Short
ปีที่ฉันตายเขาตกหลุมรักฉัน

ปีที่ฉันตายเขาตกหลุมรักฉัน

作家:  ผูเถ่าเวยซวน完了
言語: Thai
goodnovel4goodnovel
17チャプター
4.5Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

ความรักทรมาน

รักแรก

การเสียใจภายหลัง

ย้อนกลับ

นอกใจ

ตอนที่ฉันรักซ่งชูมากที่สุด เขาตกหลุมรักคนอื่น ฤดูหนาวอากาศหนาวมาก ฉันขดอยู่ในผ้าห่มตัวสั่นตลอดทั้งคืน เขากอดผู้หญิงคนอื่น อุ่นเท้าให้เธอ เขาบอกว่าฉันดัดจริต ไม่อยากเห็นหน้าฉันอีก แต่เขาไม่รู้ว่าฉันกำลังจะตายแล้ว เขาจะไม่ได้เจอฉันอีกต่อไปแล้ว

もっと見る

第1話

บทที่ 1

Lunara Angkasa tidak pernah membayangkan bahwa pimpinan yang tiba-tiba diturunkan perusahaan adalah ayah biologis putrinya. Seandainya tahu akan bertemu Kayden Narasoma di sini, Lunara tidak akan datang ke perusahaan ini apa pun alasannya.

Dalam beberapa hari terakhir, departemen sudah ramai membicarakan bahwa akan ada pimpinan muda berbakat yang langsung ditempatkan dari pusat. Katanya, pria itu adalah putra keluarga presdir grup perusahaan ini yang terlahir kaya raya.

Setiap pencapaian dalam riwayat hidupnya adalah pencapaian yang tak mungkin dikejar oleh orang-orang biasa seperti mereka.

Pria yang berdiri di ruang rapat itu memasukkan satu tangan ke saku. Setelan jas khusus yang dikenakannya, membuatnya tampak anggun dan berkelas. Tubuhnya tinggi tegap, sisa-sisa kekanakan masa lalu telah diasah menjadi sorot ketajamanan. Meski masih muda, wibawanya terasa mengintimidasi.

Jemarinya yang tegas menggenggam remote, sambil memaparkan isi PPT dengan lancar. Suara yang rendah dan merdu itu bergema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani menarik napas terlalu keras, takut kesan pertama di hadapan atasan baru ini terlihat gugup.

Lunara berharap bisa menundukkan kepala sedalam mungkin.

Sayangnya, lantai ruang rapat dipoles hingga mengilap. Bukan hanya tak ada celah untuk bersembunyi, pantulannya malah menyorot jelas wajah Lunara yang canggung dan tertekan.

Lunara memang tahu bahwa perusahaan ini milik Keluarga Narasoma, tetapi dia tidak menyangka Narasoma yang dimaksud adalah milik keluarga Kayden. Jari-jari kaki Lunara menekan lantai, punggungnya basah oleh keringat dingin. Rasa sesak menyeruak ke dadanya.

Sudah tiga tahun. Tiga tahun mereka tidak bertemu, dan tiga tahun pula sejak mereka putus.

"Siapa penanggung jawab proyek ini?"

Dari depan, terdengar suara yang dingin dan berjarak. Tatapan pria itu menyapu seluruh karyawan di bawah, membuat suasana seketika mencekam dan tak seorang pun berani bersuara.

Kayden mengerutkan kening, lalu meninggikan suaranya. "Bahkan proyek yang kalian tangani sendiri juga lupa?"

Rekan kerja di sebelah Lunara berdiri dengan gemetar, suaranya penuh ketakutan. "Pak Kayden, saya yang bertanggung jawab."

Entah hanya perasaannya atau bukan, pada saat Lunara mengangkat kepala, pandangannya seolah bertemu dengan Kayden. Tatapan itu terasa membeku di udara, membuat Lunara lupa bernapas sejenak.

Kayden segera mengalihkan pandangan dan berkata dengan nada kesal, "Bagian-bagian ini perlu diperbaiki. Dengan hasil seperti ini, bagaimana kalian berani mengajukannya?"

Lunara menghela napas lega. Dia pikir, Kayden seharusnya tidak melihatnya. Lunara yang sekarang sudah sangat berbeda dari Lunara tiga tahun lalu.

Dia menundukkan kepala, berusaha meredam keberadaannya. Tatapannya terpaku pada lantai, sampai tiba-tiba Lunara melihat sepasang sepatu kulit mahal yang disemir mengilap berhenti tepat di hadapannya.

Seluruh tubuhnya terasa seolah-olah dilempar ke laut dalam. Air asin yang menyesakkan seolah menelan napas Lunara, membuat tangan dan kakinya mati rasa seketika.

Kayden berdiri di sampingnya.

Rekan kerjanya buru-buru membela diri, "Pak Kayden, ini sudah melalui umpan balik klien ...."

