LOGIN"Master alkimia yang baru berusia 20-an saja sudah sangat langka. Apalagi sekaligus grandmaster tingkat tenaga transformasi. Menurutku, kalau bisa memiliki salah satunya saja sudah luar biasa. Jangan-jangan semua itu cuma rumor yang dibesar-besarkan!""Katanya Master Arlo ini punya kemampuan luar biasa. Musnahnya Keluarga Sinaga di Hareast dan Keluarga Kushanto di Kota Aramaya semuanya dilakukan olehnya!""Omong kosong! Ada Perjanjian Manusia dan Langit. Kalau dia benar melakukan hal seperti itu, Dewan Tetua Pengawas Bela Diri pasti sudah turun tangan sejak lama.""Menurutku itu cuma pertikaian antar keluarga besar. Begitu terjadi masalah besar dan butuh kambing hitam, semuanya langsung dilemparkan ke dia.""Tunggu saja, kalau dia benar-benar berani datang ke Cangga kali ini, baru kita bisa tahu apakah kemampuannya asli atau cuma omong kosong."Bagi mereka, setelah puluhan tahun berlatih keras, kekuatan mereka baru mencapai puncak kekuatan internal. Mana mungkin mereka rela percaya bah
Arlo hanya mencibir tanpa berkata apa pun.Erkan mendengus dingin. "Neisya, nanti kamu bakal menikah sama Keluarga Gaharu. Jadi, jaga ucapanmu!"Wajah cantik Neisya seketika memerah karena malu dan kesal. Dia mendengus dan melotot ke arah Arlo, lalu mengibaskan lengan bajunya dan pergi.Arlo mengusap dagunya. Gadis itu memang cantik, tapi benar-benar aneh. Tadi memanggilnya bodoh, sekarang malah memelototinya lagi."Dia naksir kamu?" Zaem menyeringai."Enyah sana!"Arlo memutar bola matanya.Saat itu, kereta sudah tiba di Stasiun Cangga. Baru beberapa langkah setelah turun, Erkan kembali mengejar mereka."Dik, kalian baru pertama kali datang ke sini. Gimana kalau aku ajak berkeliling? Konferensi Pil masih beberapa hari lagi. Aku juga bisa kenalin kalian dengan beberapa calon pembeli lebih dulu, jadi kalian bisa memahami harga pasarnya!"Arlo menyipitkan mata, lalu tersenyum. "Boleh."Zaem hanya menundukkan kepala tanpa berkata apa-apa.Melihat Arlo dan Zaem benar-benar mengikuti Erkan,
Setelah Erkan membual panjang lebar, Arlo akhirnya mengetahui bahwa sebagian besar keluarga besar maupun kecil di Cangga merupakan keluarga yang mengabdi kepada sekte-sekte tersembunyi.Mereka bisa dianggap sebagai murid luar dari sekte-sekte tersebut.Di antaranya, Keluarga Candra mengabdi kepada Sekte Bayangan dan merupakan salah satu keluarga bangsawan papan atas di daerah itu. Itu juga merupakan tujuan perjalanan Arlo kali ini.Sementara Keluarga Gaharu mengabdi kepada Sekte Selestial. Karena markas penting Sekte Selestial tidak berada di Cangga, pengaruh mereka sedikit lebih lemah.Keluarga-keluarga lain sebagian besar juga berlatih ilmu bela diri.Konferensi Pil kali ini juga merupakan acara rutin di Cangga. Setiap tiga tahun sekali selalu diadakan ajang pertukaran pil obat.Karena itu, belakangan ini jumlah praktisi bela diri yang menuju Cangga jauh lebih banyak.Hingga saat ini, resep-resep pil dari berbagai sekte dan keluarga besar semuanya merupakan warisan kuno yang terus di
Bagas membuka mulut, tetapi tidak mampu berkata apa-apa.Membunuh mereka semua?Apa Arlo mengira para grandmaster itu pecundang yang bisa diinjak sesuka hati?Jarwa berdeham pelan. "Master Arlo, gimana kalau dipikirkan lagi? Mungkin sebaiknya minta Dewa Militer turun tangan untuk menjadi penengah."Arlo bahkan tidak berpikir sedetik pun sebelum menolak."Aku sendiri yang akan melindungi pacarku! Nggak perlu melibatkan orang lain. Lagian, aku memang ingin bertemu dengan sekte-sekte tersembunyi itu."Setelah berkata demikian, Arlo langsung pergi tanpa berhenti lagi.Zaem segera mengejarnya. "Guru!""Hm? Kamu juga mau menghentikanku?""Bukan. Aku hanya khawatir dalam tiga hari Guru nggak sempat kembali. Jadi ... aku ikut bersama Guru."Percakapan keduanya semakin lama semakin menjauh.Bagas sampai mengentakkan kaki karena kesal. "Aku akan pergi ke ibu kota menemui Dewa Militer!"Jarwa mengusap dagunya. Tiba-tiba, dia merasa pemandangan ini sangat familier. Dulu, Dandy selalu menyeret Baga
