LOGINArlo merasa seolah ada sesuatu yang meledak di dalam pikirannya. Gelombang energi yang tak kasatmata memancar dari seluruh tubuhnya dan menyebar ke udara, menciptakan lingkaran-lingkaran riak energi.Energi itu bagaikan gelombang energi murni yang berwujud nyata, menghancurkan seluruh perabotan dan peralatan elektronik di dalam kamar.Dengan Arlo sebagai pusatnya, seluruh ruangan tampak seperti baru saja diterjang angin puyuh. Entah berapa lama kemudian, Arlo perlahan membuka matanya dan wajahnya dipenuhi kegembiraan.Berhasil!Saat ini, Arlo merasa dunia di sekelilingnya jauh lebih jelas daripada yang bisa dilihat oleh kedua matanya.Ketika kesadaran spiritualnya dilepaskan, dia bisa "melihat" semua orang di dalam dan di luar klub. Dia bisa "mendengar" setiap kalimat yang diucapkan siapa pun. Bahkan dia bisa melihat Leonard dan Harto yang masih memainkan Pil Jiwa Kehidupan sambil mengobrol dengan Sheila dan Fellis di restoran lantai dua ....Setelah kesadaran spiritual terbentuk, buka
Leonard berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Yang ingin aku katakan adalah, jangan merasa terbebani. Kalau memang nggak memungkinkan, kita kembali saja ke Naldern. Membuka dan mengelola klinik kita dengan baik juga sudah cukup untuk membuat hati tenang dan nggak ada penyesalan!"Harto mengangguk. "Benar. Demi semua orang, kamu sampai harus mempertaruhkan nyawa. Kami juga merasa nggak enak hati! Pengobatan tradisional adalah milik Doraia, bukan milikmu seorang. Nggak ada alasan kamu harus terus menerima pukulan demi semuanya!"Kata-kata mereka begitu tulus hingga membuat hati Arlo tersentuh. Perasaan sesak dalam hati Arlo pun banyak berkurang. Dia tertawa keras dan berkata, "Kalian berdua benar. Pengobatan tradisional adalah milik Doraia. Kalau hanya karena beberapa sampah aku menyerah begitu saja, bukankah itu malah sesuai sama keinginan mereka?"Tentu bohong jika Arlo mengatakan bahwa dia tidak marah terhadap cara licik yang digunakan Kaisan dari Sekte Vitalitas. Bahkan, dia juga meras
Syafiq mengernyit lebih dalam.Faudina melanjutkan dengan hati-hati, "Paman Azriel juga bukan bilang nggak mau ikut campur. Dia hanya bilang waktunya belum matang ....""Kapan waktunya akan matang? Mau tunggu sampai Arlo bunuh Keluarga Kushanto?" Henky mencibir.Syafiq menggeleng, wajahnya penuh kekecewaan.Sebagai sesepuh dan tetua keluarga, kepentingan keluarga selalu lebih besar daripada kepentingan individu. Meskipun dia punya banyak cucu, tetap saja dia merasa sedih melihat cucunya meninggal.Namun seperti yang dikatakan menantunya, menyelesaikan masalah dengan biaya sekecil mungkin adalah pilihan orang cerdas!Dia tidak melanjutkan topik itu, melainkan menoleh ke arah Faudina dan berkata, "Kakakmu dan sepupumu sudah pulang dari ibu kota. Malam ini suruh semuanya datang ke rumah utama, kita makan malam reuni keluarga, gimana?"Mendengar kakak dan sepupunya sudah kembali, kilatan kegembiraan muncul di wajah Faudina.Kakak laki-lakinya adalah kebanggaan generasi muda Keluarga Kushan
Yukara melirik bekas tebasan yang membelah tanah. Kelopak matanya sedikit terangkat sebelum akhirnya berbicara, "Dewa Militer bilang, Kaisan terbukti berkolusi dengan Organisasi Sembilan Ular. Buktinya sudah jelas. Karena itu, kematiannya dianggap sebagai hukuman yang pantas.""Sedangkan Sekte Bayangan hanya datang untuk mengaktifkan formasi. Karena mereka sendiri yang memulai masalah, maka mereka harus menanggung akibatnya. Kirimkan mayat mereka kembali."Azriel tercengang.Tidak ada penyelidikan sama sekali?Dia bertanya dengan enggan, "Kalau Sekte Bayangan ingin menuntut Arlo atas perbuatannya?"Yukara melirik Azriel lalu tertawa sinis. "Kalau begitu, suruh mereka cari Dewa Militer."Kening Azriel berkerut. Dia tidak mengerti bagaimana Arlo bisa mendapatkan dukungan sebesar itu dari Dewa Militer.Sudut mulut Bagas berkedut. Dalam hatinya muncul berbagai dugaan. Apakah keberpihakan Dewa Militer kepada Arlo benar-benar hanya karena Arlo memperjuangkan pengobatan tradisional?Dia meras
