Share

Bab 461

Author: Jayden Carter
Kamar nomor 3021 adalah kamar yang dia tempati. Pria asing itu membuka pintu dengan kartu akses. Begitu kartu dimasukkan dan dia hendak menyalakan lampu, seorang pria bertubuh kekar tiba-tiba menerobos keluar dari kamar mandi di samping.

Reaksi pria asing itu sangat cepat. Dia menyamping ke dinding dan langsung mengayunkan tendangan. Tak disangka, orang itu malah menahan tendangan tersebut secara frontal, lalu maju mendekat dan menghantam dada si pria asing dengan satu pukulan.

Krak!

Pria asing
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 883

    Arlo hanya tersenyum tipis."Lihat saja sikap mereka. Sekalipun aku setuju, mereka juga belum tentu mau."Nirkasa mengatupkan bibirnya. Kakak seperguruannya, Madan, memang orang yang sangat tinggi hati. Mustahil dia mau menundukkan kepala kepada Arlo.Paula buru-buru berkata, "Aku mau, aku mau! Tolong bantu aku! Serangga seribu wajahku juga hampir nggak kuat lagi!"Arlo memutar bola matanya."Setelah semua ulahmu itu, sekarang baru tahu memohon padaku?""Kalau bukan karena aku, kamu juga nggak bakal bisa mencium Kak Isyana! Kamu seharusnya berterima kasih padaku! Begini saja, kamu bantu aku, nanti aku kasih Kak Isyana serangga nafsu. Dijamin dia bakal sukarela untuk menemanimu!"Paula tersenyum menjilat pada Arlo.Kulit kepala Arlo langsung terasa mati rasa. Meski dia tahu gadis-gadis suku Maia memang penuh gairah dan lebih terbuka dibanding wanita lain, ucapan gadis kecil itu tetap membuatnya terdiam."Kalau kamu berani kasih Isyana serangga nafsu, akan kuhabisi kamu." Arlo mendengus

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 882

    Setelah rombongan Arlo keluar dari kabut racun, wajah Madan langsung menggelap. Dengan suara berat dia berkata, "Orang-orang tadi bermasalah. Mereka meracuni kita ...."Saat ini Madan sudah merasakan kelainan di dalam pusat energinya. Ada seutas energi kematian yang masuk ke tubuhnya, bahkan serangga guna-guna di dalam pusat energinya ikut terpengaruh dan menjadi lemas.Begitu mendengar ucapannya, Candana dan Jauhari segera memeriksa kondisi tubuh mereka sendiri, dan baru menyadari adanya sesuatu yang tidak beres.Madan langsung menjalankan teknik kultivasinya, mencoba memaksa energi kematian itu keluar dari pusat energinya. Namun, energi dalamnya sama sekali tidak mampu mendekati energi kematian tersebut.Setelah memeriksa tubuhnya sendiri, ekspresi Nirkasa berubah drastis."Serangga inti kehidupanku dililit energi kematian dan sekarang sangat lemah. Kalau begini terus, aku mungkin ...."Serangga inti kehidupan berkaitan langsung dengan nyawa seorang master sihir. Jika serangga guna-g

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 881

    Nirkasa dan Paula terus berada di sisi Arlo, jadi mereka melihat semuanya dengan jauh lebih jelas.Tadi Arlo nyaris membunuh seseorang dengan satu pukulan, dan setiap serangannya langsung berupa jurus mematikan. Membunuh orang hanyalah semudah membalikkan telapak tangan baginya. Tindakannya begitu kejam hingga membuat bulu kuduk meremang.Wajah Paula saat ini pucat pasi. Tatapannya kepada Arlo kini dipenuhi rasa segan yang berbeda dari sebelumnya.Meski dia dan Nirkasa sudah tahu sejak kemarin bahwa Arlo memang seorang grandmaster tenaga transformasi sejati, tiga grandmaster Sekte Sihir itu juga merupakan kerabat dekat mereka, jadi mereka tidak memiliki rasa takut yang sama seperti orang luar terhadap seorang grandmaster.Karena itu, Paula masih berani menggoda Arlo.Bahkan Nirkasa sendiri, yang selama ini hanya mengikuti Nirmala mengurus urusan duniawi, juga tahu jelas bahwa seorang grandmaster harus dihormati setinggi mungkin.Di mata mereka, Arlo lebih terlihat seperti pemuda kota b

