telepon, Lidya segera mengirim alamat.Arlo keluar, naik taksi, dan tiba di kawasan kelab malam. Begitu masuk ke kelab yang penuh lampu dan alkohol, dia langsung melihat Lidya yang sudah berdandan rapi di sofa pojok. Mutia ternyata j

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 306

    Victor tertegun sejenak. Melihat Arlo tidak tampak sedang berbohong, dia segera bertanya, "Gimana kamu bisa kenal Donny? Sebaiknya jangan sering-sering bergaul dengan orang-orang yang nggak jelas seperti itu. Jangan sampai kamu terseret ke jurang!"Arlo membuka mulut, tetapi menyadari kalau menjelaskannya justru akan sangat merepotkan. Bagaimana dia mengenal Donny?Saat Pardus si bodoh itu hampir dipukuli sampai mati, Donny ketakutan sampai kencing di celana dan berlutut meminta jadi anak buah?Kalau Victor mendengarnya, bukannya tekanan darahnya akan langsung melonjak sampai 200?Sudahlah. Arlo menggeleng dalam hati. Dia punya kemampuan untuk memberi Keluarga Hanafi kehidupan yang tenang. Lebih baik disalahpahami daripada membuat mereka hidup dalam kecemasan terus-menerus.Melihat Arlo tidak melanjutkan pembicaraan, Victor membuka mulut, tetapi akhirnya tidak bertanya lagi.....Di sisi lain, Renata berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Daniel. Daniel yang sudah dipuji-puji sa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 305

    Donny juga tidak tahu apa hubungan antara Daniel dan Arlo. Kelihatannya, Daniel cukup dekat dengan Keluarga Hanafi, jadi setidaknya bisa dianggap teman Arlo?Untuk sesaat, dia jadi serbasalah. Kemudian, dia menatap Arlo dengan wajah penuh kegelisahan dan berkata, "Pak Arlo, soal ini aku benar-benar nggak tahu apa-apa! Pak Daniel sampai dipukuli seperti itu, aku benar-benar minta maaf. Biaya pengobatannya biar aku yang tanggung!"Begitu kata-kata itu dilontarkan, semua orang langsung terpaku. Ternyata Arlo juga mengenal Donny? Pantas saja tadi dia sama sekali tidak panik.Arlo menggeleng sambil tersenyum tipis, lalu melangkah maju dan berkata, "Sudahlah, aku tahu ini bukan salahmu. Biaya pengobatan nggak perlu kamu tanggung. Tapi tetap ada batasnya, bunga jelas nggak akan dibayar, sedangkan pokok utangnya nanti aku akan suruh orang antarkan."Daniel benar-benar tercengang.Arlo berbicara dengan nada seperti itu? Bukankah ini seperti memetik hasil kerja orang lain? Orang yang tidak tahu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 304

    Donny memandang ke arah yang ditunjuk Wabil, lalu melihat Arlo yang berdiri di belakang Keluarga Hanafi.Saat itu, Arlo tampak tersenyum tipis. Donny langsung merasa tekanan darahnya melonjak dan seluruh tubuhnya seperti mati rasa!Di kepalanya hanya ada satu pikiran, sebenarnya seberapa bodoh Wabil ini? Kenapa mencari masalah dengan bos besar?Di sisi lain, Wabil masih dengan wajah penuh kemenangan, terus mengoceh tanpa henti, "Kak Donny, kalau orang seberani ini nggak diberi pelajaran, ke depannya kita mau gimana mempertahankan wibawa?""Menurutku, sekalian saja tangkap mereka sekeluarga. Yang laki-laki patahkan kakinya, yang perempuan ... hehehe ... dimainkan saja ...."Sambil berbicara, tangan Wabil membuat gerakan meremas-remas. Ekspresinya pun mesum setengah mati.Dia sama sekali tidak menyadari bahwa saat itu mata Donny sudah memerah dan amarahnya hampir meledak.Daniel yang mendengar Wabil masih berani berbicara begitu langsung murka. "Donny, anak buahmu ini sudah keterlaluan!

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 303

    Wabil bergegas ke samping untuk menelepon. Sambil berbicara, dia melirik ke arah Arlo dengan wajah penuh kebencian.Sementara itu, orang-orang lainnya mengepung Keluarga Hanafi dari kejauhan, seolah-olah takut mereka kabur.Keluarga Hanafi diliputi kecemasan. Renata sampai ingin menangis. Bahkan Daniel yang sudah maju pun tidak ada gunanya, lantas Arlo mau pamer apa?Renata tak tahan lagi dan memarahi Arlo, "Berani sekali kamu main tangan sama orang! Kamu mau mencelakakan Keluarga Hanafi atau gimana sih?"Wajah Isyana mendingin. Kilatan canggung melintas di matanya. Walaupun itu ibunya sendiri, sikap lempar tanggung jawab seperti ini benar-benar keterlaluan sampai dia tak bisa menahannya."Ibu, masalah ini terjadi gara-gara Ibu. Kalau Ibu nggak pinjam uang lintah darat, apa mereka akan datang cari gara-gara? Apa salah Arlo?"Renata membalas dengan lantang, "Aku pinjam uang lintah darat, apa sama dengan dia mukulin lintah darat? Mana bisa disamain!"Hilman dan Mahira justru tampak sedik

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status