Share

Bab 551

Author: Jayden Carter
Sayangnya, detik berikutnya keberanian itu langsung berubah jadi ketakutan.

Dua orang yang berada paling depan juga terkena semburan asap hitam dari mulut labu itu tepat ke wajah mereka. Kali ini lebih aneh lagi, mereka langsung saling membacok dengan golok di tangan.

Satu orang menebas bahu lawannya, satu lagi menebas kepala lawannya. Darah memercik ke mana-mana.

"Sial!"

"Lari!"

Sekelompok preman itu bahkan tidak gagap sedikit pun, mereka langsung berdesakan menuju pintu restoran. Mereka baru b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1544

    Terlebih lagi, ketika Yolanda membuka mata, dia melihat Arlo masih memejamkan mata dengan ekspresi penuh kenikmatan. Pria itu rupanya masih bermimpi!Saat Arlo pingsan tadi, kepalanya sebenarnya berada di dekat bahu Yolanda. Namun, siapa sangka pria itu malah menggeser kepalanya sendiri ke bawah!Sekarang, kepalanya sudah terbenam tepat di dada Yolanda!Konon, ada sesuatu yang begitu dilihat pria, secara naluriah akan langsung diisap beberapa kali!Dan saat ini, Arlo benar-benar sedang melakukannya!Dipenuhi rasa malu dan amarah, Yolanda langsung melayangkan tamparan!Lautan kesadaran Arlo bergetar hebat. Sosok kecil di dalamnya tiba-tiba membuka mata. Begitu menyadari keadaannya, Arlo langsung tersentak.Sialan! Ternyata ini sama sekali bukan mimpi di dalam mimpi, melainkan kenyataan!Arlo merasa ingin pura-pura mati saja!"Sudah puas isapnya?"Dengan wajah tanpa ekspresi, Arlo bertumpu pada kedua lengannya untuk bangkit.Namun karena bergerak terlalu mendadak, lengannya pun terkilir.

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1543

    "Adik kecil, dalam keadaan seperti ini pun kamu masih keras kepala!"Yolanda meningkatkan kekuatan mentalnya untuk menyusup lebih dalam. Mungkin karena lautan jiwa Arlo sedang kacau balau, dia akhirnya berhasil memasuki lautan kesadaran pria itu.Lautan kesadaran orang normal menyerupai sebuah dunia kecil. Di atasnya terdapat langit, di bawahnya terdapat lautan, sementara kabut putih yang tersebar di antaranya merupakan perwujudan kekuatan mental.Namun, roh spiritual Arlo sangat kuat. Kabut putih dalam lautan kesadarannya telah berkumpul dan memadat menjadi sosok manusia.Saat ini, lautan jiwanya sedang dilanda gelombang dahsyat seperti tsunami. Sosok kecil di tengahnya memejamkan kedua mata, sementara langit di atasnya tampak seolah dipenuhi bintang-bintang yang berjatuhan secara kacau.Di satu sisi, Yolanda kagum melihat betapa kuat dan padatnya roh spiritual Arlo. Namun di sisi lain, dia juga tak kuasa merasa iba.Dalam kondisi separah ini, pria itu ternyata masih memaksakan diri m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1542

    Setelah api menyala, Arlo menambahkan beberapa potong kayu bakar. Untung saja benda-benda peninggalan itu dilindungi oleh formasi. Kalau tidak, sekalipun para leluhur pernah meninggalkan barang-barang di sini, belum tentu semuanya bisa bertahan sampai sekarang.Dia menoleh sekilas ke arah Yolanda. Seharusnya, wanita itu sudah melepas pakaiannya yang basah sejak tadi. Namun, pakaiannya sudah compang-camping dan hampir menyerupai sobekan kain. Jadi, tidak masalah kalau dikeringkan begitu saja di dekat api.Lagi pula, masa dia harus menyuruh Yolanda melepas celananya? Sebenarnya, celana itu juga hanya bisa menutupi bagian intimnya. Sebagian besar tubuhnya sudah terekspos.Bagaimanapun, entah itu Yolanda atau Kinta, keduanya merupakan ahli bela diri tingkat tinggi, bukan wanita lemah yang mudah jatuh sakit. Dengan adanya api, seharusnya tidak akan terjadi masalah besar.Hanya saja, melihat keadaan semakin tenang, semakin mudah pula adegan mesra dan menggoda yang terjadi di antara mereka se

