ログイン"Dad, what are you doing to my girlfriend? You like Pearl? I'll marry Pearl. No problem. Just don't—" Jason, the jock I idolized for almost half my life, tripped over his words. "Derek, wait. Let's have a conversation fir— Dear fucking God, help me," I screamed, as my husband slammed the whole of his big dick home into my near virgin pussy. "Excuse my idiot son, wife. At least he had the sense not to touch you since I made you mine. Fuck, you're tight," Derek said, quick to withdraw and shove his dick back into me. ### Pearl was Jason's girlfriend for three years. He never touched her, fat shamed her mercilessly, but kept her around to pass his exams for him, claiming they were waiting for marriage to fuck. When Pearl walked in on him fucking a hooker, she was devastated, finally coming to terms with the truth: her boyfriend found her curves revolting. He was disgusted by her. Done being used and ready to get laid, Pearl agrees to go on a last minute blind date in her sister’s place. Little does she know that her 'date' isn’t the stranger she was supposed to meet. He’s Derek Nelson, Jason’s billionaire father and her husband from a drunken one night stand. Derek breaks the news to Pearl, then angry fucks her in front of Jason, demanding she be his whore wife for one year. In student debt up to her eye balls, with her family's debt to think of too, can Pearl really turn her billionaire husband away? As Jason grovels for forgiveness on his knees while Derek fucks Pearl, the young wife must choose: the boy who used and betrayed her or the ruthless, former champion wrester who’s obsessed with ruining her.
もっと見る"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG“Dad, just let me see her for a second,” Jason said, his voice low but edged with not so subtle, familiar hunger as the boxing match roared on the TV above the bar. “Pearl’s pregnant. I am so happy for you guys. I just want to congratulate her in person. Five years married and you two still look like newlyweds in every damn photo. What are you going to do, keep me from the kid his or her whole life?" Derek Nelson set his whiskey down with a deliberate clink, eyes narrowing on his son across the scarred wooden table. Their Friday night ritual of drinks at a sports bar was the fragile truce they’d built since Jason started working at the company. Every time he brought up Pearl it felt all the more brittle. Five years had passed since that chaotic Vegas honeymoon. Five years of Derek choosing Pearl every single day. Of watching her bloom into the fierce, brilliant woman who owned his heart and dominated boardrooms at his side. They had built a life together. A quiet, yet passionat
“Pearl, tell me it’s okay to be happy now,” Derek rasped against the curve of my neck.His voice cracked with every raw, pent up year of grief and guilt he had carried alone. His big hands shook as they hooked into the thin waistband of my panties and yanked them down my thighs in one frantic tug. “Even though my sister is gone. Penelope never got to watch Jason grow up because I was too fucking late scraping together the money to save her. Tell me I’m allowed to indulge in us without hating myself for failing them,” he begged, like I could somehow fix his whole world. Make everything okay again. Like he did for me not so long ago. The words tore out of him like they hurt, but the way he kissed my throat right after, open mouthed, desperate, teeth grazing my skin, told me the emotion had finally broken the dam.I didn’t care that he was rough, that the lace scraped my skin as it flew off my legs. Tonight he could have whatever he neede
"I was wrong. Stupid. Naïve. Couldn't save her. Should've been there," he insisted, arms wrapping around me tightly now as his frame shook with how hard he cried. "You were seventeen, Derek. Just a kid yourself. One with big dreams dealt a shitty hand. Jason almost never talked about her, but when he was drunk enough, he'd tell me about her last moments. How she insisted on watching your match before going to the hospital the night she died," I told him with a shaky voice, uncertain I had the right to tell him this story, but too distraught and desperate to console him to care. He pulled back and looked up at me through tear filled eyes and asked in a strained voice, "She did? He never told me." "Yeah," I said with a brave smile. "She saw, husband. She got to see you win. I didn't know her, but I hope your big moment brought her peace, Derek." I had no idea if I was saying the right words. If there were right words to say. But when he grabbed me and held me tight again, I knew the
We had both been faithful to each other after all. It meant more to me than words could say. He teased me gently, a spark of that old playfulness lighting his eyes despite everything as he ate. “Disappointed, wife?”“Not at all,” I answered seriously, meeting his gaze, my voice steady. “Not even a little. Happy. I just want you." His expression softened further, longing and love etched in his facial muscles.“Good. That's all I want too. To belong with you. For you to belong with me instead of to me. As a lover, not an employee. I don’t wish to be your tormentor the way Jason was. The way everyone before me has been. I love you fiercely, but I understand if you need time to get used to the idea," he spoke animatedly.A calm, soft joy settled between us as a love bubble surrounded us. There he was again, promising me the moon and the stars. Just like the night we married. Was I foolish to believe my ideal man was sitting across from me tonight? "Furthering our relationship?" I par
"Having the woman my dad stole from me avoid me while fucking him a few feet away, night after night, hasn't been working for me, Pearl. Maybe I was just scared to be real with you. Maybe you intimidated the shit out of me, Pearl. Smarter than me. Smartest person I know. You were going places eve
“I can’t stand it,” I snarled to the empty room. “I can’t fucking stand the thought of him inside her. Not when she was drunk. Not when I was supposed to keep her safe. I’m her husband. I’m supposed to—”The words choked off.I hated myself for it. Hated the jealousy clawing up
Jason's voice cracked on the words her house, the sound raw and earnest, almost broken. He glanced back at me, his eyes softening with something like longing and regret. For a split second, his words pierced through my shame. I looked away quickly, unable to meet his gaze. Fight back, damn it. Sa
His body pressed into mine, his hard chest crushing against my soft one, making my nipples harden into points against him."Feels so good," I cooed bashfully, excited and joyous beyond reason. His thigh nudged between mine, parting my legs just enough so I could feel the air on my exposed pussy.“






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
レビュー