Mag-log inBegitu kata-kata itu selesai, pintu kamar tidur di dalam terbuka dan Haydan berjalan keluar dengan gemetaran.Saat ini, setengah wajahnya sudah pulih seperti semula, tetapi setengah lainnya membusuk, berdarah, dan bernanah. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.Bimala sedikit terkejut dalam hati. Dia juga tidak menyangka racun yang diberikan pihak Miles bisa menghasilkan efek seperti ini. Dengan kondisi separah itu, Arlo pasti tidak akan bisa memulihkan nama baiknya.Bimala langsung memasang ekspresi berlebihan, lalu berkata kepada Haydan, "Haydan, apa yang terjadi? Kamu ini aktor. Modalmu adalah wajahmu. Kenapa sampai jadi begini? Cepat katakan penyebabnya, aku pasti akan membelamu!"Kebencian melintas di mata Haydan. Sebagai seorang aktor, dia sudah lama terbiasa menjadi alat bagi para pemodal.Namun, pertarungan antara Bimala dan Arlo membuatnya menjadi seperti monster. Amarah di hatinya sudah mencapai puncaknya.Untungnya, Arlo sudah berjanji akan mengobatinya. Yang sembuh ba
Arlo menatap Bimala sambil senyuman tipis. "Menurutmu aku seharusnya ada di mana?"Begitu melihat Arlo, jantung Bimala langsung berdebar kencang. Di mana Haydan? Sudah mati atau masih hidup?Dia tahu kemampuan medis Arlo tidak biasa. Sekarang situasinya benar-benar tidak jelas, ditambah lagi dia memang sangat berwaspada terhadap Arlo, rasa cemas di dalam hatinya bisa dibayangkan.Namun, racun yang kali ini diberikan oleh pihak Konsorsium Miles katanya adalah racun sintetis kimia yang tidak ada obatnya.Kalaupun Haydan tidak mati, setidaknya dia pasti sudah cacat. Lagi pula, kontraknya masih ada di tangannya, jadi Haydan tidak akan berani macam-macam!Bimala memaksa dirinya untuk tetap tenang, berusaha menstabilkan pikiran. Orang yang dia bawa, empat di antaranya dari tim kasus berat Biro Keamanan Provinsi Hareast, ditambah tiga semi-grandmaster.Belum lagi Keluarga Sinaga sudah memasang jebakan sebesar itu. Hari ini, mau sehebat apa pun Arlo melawan, dia tetap tidak akan bisa membalikk
Fabian menepuk dada dan menjamin racun yang dia berikan hanya akan menunjukkan kematian akibat gagal hati dan ginjal, tidak peduli diperiksa dengan ilmu pengobatan tradisional atau modern. Semua orang tahu, efek samping obat herbal memang memengaruhi fungsi hati dan ginjal.Bimala dan Daniel sama-sama mengerti maksud Reza. Para pasien itu memang harus mati. Saat itu tiba, keluarga mereka akan menerima kompensasi dan hanya bisa mengikuti mereka ke jalan sesat.Pasien-pasien itu sejak awal memang sudah dipilih dengan sangat selektif oleh mereka. Semuanya orang yang tidak tahu apa-apa dan tidak punya latar belakang."Arlo sudah kembali dari Provinsi Rimawe belum?""Belum. Aku dengar dia buat Bagya celaka dan Keluarga Wiyoko sedang mencarinya. Aku sudah menelepon untuk memastikan, tuan besar mereka bilang nggak akan membiarkan Arlo keluar dari Provinsi Rimawe dengan mudah!"Senyuman di wajah Reza semakin dalam. "Arlo itu terlalu sombong sampai berani meremehkan Keluarga Sinaga!""Dia kira
Haydan menangis tersedu-sedu, air mata dan ingusnya bercampur. "Ini ... ini perintah Pak Bimala! Dia memberiku dua pil dan menyuruhku menipu Isla untuk memakannya.""Katanya cuma akan menimbulkan reaksi alergi. Aku takut dicurigai, jadi aku juga memakan setengah pil!""Pak Bimala bilang, nanti aku tinggal menuduh Pil Perawatan Wajah itu menyebabkan alergi, lalu membesar-besarkan masalahnya!""Pak Arlo, tolong aku! Tolong maafkan aku! Aku juga dipaksa karena mereka memegang kelemahanku!"Haydan tahu, kalau wajahnya hancur, Bimala pasti akan membuangnya. Namun, Arlo bisa menyelamatkan wajahnya. Jadi, siapa yang harus dipilihnya? Selama bukan orang bodoh, pasti akan langsung berlutut!Paling buruk dia hanya akan diblokir oleh Bimala, tapi dengan wajahnya, dia masih bisa mencari jalan lain.Arlo mengerutkan kening. Racun ini masuk lewat mulut, lalu menyebar ke darah dan menyerang saraf. Wajah yang membusuk baru tahap pertama, setelah itu bisa berujung kegilaan atau kematian.Perhitungan Bi
