Share

Bab 372

Author: Jayden Carter
Saat dia berbicara, tinju Anton meledak bagaikan badai angin dan hujan deras. Namun, Dikara seolah sudah tahu lebih dulu dan selalu bisa mengantisipasinya setiap kali.

Setiap serangan Anton selalu meleset sedikit. Semakin bertarung, semakin besar rasa gentar di hatinya.

Alis Tristan berkerut rapat, Ahsan menggeleng pelan. Bagi seorang petarung, selisih sedikit saja sudah seperti jurang langit dan bumi. Dikara bahkan belum benar-benar menyerang, tapi Anton sudah kalah. Dikara tetap meletakkan sat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1362

    Bagas menggelengkan kepala. "Kalau dinilai dari segi manfaatnya, Cairan Kehidupan mungkin bisa membuat Doraia memiliki lebih banyak petarung tingkat tinggi. Baik orang yang membangkitkan kemampuan super, pendekar, maupun praktisi sihir, semuanya akan terbantu dalam kultivasi mereka."Di beberapa medan pertempuran yang tidak terlihat oleh masyarakat umum, kita akan memperoleh keuntungan yang sangat besar. Hal itu saja sudah tak ternilai harganya.""Kalau suatu hari tiba saatnya seluruh rakyat harus menguasai bela diri, ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa penting bagi Doraia.""Ini ucapan langsung Dewa Militer. Aku juga nggak akan menyembunyikannya darimu.""Jadi, kalau kamu memintaku menyebutkan harga, aku hanya bisa mengatakan, katakan saja apa yang kamu inginkan. Aku akan menyampaikannya kepada atasan!"Arlo bergumam pelan. Ucapan Bagas sangat terus terang, sama saja dengan mengungkapkan semua kartu mereka secara langsung.Ini juga didasarkan pada pemahaman mereka terhadap Arlo.

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1361

    Bahkan seseorang yang telah mencapai ranah transenden pun tetap memiliki hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Bagaimanapun, ranah transenden hanya berarti memperoleh kekuatan yang melampaui manusia biasa, bukan menjadi mahatahu dan mahakuasa.Arlo langsung menatap Kunal sambil tersenyum. "Pak Kunal, kamu bisa jelaskan dulu hasil penelitian kalian.""Untuk saat ini, kami dapat memastikan bahwa di dalam Cairan Kehidupan terdapat suatu kekuatan ajaib yang mampu mengaktifkan evolusi gen manusia, meningkatkan fungsi tubuh, dan memperlambat penuaan! Tapi, kekuatan ini nggak bisa disimulasikan dengan teknologi. Kekuatan ini sama dengan yang terkandung di dalam Serbuk Pengusir Wabah, hanya saja intensitasnya berbeda!""Mengaktifkan evolusi? Istilah itu cukup menarik!" Arlo mengangguk. Dia juga cukup terkesan dengan efisiensi Doraia.Mampu memperoleh kesimpulan seperti itu dalam waktu sesingkat ini sudah sangat bagus.Dia tersenyum dan berkata, "Kalau dijelaskan seperti itu, memang nggak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1360

    Arlo mengikuti Peter menuju sebuah pangkalan rahasia di pinggiran kota. Dari luar, tempat itu tampak seperti rumah yang sudah bobrok, tetapi di bawah tanah ada sebuah laboratorium berteknologi tinggi.Ketika Arlo melangkah masuk ke halaman, dia langsung melihat Bagas. Di sampingnya berdiri seorang lelaki tua yang mengenakan seragam militer. Rambutnya sudah memutih, tetapi sorot matanya memancarkan kecerdasan dan kebijaksanaan."Beliau adalah kepala Institut Penelitian Biologi di Pangkalan Riset Ilmiah Militer, Pak Kunal." Bagas memperkenalkannya dengan serius, lalu terkekeh. "Aku nggak memberitahumu soal ini. Kamu nggak marah, 'kan?""Sebenarnya, saat awal-awal menempatkan orang di sana, aku sendiri juga nggak tahu. Atasan yang ingin membantu mengawasi laboratoriummu. Sewaspada apa pun Fellis, dia tetap nggak sebanding dengan orang-orang profesional. Peter sudah menjalani pelatihan kontraintelijen profesional.""Waktu kamu berhasil menciptakan Serbuk Pengusir Wabah dan cairan ajaib ini

