LOGIN"Apa aku boleh pergi kalau aku mengatakan semuanya?" tanya Geraldine dengan hati-hati."Mau negosiasi?" balas Arlo.Geraldine menatap wajah Arlo yang tersenyum tipis. Hatinya semakin gelisah. Pria ini benar-benar berhati keras. Dari awal sampai sekarang, Arlo sama sekali tidak memperlakukannya dengan lebih baik hanya karena dia wanita cantik.Geraldine bahkan merasa Arlo benar-benar bisa melakukan apa yang tadi dia katakan, menelanjanginya lalu mengirimnya ke klub malam."Aku belum sempat mengambil apa pun dari laboratorium," kata Geraldine."Aku nggak percaya," kata Arlo sambil mencibir."Karyawan yang baru masuk nggak punya izin untuk mengakses data inti," jelas Geraldine."Nggak meyakinkan.""Metode enkripsi data inti kalian sangat canggih. Aku nggak sempat memecahkannya. Soal siapa yang menyuruhku datang, kamu sendiri pasti tahu siapa saja yang kamu singgung."Melihat Arlo masih tidak percaya, Geraldine menjadi kesal. Dia menunjuk Darhan dan berkata, "Kalau kamu nggak percaya, tany
Geraldine menahan rasa gugupnya dan mencoba berpura-pura tenang. Dia baru melangkah dua langkah ketika suara Arlo tiba-tiba terdengar, "Kemampuanmu mengganti wajah memang cukup hebat, bahkan lebih hebat daripada kemampuanmu memanjat dinding dan menyelinap."Geraldine langsung berhenti. Dia menoleh menatap Arlo, menahan gelombang keguncangan dalam hatinya. "Aku penasaran, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"Bukannya menyombongkan diri, tapi dengan kemampuannya, tidak banyak orang di dunia ini yang bisa memojokkannya seperti ini. Namun, pria di depannya berhasil melakukannya dengan mudah. Geraldine tahu dirinya sudah tidak bisa kabur lagi."Sebenarnya nggak ada yang istimewa," kata Arlo santai. "Langkah kakimu sangat ringan, bahkan lebih ringan daripada kebanyakan orang yang berlatih bela diri.""Orang kantoran biasa mana mungkin punya kemampuan kaki seperti itu?"Geraldine terkejut. Sejak kecil dia memang berlatih ilmu gerak ringan dan langkah kakinya yang ringan sudah menjadi bagian da
Begitu wanita itu berlari, Darhan juga langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Reaksinya cukup cepat. Dia segera berteriak, "Aktifkan siaga!"Setelah itu, dia langsung berkata kepada Arlo, "Pak Arlo nggak perlu khawatir. Sistem keamanan gedung laboratorium kita akan menutup seluruh gedung dalam 30 detik! Dia nggak mungkin bisa lolos!"Namun begitu kata-kata itu selesai diucapkan, wanita muda itu justru langsung menuju arah jendela. Tanpa ragu sedikit pun, dia melompat keluar dari jendela.Darhan langsung tercengang. Dia buru-buru memanggil petugas keamanan.Wajah Arlo langsung menjadi muram. Tubuhnya tiba-tiba menghilang dari tempat semula. Dalam waktu tidak sampai beberapa detik, dia sudah muncul di depan jendela. Tanpa melihat ke bawah sedikit pun, dia juga langsung melompat keluar.Ekspresi Fellis langsung berubah masam. Baru pertama kali dia membawa Arlo ke laboratorium, malah langsung terjadi kejadian seperti ini.Mulut Darhan sampai ternganga. Dia dan Fellis segera berla
Arlo sedikit mengangguk sebagai tanda salam, lalu langsung berkata tanpa bertele-tele, "Aku punya beberapa resep obat yang perlu segera dibuatkan data eksperimennya. Selain itu, resep-resep ini harus dijaga kerahasiaannya dengan ketat, nggak boleh ada sedikit pun kebocoran."Darhan menilai Arlo dengan pandangan tajam. Dia sudah lama mendengar bahwa mitra perusahaan farmasi Keluarga Soraya adalah sosok yang sedang menjadi pusat perhatian, tetapi dia tidak menyangka orangnya masih begitu muda.Hal yang membuatnya sedikit tidak senang adalah sikap Arlo yang terlalu dingin terhadapnya.Bahkan di perusahaan besar bernilai puluhan triliun seperti Pionir, para pemilik perusahaan sangat menghargai dan memperlakukannya dengan penuh hormat sebagai kepala departemen eksperimen.Namun, Darhan tidak menunjukkannya. Dia menyesuaikan kacamatanya lalu berkata, "Pembuatan data eksperimen memang merupakan tugas utama laboratorium. Hanya saja kalau harus dipercepat, mungkin akan cukup sulit.""Hm?" Arlo
