Share

Bab 324

Author: Jayden Carter
"Aku memang mau begitu. Aku nggak suka melihat Keluarga Hanafi. Alasan itu cukup nggak?"

"Tentu saja, aku juga bisa memberi kalian satu kesempatan. Sepuluh miliar untuk membeli kebun kalian yang menyedihkan itu. Bagaimana?"

Victor sangat marah, suaranya tanpa sadar meninggi. "Jangan keterlaluan. Kebun itu adalah hasil jerih payah Keluarga Hanafi kami selama bertahun-tahun. Ditambah investasi Cakra belakangan ini, nilainya setidaknya 100 miliar. Kamu menawar 10 miliar? Kenapa nggak sekalian meram
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rahman Amcy
Kapan Episode selanjutnya rilis?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 911

    Arlo membuka matanya lalu tersenyum, "Tentu saja, aku juga harus pergi menemui ayah kita!"Pipi Isyana langsung memerah tipis saat mendengar Arlo memanggil "ayah" dengan begitu lancar. Entah kenapa, dia kembali teringat kemesraan mereka semalam. Dalam sekejap, hatinya terasa begitu lembut.Hanya saja, saat pesawat semakin mendekati Naldern, Isyana mulai merasa gelisah.Setelah kembali ke sini, apakah Arlo juga akan kembali ke pelukan hangat Sheila dan Fellis? Apakah mereka masih bisa seperti dulu?Untuk sesaat, muncul dorongan dalam hatinya. Sudahlah, biarkan saja. Tidak peduli bagaimana dia di luar sana, selama saat bersama dirinya mereka saling mencintai, itu sudah cukup.Namun, ajaran dan pemahaman yang sejak kecil tertanam dalam dirinya kembali muncul mengejeknya. 'Kamu benar-benar budak cinta, ya? Sampai rasa malu juga sudah nggak ada? Beberapa wanita melayani satu pria, bukankah itu sama saja membuang harga diri?'Setidaknya, dalam pendidikan yang dia terima, seorang wanita harus

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 910

    "Kalau dalam tiga tahun kalian benar-benar nggak menginginkannya lagi, datang saja lagi ke Sekte Sihir. Saat itu ibuku seharusnya sudah bisa mengeluarkannya!"Begitulah kata Nirmala sambil melemparkan tatapan geli kepada Isyana.Arlo tertegun sejenak. Kenapa tiba-tiba bisa terpicu tanpa alasan?Kali ini Isyana mengerti. Karena semalam? Karena malam penuh gairah bersama Arlo semalam, jadi serangga itu terpicu?Kalau begitu, serangga yang diberikan Raja Sihir kemarin bukan untuk menikahkan putrinya dengan Arlo, melainkan untuk mendorong dirinya naik ke ranjang pria itu?Orang-orang ini benar-benar penuh perhitungan. Setiap langkah mereka ternyata punya maksud tersembunyi.Isyana merinding. Kalau dirinya tidak punya kekuatan sedikit pun, bukankah selamanya dia hanya akan menjadi beban Arlo?Melihat ekspresi Arlo, Isyana bisa merasakan bahwa serangga itu jelas bukan sesuatu yang biasa. Entah kenapa, tiba-tiba dia berkata, "Aku rasa ... untuk sementara jangan dikeluarkan dulu. Hmm, mungkin

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 909

    Isyana ragu sejenak. Kali ini dia pergi ke Suku Maia karena emosi sesaat, jadi kedua orang tuanya di rumah pasti sangat khawatir."Memang sudah waktunya pulang. Tapi urusan di sini ...."Nirmala tertawa lepas, tampak bersemangat. "Ibuku sudah setuju. Selanjutnya aku akan menyusun kontrak dengan beberapa kepala suku besar. Setelah itu, penandatanganan kerja sama tinggal menunggu waktu saja."Arlo cukup terkejut. Dia tidak menyangka setelah memberi petunjuk tentang keyakinan padanya, Raja Sihir masih akan menyetujui hal ini.Seolah-olah tahu apa yang sedang dipikirkan Arlo, Nirmala menggeleng sambil berkata, "Ibuku juga tahu, roda zaman terus bergerak maju dan itu bukan sesuatu yang bisa dihentikan manusia. Kalau dipaksa dihalangi, sama saja melawan kehendak langit."Isyana tidak terlalu memahami ucapan itu, tetapi Arlo mengerti maksud Nirmala.Di era teknologi seperti sekarang, sama seperti senjata modern yang menggantikan posisi seni bela diri hingga dunia bela diri mundur ke balik lay