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1359

    Arlo tersenyum tipis.Setelah kalimat itu terucap, semua peneliti yang hadir, termasuk para ilmuwan, langsung membelalakkan mata dengan wajah penuh ketidakpercayaan.Dalam keadaan normal, perusahaan mana pun pasti akan mengikat para peneliti ini dengan serangkaian perjanjian hukum, seperti perjanjian nonkompetisi, perjanjian kerahasiaan, kontrak kerja jangka panjang, dan sebagainya.Bagaimanapun, sejak awal mereka sudah tidak sabar membawa resep itu pulang ke negara masing-masing untuk mengembangkan cairan ajaib ini. Bisa dibayangkan, jika berhasil membawa pulang resep seperti ini, mereka bahkan mungkin akan menjadi pahlawan bagi negara mereka sendiri. Imbalan yang mereka dapatkan tentu bukan sekadar uang.Setelah mendengar keputusan Arlo, Peter langsung membelalakkan mata dan mulai gelisah. Dia memandang Arlo dan hampir tersedak. "Pak Arlo, apa keputusan ini nggak sebaiknya dipertimbangkan lagi?""Nggak perlu." Arlo melambaikan tangannya.Melihat hal itu, para peneliti bergegas mening

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1358

    "Nenekmu itu bukan orang baik. Menurutku, dia mau menyerahkan Keluarga Margono sebagai ganti rugi padaku hanya karena putra-putranya nggak mampu mengurusnya. Jadi, menyerahkan bisnis keluarga ke keturunan perempuan pun bukan masalah lagi."Dalam perjalanan pulang, Arlo menggeleng sambil terkekeh. Dia bisa melihat dengan jelas rencana Miskah.Sheila mencibir. "Dia bahkan mau mengirim Sully ke ranjangmu juga, biar kamu bisa menikmati dua bersaudari sekaligus. Dia sengaja membiarkan Aspen masuk untuk memperkeruh suasana, hanya untuk melihat apa kamu bakal cemburu. Dia mau mengujimu."Arlo tertawa. Sheila memang wanita yang sangat cerdas dan bisa melihat banyak hal dengan jelas. Jadi, dia tidak perlu menjelaskan lebih jauh.Bagi Arlo, Aspen hanyalah selingan kecil.Meski dia datang demi Serbuk Pengusir Wabah, kemungkinan besar dia juga mengincar cairan spiritual. Selain itu, dia juga memiliki kekuatan super tertentu, tetapi Arlo sama sekali tidak menganggapnya penting.Jangankan Aspen, bah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1357

    "Sekarang kita sudah jadi satu keluarga. Kamu pasti sudah bekerja keras sampai bisa mendapat perhatian Master Arlo. Tapi Master Arlo punya bisnis yang begitu besar.""Kalau kamu ingin bisa berdiri teguh di sana, mengandalkan dirimu sendiri akan sulit. Kamu juga perlu dukungan keluarga. Kalau bisa bekerja sama dengan Keluarga Lingga ...," lanjut Ronny."Ehem ...." Sully berdeham, tampak sedikit canggung.Sheila mendengus, lalu langsung menarik Arlo. "Ayo, kita pergi saja. Ada orang yang menyebalkan di sini."Arlo mengangguk sambil tersenyum kepada Miskah, lalu pergi bersama Sheila.Suasana di meja makan seketika menjadi sangat canggung.Miskah juga meletakkan sendoknya. "Aku sudah selesai makan. Kalian mau hidup atau mati, urus saja sendiri. Aku sudah nggak mau ikut campur."Sully membantu Miskah berdiri, lalu mengangguk kepada Ronny. "Paman, aku antar Nenek kembali ke kamar dulu!"Setelah kembali ke kamar, Miskah menggeleng. "Arlo ini ternyata jauh lebih sulit dihadapi daripada yang di

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status