Share

Bab 36

Author: Jayden Carter
Keesokan harinya, Isyana mendapat libur sif dan tetap di rumah. Dia masih memendam rasa kesal dan mengabaikan Arlo sepanjang pagi.

Arlo pergi ke ruang tamu, berpamitan pada Victor sebelum keluar, "Ayah, sore ini aku mau mengunjungi pamanku. Ada beberapa barang peninggalan orang tuaku yang ingin aku bawa pulang."

"Oke. Sekarang setelah kamu sembuh, memang sebaiknya kamu pergi. Bawalah juga Isyana. Dia istrimu, sudah seharusnya dia ikut bersilaturahmi," sahut Victor sambil mengangguk.

Arlo ragu-ra
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 808

    Begitu kata-kata itu selesai, pintu kamar tidur di dalam terbuka dan Haydan berjalan keluar dengan gemetaran.Saat ini, setengah wajahnya sudah pulih seperti semula, tetapi setengah lainnya membusuk, berdarah, dan bernanah. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.Bimala sedikit terkejut dalam hati. Dia juga tidak menyangka racun yang diberikan pihak Miles bisa menghasilkan efek seperti ini. Dengan kondisi separah itu, Arlo pasti tidak akan bisa memulihkan nama baiknya.Bimala langsung memasang ekspresi berlebihan, lalu berkata kepada Haydan, "Haydan, apa yang terjadi? Kamu ini aktor. Modalmu adalah wajahmu. Kenapa sampai jadi begini? Cepat katakan penyebabnya, aku pasti akan membelamu!"Kebencian melintas di mata Haydan. Sebagai seorang aktor, dia sudah lama terbiasa menjadi alat bagi para pemodal.Namun, pertarungan antara Bimala dan Arlo membuatnya menjadi seperti monster. Amarah di hatinya sudah mencapai puncaknya.Untungnya, Arlo sudah berjanji akan mengobatinya. Yang sembuh ba

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 807

    Arlo menatap Bimala sambil senyuman tipis. "Menurutmu aku seharusnya ada di mana?"Begitu melihat Arlo, jantung Bimala langsung berdebar kencang. Di mana Haydan? Sudah mati atau masih hidup?Dia tahu kemampuan medis Arlo tidak biasa. Sekarang situasinya benar-benar tidak jelas, ditambah lagi dia memang sangat berwaspada terhadap Arlo, rasa cemas di dalam hatinya bisa dibayangkan.Namun, racun yang kali ini diberikan oleh pihak Konsorsium Miles katanya adalah racun sintetis kimia yang tidak ada obatnya.Kalaupun Haydan tidak mati, setidaknya dia pasti sudah cacat. Lagi pula, kontraknya masih ada di tangannya, jadi Haydan tidak akan berani macam-macam!Bimala memaksa dirinya untuk tetap tenang, berusaha menstabilkan pikiran. Orang yang dia bawa, empat di antaranya dari tim kasus berat Biro Keamanan Provinsi Hareast, ditambah tiga semi-grandmaster.Belum lagi Keluarga Sinaga sudah memasang jebakan sebesar itu. Hari ini, mau sehebat apa pun Arlo melawan, dia tetap tidak akan bisa membalikk

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 806

    Fabian menepuk dada dan menjamin racun yang dia berikan hanya akan menunjukkan kematian akibat gagal hati dan ginjal, tidak peduli diperiksa dengan ilmu pengobatan tradisional atau modern. Semua orang tahu, efek samping obat herbal memang memengaruhi fungsi hati dan ginjal.Bimala dan Daniel sama-sama mengerti maksud Reza. Para pasien itu memang harus mati. Saat itu tiba, keluarga mereka akan menerima kompensasi dan hanya bisa mengikuti mereka ke jalan sesat.Pasien-pasien itu sejak awal memang sudah dipilih dengan sangat selektif oleh mereka. Semuanya orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak punya latar belakang."Arlo sudah kembali dari Provinsi Rimawe belum?""Belum. Aku dengar dia buat Bagya celaka dan Keluarga Wiyoko sedang mencarinya. Aku sudah menelepon untuk memastikan, tuan besar mereka bilang nggak akan membiarkan Arlo keluar dari Provinsi Rimawe dengan mudah!"Senyuman di wajah Reza semakin dalam. "Arlo itu terlalu sombong sampai berani meremehkan Keluarga Sinaga!""Dia kira