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 908

    Saat ini Arlo sudah sadar. Seluruh dirinya kembali terjebak dalam pertarungan batin.Dia memang orang dengan kemauan yang sangat kuat. Dengan memaksakan tekadnya, dia berhasil menarik keluar serangga nafsu dari sudut pusat energinya.Meskipun begitu, racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. Dengan kondisi tubuhnya sekarang, racun sebanyak itu sebenarnya bukan masalah besar. Paling-paling hanya membuatnya kehilangan kesadaran selama semalam.Arlo pun melemaskan seluruh tubuhnya dan menyerah melawan kesadarannya sendiri. Dia membiarkan racun nafsu bekerja begitu saja, menganggapnya seperti tidur semalam.Tak lama kemudian, seluruh tubuhnya mulai memerah. Cahaya jernih di matanya perlahan menghilang, hanya menyisakan gejolak merah penuh gairah, sementara kesadarannya perlahan mulai lepas dari dirinya sendiri.Tepat pada saat itu, pintu kamar berbunyi. Tak lama kemudian, tubuh wanita yang lembut menyelinap masuk ke selimutnya. Harum, dingin, lembut, dan gemetar.Tangan wanita itu membelai

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 907

    Raja Sihir mengangkat kepala, sudut bibirnya turun tanpa daya. Setelah lama terdiam, dia baru berkata, "Arlo kemungkinan adalah Utusan Takdir!"Ekspresi Madan langsung berubah drastis. Setelah merenung sejenak, dia tertawa pahit. "Pantas saja! Aku sempat curiga. Bahkan aliran Tao yang mengolah tubuh dan spiritual sekaligus pun belum tentu sekuat dia!""Aku melihat cara dia bertarung. Bahkan di antara para Utusan Takdir, dia juga termasuk sosok kuat yang mungkin hanya muncul sekali dalam ratusan tahun!""Dia menguasai teknik spiritual, bela diri, ilmu pengobatan, formasi, dan alkimia. Semua itu adalah kemampuan yang cukup untuk mendirikan aliran sendiri!"Raja Sihir menghela napas pelan sambil menatap patung Dewa Sihir dengan ekspresi rumit. "Kalau Utusan Takdir sudah muncul, berarti perubahan besar akan segera datang. Menjalin hubungan baik dengannya sekarang adalah investasi Sekte Sihir untuk masa depan!""Kalau soal dia dengan Paula dan Nirmala, hahaha .... Aku cuma mengerjainya sedi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 906

    Kalau dihitung-hitung, dia memang jadi sedikit berutang budi pada Sekte Sihir. Setelah Sekte Sihir berhasil mengumpulkan bahan untuk formasi Lembah Sepuluh Ribu Naga nanti, dia bisa membantu memperbaiki formasi itu.Sedangkan soal Isyana, kemungkinan besar Nirmala akan memberikan penjelasan padanya.Memikirkan hal itu, Arlo pun bersiap turun gunung. Pertarungan kali ini telah memberinya banyak manfaat. Dia perlu mencerna semuanya dan merencanakan arah kultivasi selanjutnya.Setelah berpamitan kepada semua orang, Arlo baru berjalan beberapa langkah ketika tiba-tiba terhenti. Ekspresinya berubah berkali-kali, kilatan kegelisahan muncul di matanya yang memerah."Siluman tua! Aku ...."Raja Sihir yang masih duduk di bawah altar Dewa Sihir bahkan tidak menoleh sedikit pun. Sudut bibirnya hanya melengkung membentuk senyuman penuh arti.Arlo rasanya ingin muntah darah. Raja Sihir memasang serangga guna-guna padanya tanpa jejak sedikit pun. Dia bahkan tidak tahu kapan dirinya terkena serangga

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 171

    Omran masih ragu. Sorot mata Sonda berkilat, muncul secercah keserakahan yang hampir tidak terlihat. Bagaimana mungkin dia membiarkan Omran yang dermawan ini lolos? Dia segera memberi Warno sebuah isyarat.Warno langsung paham dan membujuk, "Pak Omran, ini soal nyawa. Jangan ragu lagi. Semakin lama

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 172

    "Arlo, kalau kamu punya cara menyelamatkan istriku, keluarkan sekarang. Kalau nggak, jangan menghalangi. Aku lebih rela istriku kehilangan akal sepenuhnya, daripada harus menghabiskan sisa hidup menatap sebuah batu nisan."Arlo berkata dengan tegas, "Pak Omran, di dalam hati seorang pria harus tegas

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 145

    Namun, baru saja Sheila hendak menempelkan tubuhnya ke Arlo, tiba-tiba terasa ada seseorang lewat di belakang. Arlo refleks menegang, seluruh tubuh terasa kaku."Pff ... bocah, kamu mau bikin aku ketawa sampai mati ya!" Sheila tertawa cekikikan dan mundur beberapa langkah.Wajah Arlo memerah. Dia be

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 165

    Di acara jamuan.Arlo melihat Adrian melarikan diri seperti orang kehilangan arah, lalu menggeleng pelan. Dia berjalan ke arah Gunawan. "Terima kasih, Pak Gunawan."Gunawan tertawa lepas. "Kamu ini teman yang sudah pasti aku akui. Bantu main sandiwara kecil begitu saja bukan masalah."Baru saja dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status