Yang diandalkan Sekte Dokter Hantu hanyalah resep obat yang terkumpul dari warisan ribuan tahun.Namun, di dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi tercatat pengalaman seorang tabib agung yang menjelajahi berbagai dunia, serta seluruh pengetahuan yang dia kumpulkan tentang ilmu pengobatan dan obat-obatan.Jika benar-benar dibandingkan dari segi warisan pengetahuan, bahkan sepuluh Sekte Dokter Hantu pun tidak akan mampu menandingi sebagian kecil darinya.Setelah berbicara dengan Kamil, Arlo kira-kira sudah bisa menebak apa yang ingin dilakukan Keluarga Jayadi dan Sekte Dokter Hantu.Selama satu minggu berikutnya, Arlo terus berada di rumah untuk menyusun resep-resep dari warisan tersebut. Dia berusaha mengganti beberapa bahan obat langka dalam resep leluhur dengan bahan obat yang lebih umum.Cara ini memang akan menurunkan khasiat obat, tetapi nilai penerapannya di masyarakat akan jauh lebih luas.Seperti Pil Penyamaran yang tercatat dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi. Arlo menghapus baha
"Untuk menghadapi satu Arlo saja harus membuat rencana sebesar ini?"Ibrahim berkata, "Belum tentu sampai sejauh itu, tapi dunia bisnis seperti medan perang. Melangkah satu langkah harus melihat sepuluh langkah ke depan.""Langkah pertama adalah perusahaan farmasi baru yang kamu dirikan bersama Sekte Dokter Hantu. Dengan fondasi Sekte Dokter Hantu, kalian harus lebih dulu membuat nama perusahaan itu terkenal dan menciptakan situasi seolah-olah siap berhadapan langsung dengan Arlo.""Dengan begitu, semua orang akan dipaksa memilih pihak dan ruang perkembangan Arlo akan dipersempit. Kalau Arlo tidak mampu menahan tekanan, dia pasti sudah menyerah lebih dulu.""Kalau Arlo mampu bertahan, kita bisa melangkah lebih jauh dengan menargetkan produksi perusahaan milik Keluarga Soraya. Kalau itu masih nggak berhasil, kita dorong semuanya sampai ke puncak lalu menghancurkannya. Saat itu nggak ada seorang pun yang bisa hidup tenang."Mendengar sampai di sini, Felix langsung mengernyit. "Bukankah i
Di luar ruangan, ucapan Bruno terdengar jelas oleh Arlo. Dia menoleh pada Faris dengan tatapan penuh arti, lalu bertanya dingin, "Pak Faris mau jadi penengah atau mau mengikat dan menyerahkanku?"Faris hanya bisa menghela napas panjang, "Dik Arlo, kamu nggak hidup di dunia mafia, jadi kamu nggak pah
Meskipun para preman itu terlatih, mereka tetap tidak berdaya di hadapan pasukan khusus yang bersenjata lengkap. Beberapa orang yang berusaha lari, langsung ditembak hingga terkapar. Ada beberapa yang mencoba mengambil senjata untuk melawan, tetapi pergelangan tangan mereka dilumpuhkan sampai patah.
Sugi meludahi dengan kasar, "Kamu cari mati! Memangnya kamu pantas manggil julukan 'Musang'? Berani-beraninya bertindak kasar di wilayahku, kamu bilang saja sendiri mau gimana!"Arlo mengangkat bahu tanpa peduli, "Benar atau salah nggak penting, yang penting ujung-ujungnya harus aku yang disalahkan,
Setelah kejadian itu, Conan dan istrinya menonton rekaman CCTV ruang tamu. Potongan-potongan gambar itu membuat mereka merinding ketakutan.Sahrul menatap pasangan suami-istri itu dengan ekspresi aneh. Dalam hati dia merasa, apakah keduanya terlalu tertekan sampai jadi berhalusinasi? Menurut pikiran







