Your Billionaire Daddy Loves Your Stepmother's Curves, Ex!

Your Billionaire Daddy Loves Your Stepmother's Curves, Ex!

last update最終更新日 : 2026-03-31
作家:  SassyStellaWrites 完了
言語: English
goodnovel18goodnovel
10
1 評価. 1 レビュー
159チャプター
8.9Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Steamy

Dark Romance

Comedy

CEO

Dominant

Possessive

Love after Marriage

Forbidden Love

Flash Marriage

"Dad, what are you doing to my girlfriend? You like Pearl? I'll marry Pearl. No problem. Just don't—" Jason, the jock I idolized for almost half my life, tripped over his words. "Derek, wait. Let's have a conversation fir— Dear fucking God, help me," I screamed, as my husband slammed the whole of his big dick home into my near virgin pussy. "Excuse my idiot son, wife. At least he had the sense not to touch you since I made you mine. Fuck, you're tight," Derek said, quick to withdraw and shove his dick back into me. ### Pearl was Jason's girlfriend for three years. He never touched her, fat shamed her mercilessly, but kept her around to pass his exams for him, claiming they were waiting for marriage to fuck. When Pearl walked in on him fucking a hooker, she was devastated, finally coming to terms with the truth: her boyfriend found her curves revolting. He was disgusted by her. Done being used and ready to get laid, Pearl agrees to go on a last minute blind date in her sister’s place. Little does she know that her 'date' isn’t the stranger she was supposed to meet. He’s Derek Nelson, Jason’s billionaire father and her husband from a drunken one night stand. Derek breaks the news to Pearl, then angry fucks her in front of Jason, demanding she be his whore wife for one year. In student debt up to her eye balls, with her family's debt to think of too, can Pearl really turn her billionaire husband away? As Jason grovels for forgiveness on his knees while Derek fucks Pearl, the young wife must choose: the boy who used and betrayed her or the ruthless, former champion wrester who’s obsessed with ruining her.

もっと見る

第1話

Plush Pearl

“Max! Tangkap!”

Sprei putih terbang menuju wajah pria berambut hitam legam bergaya spike. 

Maxmillian Tandjaya. Mahasiswa semester 4 jurusan bisnis, Universitas paling bergengsi di Jayakarta bagian Utara. Universitas Lentera Harapan.

Hanya orang-orang kelebihan uang, sanggup menyekolahkan anaknya di kampus tersebut. Jauh berbeda dengan kondisi Max saat ini.

Cukup banyak yang tahu betapa kaya keluarga Tandjaya. 

Namun, ketika Max berusia 17 tahun, orang tuanya tiba-tiba menghilang. Bisnis tambang batu bara mereka ditutup karena dianggap menyalahi aturan. Seketika dunianya runtuh.

Max beruntung. Ia berhasil diterima di kampus mentereng itu hanya dengan nilai rapor SMA-nya. Max tergolong anak dengan kepandaian di atas rata-rata.

Tetap saja, ia masih harus membayar uang kuliah setiap semester. Karena itu, ia bekerja di mana dan apa saja, asal menghasilkan uang. Seperti yang sedang ia kerjakan saat ini. 

Mencucikan baju atau apapun milik mahasiswa lain. Dengan bayaran sepadan.

“Giliran cucianku!” Si pelempar sprei tadi kembali berteriak. Diiringi tawa cekikikan dari beberapa mahasiswa yang ada di sana.

Hampir pukul 11 siang dan Max masih sibuk di ruang laundry asrama kampus, dengan tumpukan cucian mereka yang membayarnya.

Dengan tawa mengejek, 2 mahasiswa yang sepertinya dekat dengan laki-laki gemuk pemilik sprei itu menambahkan, “Boxer nggak sekalian, Bro?”

“Ah … aku nggak setega itu lah sama Max.” Si gempal bersuara penuh sindiran, membuat hati Max sedikit was-was. 

“Boxerku lengket parah!” teriaknya seru. “Bekas semalam! Hahaha!”

Max langsung membuang sprei itu ke lantai dan meraba pelan pipinya. Ia terlihat murka ketika ujung jarinya menemukan cairan lengket menempel di sana. Pasti kena saat sprei menjijikkan tadi dilempar ke wajahnya.

‘Brengsek!’ 

Segera ia membuka keran air dan mencuci wajahnya sembarangan. Sampai-sampai bajunya sendiri basah.

"Bajingan sial!" teriak Max, tertahan. 

Kepala Max tetap menunduk. Tapi, lirikan mata yang tertutup rambut itu seolah menghujamkan pisau tajam ke arah si pelaku.  

Ha! Ha! Ha!

Semua orang yang ada di ruang laundry pun tergelak melihat tingkah Max yang menurut mereka lucu dan konyol. 