Remote di tangan Kayden dilempar ke atas meja. Dia mengangkat kepala, sorot matanya dingin dan tajam saat menatap rekan Lunara sambil berkata perlahan, "Rencana yang belum matang tetaplah belum matang. Standar kerjamu itu menjadikan klien sebagai tameng?"

"Atau kamu mengira tempat kerja ini arena main rumah-rumahan?"

Tatapan itu sarat penilaian dari posisi yang lebih tinggi. Namun, bukan rekan Lunara yang sedang melapor yang ditatapnya, melainkan ... dirinya.

Semua orang menunduk menatap punggung kaki masing-masing, takut amarah Kayden menjalar ke diri mereka. Lunara menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha menenangkan diri.

Kayden melanjutkan, "Perbaiki dulu, baru ajukan lagi."

"Baik, Pak."

Saat semua orang akhirnya menghela napas lega, pandangan Kayden pun tertuju pada Lunara.

Wajah itu tetap cantik seperti dulu, hanya tubuhnya terlihat jauh lebih kurus. Kini dia mengenakan gaun kerja bergaya profesional, rambutnya tersanggul rapi di belakang telinga. Kulitnya masih pucat cerah seperti sebelumnya, tetapi lingkar hitam dan kelelahan di bawah matanya tak bisa disembunyikan.

Tatapannya sama sekali tidak mengarah kepada Kayden.

Kayden menyunggingkan senyum sinis. "Kalau lain kali masih bawa proposal seperti ini, tanggung sendiri akibatnya."

Jari-jarinya yang panjang mengetuk meja di hadapan Lunara. Lunara tahu betul, itu pertanda suasana hatinya sedang sangat buruk.

Sorot mata hitam itu menyimpan emosi yang sulit ditebak. Cukup dengan satu tatapan saja, telapak tangan Lunara sudah basah oleh keringat. Untungnya, Kayden tidak berkata apa-apa lagi dan beralih menanyakan perkembangan proyek lainnya.

Betis Lunara bergetar pelan.

....

Setelah rapat selesai.

Lunara kembali ke meja kerjanya bersama rekan-rekan lain. Setelah duduk dan meneguk setengah gelas air, barulah perasaannya sedikit tenang.

Proyek yang dikritik Kayden juga termasuk proyek kelompok Lunara. Akibatnya, hampir seluruh departemen harus lembur.

Rekan di sebelahnya mengeluh, "Atasan baru pasti mau unjuk taring. Kita ini dijadikan contoh. Lunara, kamu tahu nggak kenapa Pak Kayden berdiri lama sekali di dekat kita? Aku hampir mati ketakutan."

Lunara tertegun sejenak.

Kayden berdiri di dekat mereka, kemungkinan untuk mendengar jawaban rekan kerja dengan lebih jelas. Namun ketika kelompok proyek lain memberikan laporan, dia tetap tidak pergi. Dia terus berdiri di sisi Lunara.

Lunara tidak berani mengangkat kepala. Begitu rapat berakhir, dia segera pergi dengan tergesa-gesa dan tidak berani menoleh sedikit pun.

Melihat sikap Kayden, sepertinya dia memang sudah melupakan masa lalu mereka yang singkat dan kacau itu. Jika tidak, mengapa dia bisa berdiri di samping Lunara begitu saja tanpa bereaksi apa pun.

Hanya ketika sudah tidak peduli, seseorang bisa bersikap setenang itu.

Dulu, Kayden adalah primadona Fakultas Ekonomi Universitas Andara, empat tahun berturut-turut menyandang gelar idola kampus. Kisah cintanya dengan Lunara sempat menghebohkan banyak orang.

Saat itu, banyak yang mengatakan bahwa Lunara menjadikan Kayden simpanan. Lunara menggunakan uang untuk mengikat pria itu, membuat Kayden menjual dirinya demi dia.

Lunara sendiri pernah berpikir begitu. Bagaimanapun, Kayden kala itu tampak seperti mahasiswa miskin. Namun, uang yang diberikan Lunara tidak pernah dia terima.

Hingga hari ulang tahun Kayden tiba, Lunara masuk ke akun aplikasi belanja milik Kayden. DIa berniat melihat barang-barang mahal apa yang dimasukkan Kayden ke keranjang tapi tak pernah dibeli, agar Lunara bisa memesankannya sebagai hadiah.

Namun, Lunara melihat pesan pribadi Kayden dengan orang lain di aplikasi itu. Orang itu memanggil Kayden dengan sebutan mesra, "Kak Kay".

Bahkan berkata bahwa Kayden terlihat bukan tipe orang yang akan menyukai Lunara.

Saat itu, Lunara merasa tercengang, tubuhnya langsung mematung dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun tidak apa-apa. Kayden tidak membalas pesan tersebut, jadi hadiah itu tetap dibeli.

Saat Kayden menerima hadiah itu di pesta ulang tahunnya, dia tidak tampak terkejut atau senang. Dia hanya mengucapkan terima kasih dengan datar. Dengan memanfaatkan waktu ke toilet, Lunara pergi membayar tagihan.

