Share

Bab 526

Author: Jayden Carter
Raut wajah Anies langsung menjadi kecut, suaranya pun menjadi jauh lebih dingin, "Anak muda, pikirkan baik-baik sebelum berbicara! Persahabatan Keluarga Hadju dan aku bukan sesuatu yang murahan!"

"Di usiamu yang masih muda bisa memiliki kemampuan medis seperti ini memang nggak mudah. Karena itu pula aku kasih kamu kesempatan!"

Arlo tertawa kecil. "Kalau begitu aku harus berterima kasih padamu?"

Anies mengernyit. Ketidaksukaannya terhadap sikap Arlo makin jelas.

"Sejak dulu, jalan para praktisi m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 576

    Arlo menatap Renata dengan dingin, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Hanya dari tatapannya saja sudah terasa sindiran dan ejekan.Renata semakin marah. "Kamu ... kamu ...! Victor, lihatlah menantu kesayanganmu itu! Baru dapat sedikit uang saja sudah merasa hebat sekali! Lihat tatapannya itu! Kenapa? Mau memukul ibu mertuamu?"Victor sudah muak dengan teriakan istrinya. Dia membentak pelan, "Isyana masih sakit, sudah selesai belum? Keluar! Biarkan Arlo mengobati Isyana dulu!"Sambil berkata begitu, dia mendorong Renata keluar dari ruang rawat, lalu mengangguk pada Arlo.Arlo mengeluarkan Mycoblastusalpinus, lalu mengambil bahan obat lain yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Leonard dan yang lain. Dia bahkan malas merebus ramuan.Dia langsung membentuk segel tangan, mengerahkan api alkimia, menggunakan api itu untuk memurnikan bahan-bahan obat, mengekstrak esensinya, hingga akhirnya membentuk sebuah pil kecil.Kemudian, dia membuka bibir merah Isyana dan memasukkan pil itu ke mulutnya.

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 575

    Orang tua ini bilang akan memberinya obat spiritual, obat semi-spiritual, seolah-olah semudah membagikan permen!"Syaratnya, kelak kamu harus membantuku melakukan tiga hal. Sekarang belum bisa kuberi tahu hal apa. Aku hanya bisa bilang, kemungkinan besar itu nggak akan bertentangan dengan jalan yang akan kamu tempuh di masa depan." Husein berbicara dengan sangat samar.Arlo terdiam sejenak, lalu berkata, "Kalau begitu, kamu harus beri tahu dulu apa itu orang terpilih.""Apa itu? Nggak tahu, belum pernah dengar!" Husein menggeleng, seolah-olah tak tahu Arlo sedang mengatakan apa.Arlo terdiam lagi sesaat, lalu berkata, "Syaratmu terlalu samar, sekarang aku belum bisa menyetujuinya! Tunggu sampai kupikirkan matang-matang!""Baiklah! Kuberi satu kalimat untukmu. Hanya dengan memasuki tingkat bawaan, seseorang benar-benar melangkah ke gerbang bela diri!" Setelah berkata demikian, Husein melambaikan tangan, memberi isyarat Arlo boleh pergi.Awalnya Arlo ingin meninggalkan Mohit dan Jivano,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 574

    Arlo kembali ke balai obat tepat tengah malam. Pintu balai obat terbuka lebar, tetapi Husein dan bawahannya tak tampak di mana pun.Ruang utama tertutup rapat, kemungkinan besar Husein memang tinggal di situ. Namun, memikirkan kebiasaan keras kepala orang tua yang selalu bicara soal aturan, Arlo menahan rasa ingin tahunya. Dia duduk bersila di halaman dan mulai bermeditasi.Pertarungan melawan ular piton putih itu bisa dibilang adalah pertempuran paling brutal sejak Arlo kembali ke kenyataan. Serangan yang terlihat gagah itu hampir menguras seluruh energinya. Untung saja ada cairan spiritual untuk mengisi kembali.Pertarungan ini sekaligus membuatnya memahami lebih dalam tentang Kitab Surgawi Pengobatan Abadi. Saat sebelumnya dia berada dalam tahanan, dia hampir mengalami pencerahan. Setelah pertarungan hari ini, hambatan itu akhirnya longgar."Sepertinya malam ini adalah kesempatan bagiku untuk memasuki tingkat inti semu!" Arlo duduk tenang, menggunakan prinsip Kitab Surgawi Pengobata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 573