“Tenang, Max! Ku-transfer Rp 500 ribu, buat cuciin sprei itu.”

Max mengepalkan tangan kuat-kuat, menahan diri untuk tidak mengamuk. 

Yang lain menambahkan, “Keluargamu sudah bangkrut, Max! Bersyukurlah masih dikasih Rp 500 ribu! Deal nggak?!”

Max sadar hal itu. Bagaimanapun juga, itu adalah tawaran terbaik. 

Rp 500 ribu untuk mencucikan sprei yang ternoda cairan si pemilik.

“Yeah!” Max melepaskan kepalan tangannya. Menenangkan diri. 

Ketiga mahasiswa yang menjahili Max saling pandang. Mereka berharap Max sedikit mengamuk dan menjadi alasan untuk menghajar Max. 

Reaksi Max yang datar, membuat mereka bosan.

“Cih! Cuci yang bersih, Max si kacung!” 

“Jangan lupa kerjakan tugasku, Bro! Setelah libur mau dikumpulin.”

Mereka melewati Max satu per satu, memberi tepukan mengejek di bahunya. Max hanya diam mematung. Menahan amarah dan ego.

Sekitar pukul 12 siang, Max kembali ke kamarnya. 

Ketika hendak membuka pintu, Max mendengar nama kekasihnya disebut-sebut oleh ketiga temannya di dalam kamar.

“Kau dapat undangan ulang tahun Tiara?” 

Max yakin, itu suara Paul. 

“Yeah. Tapi kenapa Max nggak dapet ya?”

Max tidak kaget mendengarnya. Ia memang tidak pernah mendapatkan undangan ulang tahun. 

Max mendengus geli karena orang lain mempermasalahkannya. "Undangan?! Buat apa?! Aku kan pacarnya!"

“Kudengar Darren sudah mengirim banyak hadiah ke rumah Tiara.” 

Temannya masih saja berbincang. Tak tahu kalau Max mendengarkan dari luar kamar.

“Lebih parah lagi, ada yang bilang kalau dia mau melamar Tiara. Katanya, Tiara udah putus dari Max.”

“Bisa jadi karena Max udah nggak kaya lagi.”

Mendengar hal itu, Max teringat pertemuannya dengan Tiara. Pertama kali mereka berpacaran, setelah masa orientasi SMA selesai. 

Max siswa baru. Sementara Tiara, kakak kelas yang menjadi panitia ospek. Mereka dikenal sebagai pasangan yang paling manis satu sekolahan.

Bahkan setelah keluarga Tandjaya bangkrut, Tiara tetap bertahan menjadi kekasih Max. Tidak ada yang berubah.

Bahkan menurut Max, mungkin dia lah yang berubah. Waktu yang biasa dihabiskan untuk Tiara mulai berkurang. Karena kerja paruh waktu di sana-sini demi menunjang kehidupannya. 

Uang yang dulu mudah sekali ia keluarkan untuk semua keinginan Tiara, kini berkurang. Max hanya bisa mengajak Tiara kencan makan mewah 1 kali dalam sebulan.  

“Guys, sebenarnya tadi pagi Tia—”

Cklak!

Max memutuskan untuk masuk, menghentikan percakapan mereka. 

Panik, mereka langsung menyembunyikan tangan di belakang badan.

Dahi Max berkerut heran. “Kenapa?” Ia masuk hanya untuk berganti pakaian. 

Pria berambut belah tengah bernama Tara meringis canggung. “Ehm … nggak! Nggak ada apa-apa, Max. Kau sudah makan?”

Max menggeleng. “Aku makan di acara ulang tahun Tiara saja nanti.”

“Kau mau ke sana?!” tanya mereka. “Kau nggak punya undangan, Max!”

“Aku pacarnya.” Senyum Max penuh kebanggaan. “Aku nggak butuh undangan”

“Sebaiknya kau jangan gegabah!"

Max mengembuskan napas panjang, lelah meyakinkan ketiga temannya itu bahwa ia memang tak perlu undangan. 

“Aku nggak gegabah, Paul. Aku punya hak untuk datang ke pesta Tiara.”

“Tapi katanya anak donatur utama kampus kita mau ngelamar Tiara, Max!”

Max menghempas napasnya, kesal. “Mau anak donatur atau anak presiden, Tiara nggak mungkin berpaling. Dia sudah bertahan bahkan setelah aku nggak punya apa-apa.”

Paul terlihat panik. “Max, sebenarnya tadi—”

“Stop, guys!” sentak Max mulai kesal. “Setelah kerja, aku akan ke tempat Tiara.”

Tanpa menoleh lagi, Max segera keluar dari kamarnya.

“Max! Tunggu!”

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

レビュー

Momof2 Hicks
Momof2 Hicks
When is the next update o love this book
2026-03-16 06:34:43
1
1
159 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status