Saat kembali, dia mendengar suara-suara penuh sindiran dari dalam ruang privat.

"Kalau bukan karena Lunara yang nggak tahu malu dan ngotot menempel sama Kak Kay, mana mungkin Kak Kay mau sama perempuan sekampungan seperti itu."

"Benar. Cuma punya sedikit uang saja sudah merasa hebat."

Kayden mengucapkan satu kalimat yang terdengar jelas di telinga Lunara, "Sebenarnya aku juga nggak pernah menganggap Lunara penting."

Tawa riuh orang-orang di sekitarnya menelan sisa ucapannya.

"Sudah kubilang, Kak Kay pasti nggak tertarik sama orang kaya dadakan seperti itu."

Lunara tidak pernah bisa melupakan perasaan saat itu. Dadanya terasa sakit sampai sulit bernapas, tangan dan kakinya mati rasa seperti tersetrum. Kebetulan, saat itu keluarga Lunara juga sedang mengalami masalah. Ayah Lunara, Orion Wikara, kemudian mengirimnya ke luar negeri.

Sekali pergi, tiga tahun telah berlalu.

Tiga tahun kemudian dia kembali. Siapa sangka, atasan yang tiba-tiba ditempatkan di perusahaan ini adalah Kayden?

Bahkan jika dipukuli sampai mati sekalipun, Lunara tidak akan pernah menyangka bahwa Kayden yang dulu harus mengandalkan kerja paruh waktu dan beasiswa hanya untuk makan, ternyata adalah putra tunggal Grup Narasoma.

Namun melihat sikap Kayden barusan, sepertinya Kayden berniat berpura-pura menjadi orang asing baginya.

Ada baiknya juga kalau begitu.

....

Di dalam kantor presiden direktur.

Kayden duduk di sofa kulit asli yang empuk. Jari-jarinya yang panjang dan ramping menggerakkan mouse, dengan mudah memunculkan data seluruh karyawan.

Nama Lunara ada di dalamnya.

Setahun lalu dia sudah bergabung di sini. Dengan riwayat kerja yang cemerlang dan kemampuan profesional yang menonjol, Lunara bukan hanya lolos masa percobaan, tetapi juga bahkan menjadi ketua tim proyek.

Wajah Kayden tampak muram. Buku-buku jarinya mengetuk meja, satu demi satu.

Sekretaris bernama Ignas berdiri di samping sambil mengamati ekspresi atasannya. "Pak Kayden, apakah ada instruksi?"

Kayden mengangkat cangkir kopi di sampingnya dan menyesap dengan sikap anggun, lalu berkata tenang, "Aku baru datang, masih belum familier dengan proyek-proyeknya. Perkenalkan para ketua tim ini padaku."

Ignas langsung mengerti dan mulai memperkenalkan satu per satu. Terakhir, barulah dia menyebut Lunara.

"Bu Lunara masih muda. Dia baru setahun pindah ke kantor pusat, sebelumnya bekerja di divisi luar negeri. Prestasinya sangat baik."

Prestasinya sangat baik?

Sudut bibir Kayden terangkat membentuk senyum dingin.

Putri Keluarga Angkasa yang diingatnya, ternyata bisa merendahkan diri untuk benar-benar bekerja? Sulit dipercaya bahwa pencapaian-pencapaian itu bukan hasil uang Keluarga Angkasa.

Bagaimanapun, Lunara memang suka menggunakan uang untuk mempermalukan orang lain. Dan paling suka pula menghilang tanpa kabar ketika perasaan sedang memuncak.

Melihat Kayden tidak berkata apa-apa, Ignas membaca situasi lalu melanjutkan, “Proyek ini sepenuhnya ditangani Bu Lunara. Dewan direksi juga cukup menaruh harapan padanya.”

Ignas menghela napas pelan.

Sejak masa magang, Lunara sudah berada di bawah bimbingannya. Bisa dibilang, Ignas-lah yang membesarkan Lunara dari nol. Dia sangat menghargai anak muda seperti Lunara yang sedikit bicara, tidak membuat masalah, bekerja terstruktur, dan punya kemampuan nyata.

Karena itu, dia tak kuasa menahan diri untuk menambahkan beberapa kalimat lagi.

"Kalau memang hasil kerjanya kurang baik, Pak Kayden silakan tegur dia. Asalkan beri dia satu kesempatan."

Kayden mengangkat kepala dengan dingin. Kelopak matanya terangkat sedikit, sorot matanya memancarkan hawa dingin yang membuat orang bergidik hanya dengan menatapnya.

Baru setahun kerja, sudah ada orang yang membelanya? Sepertinya Lunara memang masih sama saja, selalu pandai mengendalikan hati orang.

Ignas tidak menyadari perubahan ekspresi Kayden.