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 805

    Haydan menangis tersedu-sedu, air mata dan ingusnya bercampur. "Ini ... ini perintah Pak Bimala! Dia memberiku dua pil dan menyuruhku menipu Isla untuk memakannya.""Katanya cuma akan menimbulkan reaksi alergi. Aku takut dicurigai, jadi aku juga memakan setengah pil!""Pak Bimala bilang, nanti aku tinggal menuduh Pil Perawatan Wajah itu menyebabkan alergi, lalu membesar-besarkan masalahnya!""Pak Arlo, tolong aku! Tolong maafkan aku! Aku juga dipaksa karena mereka memegang kelemahanku!"Haydan tahu, kalau wajahnya hancur, Bimala pasti akan membuangnya. Namun, Arlo bisa menyelamatkan wajahnya. Jadi, siapa yang harus dipilihnya? Selama bukan orang bodoh, pasti akan langsung berlutut!Paling buruk dia hanya akan diblokir oleh Bimala, tapi dengan wajahnya, dia masih bisa mencari jalan lain.Arlo mengerutkan kening. Racun ini masuk lewat mulut, lalu menyebar ke darah dan menyerang saraf. Wajah yang membusuk baru tahap pertama, setelah itu bisa berujung kegilaan atau kematian.Perhitungan Bi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 804

    Arlo mengangguk, "Pil Perawatan Wajah itu diberikan Sheila?""Bukan, dibawa Pak Haydan ...." Isla langsung terdiam sesaat setelah berkata, lalu menoleh ke arah Haydan. Sheila dan Arlo saling bertukar pandang dan ikut menatap Haydan.Haydan berusaha tetap tenang. "Kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku jadi duta produk Pil Perawatan Wajah, memangnya salah kalau aku memakannya?""Kalau begitu, tolong keluarkan Pil Perawatan Wajah yang kamu bawa!" Sheila mengulurkan tangannya ke arah Haydan.Haydan mencibir, "Kalian mau menyalahkanku sekarang? Jangan harap! Aku beli pil ini dari jalur resmi, ada faktur pembeliannya!"Sambil bicara, dia benar-benar mengeluarkan faktur dan kemasan dari tasnya. Sheila melihat sekilas, lalu mengangguk, wajahnya menunjukkan kebingungan. "Memang produk asli!"Arlo tersenyum tipis, "Dia mengaku atau nggak, aku sudah bisa memastikan bahwa kondisi mereka sekarang adalah akibat keracunan!"Sambil berkata demikian, dia pura-pura merogoh pakaiannya, lalu mengeluark

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 803

    Di dalam hotel, Isla menatap wajahnya di cermin. Pembengkakan menyebar di wajahnya, dipenuhi bintik-bintik ruam, bahkan matanya sampai sulit dibuka.Dengan kondisi seperti ini, jangankan menghadiri acara perkenalan, kalau tidak segera ke rumah sakit, dia bahkan takut akan cacat permanen. Aktris itu benar-benar panik. Namun karena Sheila memintanya untuk tetap tenang, dia menahan kecemasan dan menunggu di kamar.Berbeda dengan dia, aktor pria yang juga menjadi duta pil kecantikan, Haydan, malah menunjukkan reaksi yang lain. Gejalanya jelas jauh lebih ringan, tapi dia terlihat sangat gelisah."Kalian harus melepaskanku! Produk kalian bermasalah. Aku jadi begini karena memakainya! Aku mau membatalkan kontrak dan akan membongkar kalian ke publik!""Kalian sekarang sudah membatasi kebebasanku! Aku kasih tahu, aku punya sepuluh juta pengikut. Dampak yang bisa aku timbulkan bukan sesuatu yang bisa kalian bayangkan!""Tenang saja, nggak akan terjadi apa-apa. Bu Sheila akan bawa dokter!" Isla m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 272

    Isyana mengatupkan bibirnya. Hatinya terasa berat. Apa di pikiran Arlo hanya ada perceraian? Dulu setiap kali kata "cerai" disebut, yang Isyana rasakan hanya serbasalah dan ragu. Entah sejak kapan, kini mendengar kata itu justru membuatnya merasa enggan berpisah.Arlo lebih dulu mengendarai mobil Is

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 279

    Daiyan gemetar menahan sakit, menatap Arlo dengan penuh kebencian."Kamu sebenarnya siapa? Sekalipun kamu kenal ayahku dan dia memberimu muka, kamu tetap nggak pantas mematahkan tanganku. Aku tetap anak kandungnya!"Arlo berkata dengan tenang, "Penyakit ibumu, aku yang menyembuhkannya. Pardus, aku y

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 257

    Keesokan paginya, di Keluarga Hanafi.Artha datang pagi-pagi ke rumah Keluarga Hanafi, mengejar Victor untuk menanyakan bagaimana penanganan perkebunan itu.Victor duduk di samping sambil mengisap rokok dengan murung, wajahnya penuh kekhawatiran. "Awalnya kukira setelah Adrian mati, urusan ini bakal

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 268

    "Luke, kamu siapkan alat defibrilator. Kalau ada masalah, segera lakukan penyelamatan."Para ahli gawat darurat dari tim pertukaran medis barat segera bersiaga di posisi masing-masing."Alec, kamu ahli pemeriksaan. Pergi siapkan pemeriksaan data tubuh secara menyeluruh.""Heins, kamu farmakolog. Sia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status