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1541

    Meski sempat muncul keinginan untuk memberontak, perasaan itu hanya bertahan sesaat sebelum menghilang.Setelah menyambungkan tulangnya, Arlo membuat kain penyangga dari pakaian, lalu mulai melilitkannya sesuai metode tradisional untuk menyangga tulang dada.Namun, tangannya mau tak mau menyentuh beberapa bagian yang seharusnya tidak disentuh.Yolanda akhirnya tidak tahan lagi. Dia melototi Arlo dengan kesal. "Enak ya raba-raba begini?""Lumayan! Tapi masih lebih enak meraba punya Isyana!"Begitu mendengar nama Isyana, ekspresi Yolanda menjadi muram. Namun, dia memaksakan diri menahan emosinya. Matanya bergerak menggoda sambil berkata, "Kalau begitu, mau raba lagi? Biar lebih puas?"Arlo menyeringai. Kalau wanita ini benar-benar Yolanda yang sedang menyamar, begitu sembuh nanti, hal pertama yang akan dilakukannya pasti menghajar Arlo sampai mati!Nada bicaranya yang penuh gertakan membuat bulu kuduk merinding. Arlo pun berhenti menggodanya dan diam-diam menyelesaikan lilitan kain penya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1540

    Wanita ini terluka jauh lebih parah darinya. Kedua lengannya terkilir, beberapa tulang rusuknya patah, dan seluruh meridiannya seperti dipelintir paksa hingga hampir hancur. Bahkan pusat energinya sudah terkuras habis.Namun, Arlo tidak terlalu terkejut. Pengemis tua itu jelas bukan petarung yang baru saja mencapai tingkat transenden.Entah wanita ini Yolanda atau Kinta, mustahil kondisi fisiknya bisa sekuat Arlo yang tubuhnya sudah ditempa oleh tiga elemen berbeda.Meskipun saat ini dia terkena racun, selain rasa nyeri dan pegal di sekujur tubuh, kondisi fisiknya sebenarnya tidak mengalami masalah berarti.Kali ini dia pergi ke Gorasa juga bukan sekadar mengandalkan keberanian dan bertindak gegabah. Sebelum berangkat, dia sudah melakukan penyelidikan. Di Gorasa tidak ada petarung transenden. Memang ada kemungkinan kekuatan roh memiliki kekuatan setingkat transenden, tetapi itu tetap bukan kekuatan transenden yang sesungguhnya.Kenyataannya memang begitu. Meskipun Fujikawa mampu menger

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1539

    Namun, sebelum sempat bereaksi, tiba-tiba gelombang panas menyembur. Setelah itu, muncul daya isap yang sangat besar, seolah di bawah laut ada lubang hitam yang hendak menyedot segala sesuatu ke dalamnya.Arlo hanya merasakan tekanan yang luar biasa besar. Kepalanya sampai berdenging hebat.Kali ini dia benar-benar celaka?Pikiran itu melintas di benak Arlo, sementara tubuhnya jatuh seperti benda yang terjun bebas. Tangan kanannya masih digenggam erat oleh tangan seorang wanita.Dia tahu, wanita itu adalah Kinta.Bruk! Sepertinya mereka sudah mendarat!Jelas-jelas mereka terseret masuk oleh air laut, bagaimana mungkin malah mendarat?Sisa kesadarannya dengan cepat tertutupi oleh rasa lelah akibat luka-lukanya. Arlo pun memejamkan mata.Air laut terus-menerus membasuh tubuh mereka, mengalir melewati tubuh, lalu kembali surut.Yolanda membalikkan tubuhnya dan menempel erat pada Arlo seperti gurita.Dalam kondisi terluka dan tak sadarkan diri, tubuhnya terus dibasuh air laut yang dingin d

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status