Dia menghela napas lagi lalu melanjutkan, "Kondisi keluarga Bu Lunara kurang baik. Ayahnya sudah meninggal, ibunya sakit keras, dan dia masih harus membesarkan seorang anak perempuan yang masih kecil. Anak itu juga kesehatannya kurang baik. Apalagi suaminya juga ...."

Kayden memotong dengan dingin dan melemparkan tatapan tajam. "Ignas, aku membayarmu untuk bekerja, bukan untuk bergosip."

Ignas bergidik ngeri. Setelah berulang kali meminta maaf dan melihat Kayden tidak berniat memperpanjang masalah, dia membungkuk dan keluar dari ruangan.

Untuk saat ini, dia masih belum bisa membaca suasana hati Kayden. Sepertinya, ke depannya dia harus lebih berhati-hati membawa diri.

Ruang kantor itu kembali sunyi.

Kayden mengelap kopi yang tidak sengaja tumpah tadi, lalu menggeser layar dengan mouse. Dia membuka berkas data karyawan Lunara. Foto identitasnya masih foto saat kuliah. Foto yang dulu dia ambil bersama Kayden setelah merengek agar Kayden ikut menemaninya.

Layar digeser ke bawah, ke kolom status pernikahan.

[ Menikah. ]
もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む
コメントはありません
17 チャプター
บทที่ 1
ซ่งชูไม่ได้กลับบ้านมาสามวันแล้ว ข้อความสักฉบับเขาก็ไม่ได้ส่งมาหาฉันเลยคืนนี้อากาศหนาวมาก ข้างนอกฝนตกปรอยๆ กระทบหน้าต่าง ฉันขดตัวอยู่ในผ้าห่ม ตัวสั่นไปหมดมือเท้าของฉันเย็นเฉียบ แต่หน้าร้อนผ่าว ฉันเป็นไข้ฉันถือโทรศัพท์และดูข้อความที่ฉันส่งให้เขาทีละประโยค"ซ่งชู วันนี้จะกลับมาหรือเปล่า?""ซ่งชู คุณไปอยู่ที่ไหน?""ซ่งชู ทำไมคุณไม่ตอบข้อความของฉันล่ะ?""ฉันเป็นห่วงคุณจริงๆ นะ"...ฉันเปิดดูประวัติการแชทก่อนหน้านี้ของเรา เขาไม่เคยไม่ตอบข้อความฉันแบบนี้ตอนที่ฉันเจ็บตาและรู้สึกเวียนหัวจนทนไม่ไหว โทรศัพท์ก็สั่น ฉันรีบลืมตาขึ้นมา ไม่ใช่ซ่งชูฉันเห็นที่ผู้ติดต่อมีเลขหนึ่งสีแดงเพิ่มขึ้นมาฉันกดเข้าไปดู กลับเห็นรูปโปรไฟล์ผู้หญิงส่งคำขอเป็นเพื่อนมา ฉันรู้สึกแปลกๆ จึงกดเข้าไปดูข้อความในหมายเหตุของเธอคือ "ซ่งชูอยู่กับฉัน"มีเสียงตู้ม ฉันตกตะลึง จู่ๆใจฉันก็ลนลานมาก ฉันไม่อยากเพิ่มคนแปลกหน้า และอยากเชื่อใจซ่งชู แต่จับพลัดจับผลู ฉันกลับกดตกลงฉันเพิ่งตกลง อยากจะถามว่าผู้หญิงคนนั้นเป็นใคร แต่อีกฝ่ายส่งข้อความกลับมาหาฉันในทันทีเธอส่งรูปมาให้หนึ่งรูป ฉันกดเปิดดูเห็นได้ชัดว่าเป็นซ่งช
続きを読む
บทที่ 2
