MasukArlo memandang Hercus dari kejauhan dan bertanya dengan dingin, "Kamu dari Pasukan Metal Bangsa atau Legiun Draco?"Hercus bangkit dari timbunan tanah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, sementara wajahnya dipenuhi keterkejutan saat memandang Arlo. "Kamu menyelidiki latar belakangku?"Sudut bibir Arlo melengkung membentuk senyuman mengejek. "Apa yang layak kuselidiki dari orang sepertimu?""Kalau begitu, gimana kamu bisa tahu?" Hercus berjalan tertatih-tatih mendekat."Kamu pernah meminum lebih dari satu Pil Darah. Itu pil buatanku," sahut Arlo dengan tenang.Pil Darah yang diminum Hercus belum sepenuhnya dicerna. Aroma khas salah satu bahan obatnya masih samar-samar tercium. Orang biasa tidak akan bisa menciumnya, tetapi dengan kemampuan kelima indranya yang sekarang, bagi Arlo hal itu terlihat jelas.Menurut penjelasan Bagas, untuk sementara pil ini hanya diberikan kepada Pasukan Metal Bangsa dan Legiun Draco.Itulah sebabnya ketika Arlo diberi pangkat jenderal, jabatan yang diberik
Suami Isyana adalah Arlo, seorang grandmaster dari Provinsi Hareast yang pernah bertarung sengit melawan Dewa Perang Utara.Namun, dia juga tidak terlalu menganggapnya serius. Bagaimanapun, Klan Hanafi memiliki ahli yang sudah setengah langkah menuju tingkat transenden. Klan Hanafi pun merupakan keluarga yang telah berdiri selama ribuan tahun.Sekalipun Arlo adalah seorang grandmaster, di Bazuri dia tetaplah orang luar. Bukankah seharusnya dia sedikit menahan diri?Siapa sangka, Arlo ternyata sama sekali tidak menunjukkan niat untuk menahan diri.Saat ini, Mirna merasa kulit kepalanya merinding karena ketakutan. Tanpa sadar, dia berkata, "Arlo, kamu ... kamu jangan keterlaluan. Ini Bazuri, bukan Provinsi Hareast. Asal kamu tahu, Jacob ...."Arlo mengangkat kepala dan menatap Mirna dengan tatapan dingin tanpa emosi. Dia berkata dengan suara dingin, "Tentu saja aku tahu siapa dia. Bukannya kalian tadi sudah memperkenalkannya?"Sambil berkata demikian, dia terus melangkah mendekati Jacob.
Sudut bibir Jacob terangkat membentuk senyuman dingin yang penuh ejekan.Pria bodoh yang hanya mengandalkan kekerasan. Tipe seperti inilah yang paling dia sukai, karena membereskannya sama sekali tidak membutuhkan banyak usaha."Nanti setelah keempat anggota tubuhmu kupatahkan, kalau kamu masih bisa tersenyum, aku akan menganggapmu pria sejati."Arlo mencibir, lalu melangkah maju.Sebelum semua orang sempat bereaksi, sebuah tangan besar tiba-tiba mencengkeram lengan kanan Jacob.Terdengar suara retakan keras. Di mata semua orang, lengan kanan Jacob seketika tertekuk membentuk lengkungan yang tidak wajar.Arlo benar-benar turun tangan dan serangannya begitu kejam!Hal itu membuat setiap orang yang hadir seketika menegang.Bahkan Arsen, salah satu dari sedikit orang yang mengetahui identitas Arlo, sampai merasa kulit kepalanya merinding karena kaget.Tangan Keven yang sedang memegang gelas anggur langsung mencengkeramnya erat. Kilatan tajam memancar dari matanya. Di tengah keterkejutanny
"Klan Hanafi adalah keluarga bangsawan yang sudah berdiri selama ribuan tahun dan merupakan keluarga terpandang di daerah ini. Untuk urusan pernikahan, harus ada persetujuan orang tua dan perjodohan yang layak.""Dulu kamu berasal dari keluarga kecil, itu masih bisa dimaklumi. Tapi sekarang kamu sudah menjadi bagian dari Klan Hanafi. Setiap ucapan dan tindakanmu mewakili nama baik Klan Hanafi. Jangan bertindak seenaknya.""Ya. Mulai sekarang, jangan sembarangan bicara di luar. Semua yang hadir hari ini adalah orang sendiri, jadi anggap saja kalian nggak dengar apa-apa. Bukan sembarang orang bisa menjadi menantu Klan Hanafi."Para anak orang kaya yang hadir pun terdiam. Bagi mereka, perselisihan internal keluarga yang begitu jelas sasarannya ini mudah dibaca dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka. Mereka cukup menganggapnya sebagai tontonan.Saat ini, Arlo tiba-tiba mencibir. "Konyol sekali. Kalian pikir Klan Hanafi berhak memutuskan urusan pernikahanku? Panggil Ridwan kema
Keluarga Lamowan dan Keluarga Hutabarat di Bazuri sama-sama merupakan keluarga besar yang sangat terkenal. Dalam hal kekuasaan di dunia fana, keduanya sudah mencapai puncaknya.Mereka hanya berada di bawah Keluarga Mananta yang memiliki pengaruh hingga ke pusat pemerintahan. Mereka tidak kalah dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya maupun Keluarga Halderman di Surakarto yang memiliki pengaruh besar di daerahnya."Jangan bercanda. Di depan Klan Hanafi, kami nggak berani menyebut diri sebagai keluarga besar." Jacob tersenyum tipis.Arsen tersenyum, lalu menunjuk seorang wanita cantik lainnya. "Ini adalah putri Keluarga Halderman dari Surakarto, Amisha.""Wah, putri Keluarga Halderman, Raja Surakarto itu?"Amisha masih mengenakan kacamata hitam yang tergantung di lehernya sejak di area peristirahatan jalan tol. Meskipun dia memasang senyum lembut, wajahnya yang cantik dan anggun memancarkan sedikit keangkuhan.Tidak banyak anak muda yang hadir yang pernah bertemu langsung dengan Raja Sura
Isyana mengajak Arlo berkeliling hingga hampir setengah Kota Lukara.Sebagai salah satu kota kuno yang terkenal di Bazuri, tempat ini dipenuhi berbagai situs bersejarah dan tempat wisata. Ini juga pertama kalinya Arlo datang ke sini, jadi dia cukup menikmati jalan-jalan santai.Mereka terus berjalan-jalan hingga malam tiba. Saat hendak pergi makan hotpot khas Bazuri, Isyana tiba-tiba menerima sebuah telepon.Setelah menutup telepon, Isyana tampak sedikit ragu."Hm?" Arlo mengangkat dagunya sedikit."Kak Arsen yang telepon. Dia kakak tertua di keluarga. Katanya, kali ini beberapa kerabat dari cabang Klan Hanafi sudah datang. Malam ini mereka mau mengadakan acara makan bersama, sekaligus menjamu beberapa tamu dari generasi yang sama."Saat mengatakannya, Isyana tampak sedikit serbasalah.Sekarang orang-orang Klan Hanafi sedang berselisih dengannya karena masalah posisi santa. Dia tidak ingin menimbulkan masalah bagi Arlo."Memangnya kenapa? Ya pergi saja." Arlo tersenyum santai. "Kamu ng
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