    Sekujur tubuh Rafi membeku di tempat. Arlo mengambil telepon satelit dari tangannya.Dari ujung sana, terdengar suara Lasya yang penuh kebencian. "Bagus kalau kamu nggak mati! Aku justru takut kamu mati di tempat yang nggak bisa kulihat!"Arlo menunggu makian Lasya selesai dengan wajah tanpa ekspresi. Kemudian, dia berkata dengan dingin, "Cuci bersih lehermu dan tunggu aku!"Kalau bukan karena Isyana masih menunggu obat, dia sudah lama datang membunuh Lasya. Jika Lasya berani macam-macam padanya, Arlo tentu berani membalas!Setelah menutup telepon, Arlo menyelipkan kembali telepon satelit itu ke tangan Rafi. "Sengaja ikut ke sini hanya untuk melaporkan jejakku padanya?"Rafi mundur setengah langkah, bersikap galak tetapi sebenarnya takut. "Jangan asal bicara. Aku cuma lapor keselamatanku pada kakak sepupuku."Suara percakapan keduanya tidak kecil. Perhatian semua orang langsung tertarik. Kurang lebih, mereka juga memahami isi pembicaraan itu.Satu per satu memandang Rafi dengan simpati

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu dan bergumam, "Jangan-jangan benar seperti yang tercatat dalam kitab kuno, di tempat dengan fenomena aneh akan berkumpul energi langit dan bumi.""Binatang aneh yang telah tercerahkan akan mencari tempat dengan energi melimpah untuk berdiam, sementara energi langit dan bumi itu akan melahirkan obat spiritual atau harta surgawi.""Seperti kata pepatah, binatang aneh, obat spiritual, atau harta surgawi selalu muncul di tempat yang sama!"Jivano mendengarkan Mohit yang terus bergumam, sambil menggeleng. Sebagian besar koleksi kitab di Gunung Naga Harimau sudah pernah dia baca. Dia juga memikirkan kemungkinan itu. Hanya saja, apa sebenarnya yang tersembunyi di bawah kolam dingin, dia tak mampu m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 571

    "Paling banyak aku masih bisa mencari lagi sepuluh obat semi-spiritual. Totalnya jadi 20," kata Wahid sambil mengertakkan gigi."Oh." Hati Arlo terguncang. Kultivator mandiri dari Hondaria ini benar-benar kaya.Melihat Arlo hanya merespons tanpa kelanjutan, Wahid mengira dia tidak puas. Dia pun buru-buru berkata, "Mahaguru Gunung Naga Harimau bisa menjadi saksi, sekarang ini obat semi-spiritual memang sangat sulit dicari.""Dulu saat aku berkelana ke luar negeri bersama guru, kami bertemu tsunami. Kapal terbalik dan terdampar di sebuah pulau terpencil. Secara tak terduga, kami mendapat sekitar 30 obat semi-spiritual.""Selama bertahun-tahun ini sudah kupakai sepuluh. Tersisa 20. Di antaranya Mycoblastusalpinus sudah kuserahkan kepada Master. Tinggal satu Rumput Seratus Roh. Kalau nggak kusisakan untuk penyembuhan luka, aku takut belum sampai ke Hondaria, nyawaku sudah melayang.""Jadi total 20 obat semi-spiritual itu, aku masih kurang dua. Aku tahu di mana bisa membelinya. Aku akan seg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status