ตอนที่ฟ้าเริ่มสางฉันก็หลับไป ปวดหัวมาก ปากแห้งแตก ฉันนอนหลับไม่สบายเลยฉันฝันร้าย ในความฝันฉันฝันว่าซ่งชูกอดผู้หญิงคนหนึ่ง ผู้หญิงเอนตัวอยู่ในอ้อมกอดของเขาอย่างออดอ้อน เขาก้มมองผู้หญิงคนนั้นยิ้มแย้มแจ่มใส ดวงตาของเขาเต็มไปด้วยความอ่อนโยน ฉันยืนอยู่ตรงหน้าพวกเขา วิ่งไปหาพวกเขาอย่างบ้าคลั่ง ฉันพยายามอย่างสุดแรงเพื่อจะดึงพวกเขาออกจากกัน แต่ซ่งชูกลับผลักฉันออกไปอย่างไร้ความเมตตาเขาผลักฉันล้มลงพื้น สายตาที่มองฉันเต็มไปด้วยความรังเกียจ เขาพูดอย่างเย็นชาว่าเขาพูดว่า "คุณนี่มันไร้ยางอายจริงๆ!"ฉันพยายามตื่นขึ้นมา ความรู้สึกหายใจไม่ออกจากการปวดใจยังคงหลงเหลืออยู่ในร่างกาย ฉันสัมผัสใบหน้า สัมผัสได้ความชุ่มชื้นเต็มมือฉันร้องไห้ แต่ซ่งชูกลับไม่มาปลอบฉันอีกแล้วดิ้งด๊อง ไลน์มีข้อความส่งมาอีก ฉันกดไปดู ก็ยังเป็นผู้หญิงคนนั้นอยู่คราวนี้เธอก็ส่งรูปมาให้ฉันอีก ไม่ใช่แค่รูปเดียวฉันเปิดทีละรูปเหมือนการทรมานตัวเองฉันเห็นซ่งชูที่สวมเสื้อเชิ้ตยับเยินพิงอยู่กับผู้หญิงคนนั้น ผู้หญิงคนนั้นสวยมาก มองกล้องดวงตายิ้มราวกับพระจันทร์เสี้ยวฉันเห็นผู้หญิงคนนั้นถ่ายรูปในกระจกอีกด้วย ซ่งชูยืนอยู่ข้างๆ ก
続きを読む
บทที่ 3
ผู้หญิงคนนั้นตอบฉันว่า "อยากรู้ความจริงก็มาที่อิมพีเรียลสิ"ฉันเห็นข้อความจึงรีบลุกขึ้นไปล้างหน้า หลังจากล้างหน้าเสร็จ ฉันก็ดึงเสื้อผ้าชุดหนึ่งออกจากตู้อย่างสุ่มสี่สุ่มห้า สวมเสร็จก็มุ่งหน้าไปที่อิมพีเรียลระหว่างทางมาที่นี่ ฉันรู้สึกประหม่ามาก พูดตามตรงฉันไม่รู้ว่าฉันมาที่นี่จะทำอะไรบางทีฉันอาจจะแค่อยากรู้คำตอบมาก ฉันกลัวการทรยศของซ่งชูมากเกินไปตอนที่ฉันเพิ่งลงจากรถแท็กซี่ ก็เห็นผู้หญิงคนหนึ่งกอดแขนซ่งชูออกมาผู้หญิงมีรูปร่างที่ดีและรูปลักษณ์ที่งดงาม ใบหน้าที่อ่อนเยาว์เต็มไปด้วยความสดใส ทั้งตัวเปล่งประกายความมีชีวิตชีวาซ่งชูที่อยู่ข้างๆ ไม่รู้ว่าพูดอะไร ทำให้ผู้หญิงคนนั้นปิดปากและยิ้มแล้วยิ้มอีกฉันคิดว่าฉากนี้น่ารำคาญตามากจริงๆฉันรีบวิ่งไป ฉันกางแขนขวางพวกเขาไว้ทั้งที่ควรจะเป็นการตั้งคำถาม แต่เสียงของฉันกลับสั่นมาก "พวกคุณทำอะไรกันอยู่!"จู่ๆ ก็ถูกขวางทาง ซ่งชูขมวดคิ้วและเงยหน้าขึ้น ทันทีที่เขาเห็นฉัน ในสายตามีความประหลาดใจและความ... เกลียดชังผู้หญิงที่อยู่ข้างๆ เลิกคิ้วใส่ฉันอย่างยั่วยุซ่งชูกอดผู้หญิงไว้ข้างหลังและพูดด้วยน้ำเสียงไม่ดีว่า "คุณมาได้ยังไง?"ฉันมองเข
続きを読む
บทที่ 4