Astaga, jadi ternyata dari tadi kamu memang menunggu momen ini?"Baiklah. Siapa suruh istriku menyeretmu dalam urusan ini."Arlo pun langsung mengajarkan tahap pertama metode penempaan tubuh kepada Zaem.Zaem segera duduk bersila dan mulai membentuk kembali pusat energinya.Khasiat Pil Penempaan Tubuh Sembilan Revolusi sangat luar biasa. Otot-otot Zaem membengkak dengan cepat, bahkan darah mulai merembes keluar dari pembuluh kapiler di seluruh tubuhnya.Energi spiritual di dalam pil terus-menerus membasuh tubuhnya.Melihat otot-ototnya hampir meledak karena mengembang, Arlo segera mengulurkan tangan dan menekan titik akupresur di tubuh Zaem, lalu menggunakan energi sejati yang lembut untuk membantu mengalirkannya.Barulah tubuh Zaem kembali stabil dan tidak sampai runtuh.Setelah Arlo menarik tangannya, Zaem langsung merasakan kekuatannya kembali. Namun, kali ini berbeda. Dulu kekuatannya berasal dari pusat energi. Sekarang seluruh kekuatannya berasal dari tubuh fisiknya. Dia langsung
Bagas langsung teringat pada keributan yang pernah dibuat Arlo saat Konferensi Pengobatan Tradisional. Jangan-jangan dia sedang meracik pil dewa lagi?Namun, sesaat kemudian dia tersenyum pahit."Sekarang tanaman spiritual dan tanaman semi-spiritual semakin sulit ditemukan. Kalaupun Arlo punya ...."Jarwa terdiam.Kalaupun benar ada, mengapa harus digunakan untuk seseorang yang masa depannya sudah dianggap tidak ada lagi?Keduanya kembali terdiam.Beberapa saat kemudian, Zaem berjalan menghampiri dengan tubuh bermandikan keringat. Dia mengembuskan napas panjang."Rasanya jauh lebih lega! Sudahlah, kalian juga jangan pasang wajah seperti itu. Ini sudah takdir! Aku menerimanya!""Nggak menyesal?" tanya Bagas.Zaem menggeleng."Menyesal apa? Kalau bukan karena bimbingan Arlo, jangankan menjadi grandmaster, mencapai semi-grandmaster saja mungkin aku nggak akan sanggup! Dia memperlakukanku seperti guru sekaligus sahabat.""Dalam situasi seperti itu, kalau aku meninggalkan Sheila dan kabur .
"Keluarga Artika ini memang kekuatan lama di lingkungan militer, nggak gampang dihadapi. Aku selalu merasa diriku sudah cukup bikin onar, tapi dibandingkan denganmu, aku ini seperti anak baik!"Arlo menyadari bahwa wanita ini punya kecenderungan cerewet.Tak lama kemudian, mobil berbelok ke sana kem
Arlo menatap Zainal dengan sorot mata menyala, lalu berkata dengan suara datar, "Beri aku penjelasan, bagaimana urusan hari ini harus diselesaikan?"Zainal dipenuhi amarah dan ketidakrelaan. Setelah ragu dan mengalami pergelutan batin yang lama, dia akhirnya pasrah."Aku ... aku keluar dari Hareast.
Arlo melangkah turun dari ring dengan aura kuat yang membuat siapa pun tak berani menatap langsung. Di hadapan kekuatan mutlak, segala tipu daya dan intrik hanyalah sia-sia.Ucapan Arlo tentang "menginjak hancur langit, memusnahkan langit, bumi, dan manusia" bukanlah omong kosong. Itu tercatat jelas
Omran mengepalkan tinjunya, menatap ring dengan mata tak berkedip.Wajah Faris memerah, seluruh tubuhnya tampak gelisah. Kalau Omran hancur, dia juga pasti ikut celaka!Sheila terlihat relatif tenang. Namun jika diperhatikan saksama, di balik sorot matanya tersimpan kegelisahan. "Entah kali ini dia