Arlo mengangguk, "Pil Perawatan Wajah itu diberikan Sheila?""Bukan, dibawa Pak Haydan ...." Isla langsung terdiam sesaat setelah berkata, lalu menoleh ke arah Haydan. Sheila dan Arlo saling bertukar pandang dan ikut menatap Haydan.Haydan berusaha tetap tenang. "Kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku jadi duta produk Pil Perawatan Wajah, memangnya salah kalau aku memakannya?""Kalau begitu, tolong keluarkan Pil Perawatan Wajah yang kamu bawa!" Sheila mengulurkan tangannya ke arah Haydan.Haydan mencibir, "Kalian mau menyalahkanku sekarang? Jangan harap! Aku beli pil ini dari jalur resmi, ada faktur pembeliannya!"Sambil bicara, dia benar-benar mengeluarkan faktur dan kemasan dari tasnya. Sheila melihat sekilas, lalu mengangguk, wajahnya menunjukkan kebingungan. "Memang produk asli!"Arlo tersenyum tipis, "Dia mengaku atau nggak, aku sudah bisa memastikan bahwa kondisi mereka sekarang adalah akibat keracunan!"Sambil berkata demikian, dia pura-pura merogoh pakaiannya, lalu mengeluark
Di dalam hotel, Isla menatap wajahnya di cermin. Pembengkakan menyebar di wajahnya, dipenuhi bintik-bintik ruam, bahkan matanya sampai sulit dibuka.Dengan kondisi seperti ini, jangankan menghadiri acara perkenalan, kalau tidak segera ke rumah sakit, dia bahkan takut akan cacat permanen. Aktris itu benar-benar panik. Namun karena Sheila memintanya untuk tetap tenang, dia menahan kecemasan dan menunggu di kamar.Berbeda dengan dia, aktor pria yang juga menjadi duta pil kecantikan, Haydan, malah menunjukkan reaksi yang lain. Gejalanya jelas jauh lebih ringan, tapi dia terlihat sangat gelisah."Kalian harus melepaskanku! Produk kalian bermasalah. Aku jadi begini karena memakainya! Aku mau membatalkan kontrak dan akan membongkar kalian ke publik!""Kalian sekarang sudah membatasi kebebasanku! Aku kasih tahu, aku punya sepuluh juta pengikut. Dampak yang bisa aku timbulkan bukan sesuatu yang bisa kalian bayangkan!""Tenang saja, nggak akan terjadi apa-apa. Bu Sheila akan bawa dokter!" Isla m
Suasana mendadak hening. Semua mata tertuju pada Faruq.Faruq melangkah maju lagi, dengan aura laksana badai yang memporak-porandakan seluruh Klinik Wellness."Nggak akan!""Hahaha!" Faruq tertawa terbahak-bahak. "Kalau kamu berani menolak, aku hancurkan klinikmu, hancurkan kemampuanmu, lalu tangkap
Wajah Aciel juga penuh hinaan."Indra, jangan marah! Memangnya kamu nyambung bicara dengan dia? Dia juga nggak paham soal bela diri!"Arlo menyapu pandangan ke beberapa orang yang masih tersisa di atas arena, lalu terkekeh-kekeh. "Paham tinju atau nggak, aku nggak berani bilang. Tapi yang berani ak
"Bibi, jangan panik. Biar aku yang menanyakannya!" Daniel akhirnya mengambil keputusan dan menelepon adiknya, Hendy.Di telepon, Hendy menjawab dengan penuh percaya diri, "Tenang saja, Kak. Urusan rekomendasi masuk Pasukan Metal Bangsa di pihakku sudah hampir beres. Atasan menganggapku sebagai kader
Dari penjelasan Yudha, Arlo memperoleh gambaran umum mengenai kondisi lawan yang akan dihadapi.Jalur yang dia warisi adalah Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, menapaki "jati diri sejati" aliran Tao yang merupakan sebuah jalan kultivasi abadi yang melampaui fana. Jalur ini sepenuhnya berbeda arah denga