ฉันเดินกลับบ้านอย่างงุนงง ตอนกลับถึงบ้าน ซ่งชูก็ยังไม่กลับมาฉันรู้สึกเวียนหัวมาก การเดินนานทำให้ฝ่าเท้ามีตุ่มเลือด ตุ่มเลือดแตก เท้าปวดมาก ปวดมากไปทั้งตัวฉันนอนขดตัวอยู่บนโซฟา ฉันมองไปข้างหน้า เห็นต้นไม้บนโต๊ะรับแขกซ่งชูซื้อต้นไม้นี้เพื่อปลอบให้ฉันมีความสุข เขาพูดว่า "ไม้อวบน้ำมีชีวิตที่แข็งแกร่งมาก เหมือนคุณที่เติบโตมาอย่างแข็งแกร่ง"ไม่ได้รดน้ำมาหลายวันแล้ว ไม้อวบน้ำก็เหี่ยวเฉาตามขอบ ส่งกลิ่นอายความตายอย่างแผ่วเบาปวดตัวมาก จู่ๆ ฉันก็คิดถึงแม่ในคืนที่นอนไม่หลับนับไม่ถ้วนในวัยเด็ก แม่ของฉันจะกอดฉันและเล่านิทานให้ฉันฟัง พิงอ้อมแขนของเธอ ฉันมักจะนอนหลับสนิทฉันอยากให้เธอกอดฉันอีกครั้งฉันส่งข้อความไปหาแม่ เพื่อถามแม่ว่าฉันจะกลับบ้านสักสองสามวันได้ไหม ฉันไม่อยากอยู่ที่บ้านซ่งชูอีกต่อไปแล้วแม่ของฉันตอบข้อความอย่างรวดเร็ว ฉันเปิดกล่องแชทอย่างมีความสุข ด้วยแสงที่ส่องออกมาจากช่องว่างของผ้าม่านในห้องรับแขก อ่านอย่างช้าๆ ความตื่นเต้นค่อยๆ กลายเป็นความผิดหวังและมุมปากที่ยกขึ้นค่อยๆ ตรงแม่บอกให้เชื่อฟัง เธอบอกว่าซ่งชูหน้าตาก็ดีงานการก็ดี ดีกับฉันมาก บอกฉันว่าอย่าเอาแต่ใจและดูแลคร
続きを読む
บทที่ 5
ตื่นขึ้นมาอีกครั้ง ท้องฟ้าก็มืดแล้ว ห้องรับแขกมืดสนิท ไม่เห็นแสงสว่างแม้แต่น้อยจู่ๆ เพื่อนสนิทเยว่ชือชือก็โทรหาฉัน ฉันรู้สึกงุนงงและรับสายอย่างช้าๆ"ฮัลโหล ยินยิน ตอนนี้แกอยู่ที่ไหน?"ทันทีที่ฉันรับสาย เสียงที่ชัดเจนของเพื่อนสนิทก็ดังขึ้นฉันพูดเบาๆ "อยู่ที่บ้าน""ซ่งชูไม่ได้อยู่ที่บ้านใช่ไหม?""อืม"ทันใดนั้นเสียงของชือชือก็สูงขึ้น "แกรู้ไหมว่าเมื่อกี้เจอใคร?"ฉันไม่ตอบ เธอจึงพูดต่อว่า "เจอกับซ่งชู!""ยังมีผู้หญิงอยู่ข้างๆ เขาด้วย เด็กมาก ที่สำคัญคือเขาซื้อของให้เธอมากมาย ใช้เงินเป็นจำนวนมากเลย!""แกคิดว่าเขากำลังนอกใจหรือเปล่า?!"ใช้เงินเป็นจำนวนมาก? ทันใดนั้นฉันก็นึกขึ้นได้ว่า ซ่งชูไม่ได้ซื้อของให้ฉันมานานแล้ว"อืม"เสียงของฉันเบามากจนเยว่ชือชือตะโกนด้วยความประหลาดใจ"อะไรนะ! ไอ้สารเลว พวกแกเพิ่งแต่งงานกันไปนานแค่ไหนเอง เขากล้าดียังไงนอกใจ แกดูฉันไปฉีกหน้ามันนะ"ฉันได้ยินเยว่ชือชือหายใจแรงอย่างต่อเนื่องเพราะความโกรธ หัวเราะเบาๆ โชคดีที่โลกนี้ยังมีคนชอบฉันฉันส่งเสียงห้าม "อย่า แกอย่าไปหาเขา ฉันจะหาเวลาไปหย่ากับเขาแน่นอน""ยินยิน ตอนนี้แกคงเสียใจมากเลยใช่ไหม ให้ฉันไ
続きを読む
บทที่ 6
ข้อความการชำระเงินของบัตรธนาคารปรากฏขึ้นทีละข้อความในโทรศัพท์ ฉันเห็นจำนวนเงินก็ขมวดคิ้ว ซึ่งเกือบจะเท่ากับค่าใช้จ่ายหนึ่งปีของเราสุดท้ายฉันก็ทนไม่ไหว โทรหาซ่งชูโทรอยู่นานมาก นานจนตอนที่ฉันคิดว่าเขาจะไม่รับสายอีกต่อไปแล้ว ซ่งชูก็รับโทรศัพท์เสียงเย็นชาดังมาจากหูฟัง "ฮัลโหล มีเรื่องอะไร?"ฉันหายใจเข้าลึกๆ แล้วพูดว่า "คุณใช้เงินของเราซื้อของให้เธอเหรอ?"คนที่อยู่อีกด้านหยุดครู่หนึ่งแล้วพูดอย่างไม่ใส่ใจว่า "ใช่แล้ว"ฉันขมวดคิ้วและพูดด้วยน้ำเสียงโกรธ "ทำไมคุณถึงใช้เงินของฉันซื้อของให้ผู้หญิงคนอื่น ซ่งชู คุณรู้ไหมว่าตอนนี้คุณเป็นสามีของใคร?""