Sejak menjadi pemimpin tertinggi markas militer Kota Aramaya, sudah sangat lama tidak ada seorang pun yang mampu memberinya tekanan sebesar ini.Azriel melirik ke arah pintu masuk dengan gelisah.Arlo terlalu berbahaya. Bagaimanapun juga, dia tidak boleh dibiarkan pergi.Sementara itu, setelah mendengar ucapan Arlo, perasaan orang-orang yang hadir menjadi campur aduk dan sulit dijelaskan.Pada titik ini, bahkan orang yang paling lambat memahami situasi pun sudah bisa menebak bagaimana semua ini bermula dan mengapa sampai berkembang sejauh ini.Arlo ingin mengangkat kembali kejayaan pengobatan tradisional dan hal itu menyentuh kepentingan Sekte Vitalitas yang diwakili oleh Kaisan.Setelah menunjukkan kemampuan medis yang luar biasa, dia juga menjadi sasaran keserakahan banyak pihak. Sepertinya Arlo tidak melakukan kesalahan apa pun. Namun setelah membunuh orang, seolah-olah semuanya berubah menjadi kesalahannya.Setidaknya, itu tidak dapat diterima oleh hukum.Arlo sama sekali tidak mem
Gonzali gemetaran. Bahkan sebelum Arlo mendekat, dia sudah berlutut dan bersujud tanpa henti."Master Arlo, ampuni nyawaku! Meski aku memang pernah ngomong nggak sopan, aku nggak pernah bersekongkol untuk menjatuhkanmu! Konferensi Pengobatan Tradisional memang mengandalkan kemampuan masing-masing. Lagi pula, yang menang juga kamu .... Apa yang dilakukan Pak Kaisan nggak ada hubungannya denganku."Arlo mencibir."Sekte Vitalitas milikmu itu memperoleh manfaat dari warisan keterampilan para leluhur. Nggak mampu mengembangkannya saja sudah cukup memalukan. Waktu kamu menghalangiku demi kepentingan pribadimu sendiri, pernahkah kamu berpikir akan ada hari seperti ini?"Gonzali menundukkan kepala. Wajahnya pucat pasi dan dia tidak berani menatap Arlo."Aku seperti katak dalam tempurung, egois dan berpikiran sempit. Aku bersedia menerima hukuman. Master Arlo, mohon ampuni nyawaku!"Arlo tertawa sinis. "Aku selalu membedakan antara balas budi dan balas dendam. Aku juga bukan pembunuh yang memb
"Aku memang mau begitu. Aku nggak suka melihat Keluarga Hanafi. Alasan itu cukup nggak?""Tentu saja, aku juga bisa memberi kalian satu kesempatan. Sepuluh miliar untuk membeli kebun kalian yang menyedihkan itu. Bagaimana?"Victor sangat marah, suaranya tanpa sadar meninggi. "Jangan keterlaluan. Keb
Victor juga merasa orang-orang itu sedang membicarakan Keluarga Pramono, dan tak henti-hentinya menghela napas kagum. Renata memandang Daniel dengan sorot mata khas ibu mertua menilai calon menantu. Semakin dilihat, semakin puas."Daniel, kamu benar-benar hebat. Begitu banyak orang ingin bekerja sam
Galeri Pusaka Agung terletak di pusat Kota Naldern, selalu ramai pengunjung, dengan nuansa kuno dan klasik.Saat Arlo dan Daiyan turun dari mobil sport mewah, anak buah Keluarga Simarta sudah menunggu di depan pintu."Tuan Daiyan!"Sekelompok pria bertubuh besar yang jelas bukan orang sembarangan se
Daniel sangat percaya diri dengan kemampuan bicaranya. Dia merasa selama tokoh besar itu mau memberinya kesempatan, dia pasti bisa meyakinkan pihak tersebut.Fellis mendorong pintu dengan lembut.Daniel refleks merapikan pakaiannya, berusaha membuat dirinya terlihat percaya diri dan berwibawa. Namun