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 880

    Nirkasa terus mengikuti Paula. Posisi dan tugasnya sangat jelas, yaitu melindungi adik perempuannya.Serangga milik ketiga orang itu bergerak bebas di dalam kabut racun. Melalui serangga itu, mereka dengan cepat menemukan beberapa orang yang bersembunyi di dalam kabut beberapa meter jauhnya.Terdengar beberapa erangan tertahan, lalu serangga-serangga itu terbang kembali satu per satu."Kita lanjutkan perjalanan. Semuanya sudah dibereskan," kata Madan sambil menghela napas lega.Arlo dari awal sampai akhir tidak ikut bergerak. Di mata Candana dan Jauhari, hal itu justru membuat mereka semakin yakin kalau pria itu mungkin sedang mengerahkan seluruh tenaga hanya untuk melawan kabut racun.Arlo diam-diam menggeleng. Kesempatan penyergapan sebagus ini, tetapi orang-orang Organisasi Sembilan Ular hanya menembakkan panah diam-diam?Benar saja, baru beberapa langkah lagi, dia sudah merasakan embusan angin tajam melintas di sampingnya. Refleks, dia langsung menghantamkan tinju. Namun, tidak men

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 879

    Arlo sama sekali tidak menanggapi mereka. Situasi di dalam Lembah Sepuluh Ribu Naga masih belum diketahui. Dia juga tidak punya mood untuk adu mulut dengan gadis kecil seperti Paula.Setelah melewati hutan lebat, Madan menghentikan langkah semua orang.Arlo mengangkat pandangan dan melihat jalan di depan tertutup kabut merah muda yang pekat, membuat semuanya tampak samar.Di telinga, samar-samar terdengar suara gesekan makhluk seperti ular dan serangga yang merayap, disertai jeritan nyaring burung-burung tak dikenal, membuat suasana semakin mencekam."Aku di depan, Nirkasa dan Paula di tengah, Candana dan Jauhari di belakang. Kalian semua tahu cara melewati kabut racun ini, 'kan?"Setelah berkata begitu, Madan langsung melangkah maju. Dia sengaja tidak menyebut Arlo, juga tidak menjelaskan cara melewati kabut racun itu, jelas sedang menunggu Arlo membuka mulut dan bertanya.Arlo malah tertawa kecil. Kenapa kakak seperguruan ini tingkahnya mirip Paula? Sama-sama suka bersaing? Atau mung

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 878

    Didukung oleh Madan, Candana sama sekali tidak takut pada Arlo di wilayah mereka sendiri.Arlo menyipitkan mata. "Rekanku? Menurutku otak kalian memang agak bermasalah!"Madan berjalan mendekat, lalu menatap Arlo dengan dingin. "Mulutmu masih saja bicara kasar. Tunggu sampai aku tangkap orangnya. Setelah itu, aku mau lihat, apa kamu masih bisa sesumbar nggak!"Setelah berkata begitu, dia mengentakkan kaki. Tubuhnya langsung melompat ke udara, beberapa kali berpindah dengan cepat sebelum menerjang ke arah sebuah pohon besar beberapa meter jauhnya.Tak lama kemudian, terdengar suaranya yang penuh keterkejutan. "Kenapa kamu ikut ke sini?"Semua orang langsung menoleh dengan penasaran ke arah Madan.Tak lama kemudian, mereka melihat Madan kembali dengan wajah muram, sementara di belakangnya ada seorang wanita yang menunduk dengan lesu."Paula?" Nirkasa berseru kaget setelah melihat siapa orang itu.Paula menatap semua orang dengan wajah malu. "Kak ....""Jangan macam-macam! Cepat kembali s

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 372

    Saat dia berbicara, tinju Anton meledak bagaikan badai angin dan hujan deras. Namun, Dikara seolah sudah tahu lebih dulu dan selalu bisa mengantisipasinya setiap kali.Setiap serangan Anton selalu meleset sedikit. Semakin bertarung, semakin besar rasa gentar di hatinya.Alis Tristan berkerut rapat,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 386

    Tak disangka, sosok ganas itu datang dan langsung menginjaknya sampai mati!Saat para perampok kejam itu masih bengong, Arlo sedang mengamati sekeliling.Di mana-mana ada bercak darah. Di sudut dinding tergeletak lebih dari sepuluh mayat, sedangkan di tembok terdapat banyak lubang peluru. Terlihat j

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 396

    "Uang Keluarga Sriwandi, kekuasaan Keluarga Artika. Cukup dengan salah satu saja, seseorang sudah bisa berjalan seenaknya di Provinsi Hareast, apalagi kalau dua keluarga itu bersatu? Kamu kira bisnis barang antik ini murni cuma dikuasai Keluarga Sriwandi? Di dalamnya ada saham Keluarga Artika!""Kit

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 394

    Di samping, Zaem langsung ikut berteriak lantang, "Melihat token raja bela diri sama dengan raja bela diri datang langsung! Masih nggak berlutut memberi hormat kepada pemegang token?"Sekelompok orang Komite Bela Diri Provinsi Orlanis pun berdiri kacau diterpa angin. Mereka sejak pagi menempuh perja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status