เงินอะไรของคุณ? คุณไม่ได้ทำงานมาตั้งนานแล้ว ผมเป็นคนเลี้ยงคุณมาตลอด ผมใช้เงินที่ตัวเองหา อยากจะให้ใครก็ให้"เสียงของฉันสั่น "เราแต่งงานกันแล้ว ทรัพย์สินทั้งหมดของเราตอนนี้เป็นสินสมรส"ตอนต้นปีนี้ ผลประโยชน์ของบริษัทฉันไม่ดี เจ้านายมักจะบีบคั้นแรงงาน พวกเราคนเดียวถูกใช้เป็นสามแรง มักจะทำงานหลังเลิกงานจนหามรุ่งหามค่ำ เงินเดือนก็ไม่ขึ้นสักนิด ฉันทนอยู่หนึ่งเดือน สุดท้ายก็ลาออกจากบริษัทฉันจำได้ว่าวันที่ฉันลาออก ฉันกังวลมาก ฉันไม่มีเงินเดือนแล้
続きを読む
บทที่ 7
หลังจากที่เราเลิกกันอย่างไม่มีความสุขครั้งนั้น ฉันกับซ่งชูก็ไม่ได้ติดต่อกันอีกเขายกเลิกบัตรธนาคารออกจากฉันสุขภาพของฉันแย่ลงเรื่อยๆ ผมร่วงหลายกำมือ ฉันง่วงนอนมาก แต่นอนไม่หลับทั้งคืน ฉันคิดว่าฉันไม่สบาย บางทีอาจจะเป็นหวัดฉันไปโรงพยาบาลและเอ็กซเรย์ แต่หมอให้ทำซีทีสมอง ฉันรู้สึกตื่นตระหนกมาก ใจเลื่อนลอยไปทั่วครึ่งชั่วโมงต่อมาผลตรวจก็ออกมาแล้ว ฉันหยิบฟิล์มจากเครื่องฟิล์มอัตโนมัติ แต่ตอนขึ้นไปหาหมอชั้นบน กลับบังเอิญไปเจอกับหลินหรานหร่านเธอสวมชุดหลวมๆ มือลูบท้อง เดินออกจากห้องสูตินรีแพทย์ ซ่งชูเดินตามอยู่ข้างหลังเธอฉันเห็นเธอลูบท้องอย่างมีความสุข ซ่งชูที่อยู่ข้างหลังจ้องมองเธออย่างไม่กระพริบตา กลัวว่าเธอจะล้ม ทั้งสองดูเหมือนสามีภรรยาที่รักกันมากฉันกำฟิล์มในมือแน่นและอยากจะหันหลังกลับลงไปชั้นล่างหลินหรานหร่านกลับเห็นฉัน เธอเรียกฉันไว้ "พี่ถงยิน!"ฉันหันกลับไปอย่างแข็งทื่อ เธอก็ถามฉันอย่างกระตือรือร้นว่า "ทำไมพี่ถึงมาโรงพยาบาล? ไม่สบายเหรอ?"ตอนที่เธอพูดแบบนี้ มือยังกอดซ่งชูไว้แน่นฉันไม่อยากสนใจเธอ อยากอ้อมพวกเขาขึ้นไปข้างบน แต่กลับสะดุดอะไรบางอย่างฉันหกล้ม ก่อนล้มฉันเหยี
続きを読む
บทที่ 8
"โอ๊ย!" หลินหรานหร่านร้องด้วยความเจ็บปวด ขณะเดียวกันน้ำตาก็ไหลออกมาอย่างรวดเร็วเธอกระโดดไปด้านข้าง มือปิดหน้า น้ำตาไหลเต็มหน้า หันไปมองซ่งชูอย่างน่าสงสารซ่งชูก้าวไปข้างหน้าแล้วผลักฉันออกไปฉันถอยหลังไปสองสามก้าว ถึงจะอาศัยกำแพงทำให้ยืนมั่นคงได้ซ่งชูดุอย่างรุนแรง "พอได้แล้ว ถงยิน คุณดูคุณตอนนี้สิ เหมือนยายปากร้ายเลย!"ฉัน "เธอเหยียบฟิล์มของฉันไม่ปล่อยก่อน ซ่งชูคุณจะลำเอียงชัดเจนเกินไปไหม?"ซ่งชูพูดไม่ออก ดูเหมือนว่าตอนนี้เขาจะเพิ่งรู้ตัว ว่าฉันมาโรงพยาบาลเพราะฉันป่วยเขาขมวดคิ้ว ความกังวลเล็กน้อยผุดขึ้นในดวงตา "คุณป่วยเหรอ?"ฉันก้มลงหยิบฟิล์มที่ตกอยู่บนพื้น ขยับริมฝีปากอยากพูดอะไรบางอย่างหลินหรานหร่านแย่งไปก่อน เธอพูดว่า "ก็แค่เป็นหวัดไม่ใช่เหรอ จำเป็นต้องไปทำซีทีด้วยเหรอ?"ทันใดนั้นซ่งชูก็ถอนหายใจด้วยความโล่งอก เขาพูดอีกว่า "แค่เป็นหวัดเท่านั้น คุณจำเป็นต้องดัดจริตขนาดนี้ไหม? แต่หรานหร่านท้องนะ"ฉันมองเขาอย่างเหน็บแนมและพูดว่า "เธอท้องเกี่ยวอะไรกับฉัน ลูกเป็นของฉันเหรอ?"พูดจบฉันก็ขี้เกียจที่จะอธิบายให้เขาฟังแล้ว หันหลังกลับแล้วจากไปทันที
続きを読む
บทที่ 9
พอมาถึงห้องทำงานของหมอ ฉันเอาฟิล์มที่อุตส่าห์เอามาได้มาให้หมอ หมอดูแล้วกลับขมวดคิ้วเขาดูฟิล์มของฉันซ้ำไปซ้ำมาหลายครั้ง ก่อนที่จะดันแว่นตาขึ้นด้วยสีหน้าเคร่งขรึมหมอบอกว่าฉันเป็นมะเร็งสมองระยะสุดท้ายอยู่ได้ไม่กี่เดือน มีเนื้องอกในสมองไปกดทับเส้นประสาท ผ่าตัดมีโอกาสรอดแค่สามสิบเปอร์เซ็นต์เท่านั้นหมอแนะนำให้ฉันรักษาแบบอนุรักษ์นิยม จะมีชีวิตอยู่ได้นานขึ้นหน่อยฉันตกใจมาก ขณะเดียวกันในที่สุดก็เข้าใจว่าทำไมหลินหรานหร่านถึงบอกว่าฉันเป็นแค่หวัดหลินหรานหร่านเป็นนักศึกษาแพทย์ เป็นไปไม่ได้ที่เธอจะดูไม่ออกว่าฟิล์มของฉันมีปัญหา เธอจงใจพูดแบบนี้ เธอไม่ต้องการให้ซ่งชูรู้เรื่องการป่วยของฉัน กลัวว่าซ่งชูจะรู้สึกผิดกับฉันแต่ไม่รู้ก็ช่างเถอะ พอดีฉันก็ไม่ต้องการความรู้สึกผิดของซ่งชูเช่นกันฉันพยักหน้าให้หมอแล้วก็ไปรับยากระทั่งตอนที่เดินออกจากโรงพยาบาล ฉันก็สงบมาก ยอมรับเรื่องที่ตัวเองกำลังจะตายอย่างสงบโลกนี้ดูเหมือนจะไม่มีอะไรที่ควรค่าแก่การอาลัยอาวรณ์ของฉันแล้วฉันนั่งแท็กซี่กลับมาที่บ้านห้องยังคงมืดสลัว ฉันเดินไปที่หน้าผ้าม่าน เปิดผ้าม่านออก แสงแดดนอกหน้าต่างส่องลงมาที่ใบหน้าของฉันทันท
続きを読む
บทที่ 10
ตอนที่เดินมาถึงหน้าหมู่บ้าน ฉันมองไปที่ถนนการค้าที่เจริญรุ่งเรือง มีการจราจรพลุกพล่านอยู่ทุกหนทุกแห่ง แสงไฟนับพันดวง ทำให้กลางคืนที่มืดมนดูเหมือนกลางวัน แต่กลับไม่พบสักดวงที่เปิดเพื่อฉันฉันลังเลอยู่ครู่หนึ่ง เรียกแท็กซี่คันหนึ่งแล้วไปหาแม่ของฉันพ่อของฉันเสียชีวิตก่อนวัยอันควร ตอนนี้แม่ของฉันอาศัยอยู่กับน้องชายฉัน น้องชายฉันแต่งงานแล้ว เมื่อเร็วๆ นี้น้องสะใภ้เพิ่งคลอดลูกตอนที่ฉันมาถึงนอกประตู ฉันได้ยินเสียงทีวีเปิดอยู่อย่างมีชีวิตชีวา แม่ของฉันกำลังกล่อมหลานอยู่ฉันลังเลอยู่ครู่หนึ่งแล้วยกมือขึ้นเคาะประตูข้างในเงียบไปชั่วขณะหนึ่ง หลังจากนั้นไม่นาน แม่ฉันก็มาเปิดประตูให้ฉันพอเปิดประตูออกมาเห็นเป็นฉัน แม่ฉันตกตะลึง เธอมองกระเป๋าเดินทางข้างๆ ฉัน สายตามีความสงสัยแวบเข้ามาฉันยิ้มให้แม่อย่างกระอักกระอ่วนและตามเธอเข้าไปพอเข้าไป น้องสะใภ้ที่เดิมทียังหยอกล้อลูกน้อยอย่างมีความสุขเห็นฉัน มุมปากก็ห้อยลงมาแม่ฉันรินน้ำให้ฉันแก้วหนึ่ง"นี่เกิดอะไรขึ้น? วิ่งมากลางดึก?"ฉันไม่อยากตอบ พูดด้วยเสียงที่แข็งกระด้าง"แม่ หนูจะค้างที่นี่คืนหนึ่ง พรุ่งนี้ฉันก็จะไป"แม่ฉันไม่พูดอะไร ฉันก็เลย
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status