俺を貧乏だと貶してくるDQN男は学校一の美女に惚れているらしい。ただその美女からは冷気を感じるほどの視線を向けられている

俺を貧乏だと貶してくるDQN男は学校一の美女に惚れているらしい。ただその美女からは冷気を感じるほどの視線を向けられている

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-05-09
โดย:  武 頼庵(藤谷 K介)จบแล้ว
ภาษา: Japanese
goodnovel4goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
1บท
1.2Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

クラスの中のDQN男子生徒は、俺の事を『貧乏なやつ』と貶してくる。自分では彼に何かしたつもりはないのだが、彼は公言したわけでは無いけど学校で一、二を争う美人と言われる女子生徒の事が好きらしく(その態度でわかるほどわかりやすいが)、その女子生徒が俺に声を掛けてくることがどうも気に入らないらしい。  そんな事など気にもせず、俺は自分の『進みたい道』を目指して今日も自分なりに精一杯の努力をしながら生きていく。  同窓会の通知が来たけど、日程が合わず出られない。偶然再会したクラスメイトにその時の事を聞いて―― 貶されても、腐る事も嘆くこともせず、自分の信念の為に一生懸命に努力する。そんなアオハルな物語――。

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

俺を貧乏だと貶してくるDQN男は学校一の美女に惚れているらしい。

Plak

"Katakan siapa namamu, j*lang!"

"Kau benar-benar keras kepala! Katakan siapa namamu jika tidak ingin aku semakin menyiksamu."

Tamparan serta umpatan itu menggema di gudang bawah tanah tempat dimana seorang wanita di sekap dan di siksa.

Sebelah mata wanita itu sudah bengkak hingga tidak mampu lagi terbuka. Darah mengalir dari pelipis juga sudut bibir dengan memar menghiasi kedua pipinya. Dan kini, tidak hanya warna biru keunguan saja yang mewarnai pipinya, tapi bekas tamparan yang baru saja diterima juga meninggalkan bekas berwarna merah gelap.

Kedua tangan wanita itu diikat ke belakang, sedang kakinya sudah diinjak berulang kali hingga menyisakan sakit dan nyeri luar biasa. Wanita itu kembali jatuh meringkuk setelah dipaksa duduk hanya untuk ditampar dan ditendang perutnya.

"Uhuk."

Ia terbatuk dengan memuntahkan darah segar.

Penyiksaan terhadapnya baru berhenti ketika terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat menggema di lorong ruang bawah tanah itu.

Tap

Tap

Tap

Suara langkahnya terdengar tegas dengan irama beraturan. Seolah menunjukkan bahwa orang yang sedang berjalan adalah orang yang memiliki pengaruh kuat dan berbahaya.

Sedang pria yang sejak tadi menyiksa si wanita, mundur dengan sendirinya ketika seseorang masuk ke dalam sel tahanan, tempat wanita itu disekap dan di siksa.

Wanita yang tengah disiksa itu tidak mampu melihat siapa sosok yang mendatanginya. Namun, telinganya masih bisa mendengar dengan baik setiap pembicaraan yang mereka lakukan.

"Bagaimana? Apa dia sudah mengaku?"

"Belum, Patron. Wanita ini benar-benar keras kepala. Dia tidak berkata sepatah katapun sejak dia dibawa kemari."

Patron, adalah bahasa Latin yang berarti Bos, panggilan yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dari anak buah kepada pemimpinnya.

"Hmm."

Pria yang dipanggil Patron itu bergumam sambil memperhatikan wanita yang sudah dihajar habis-habisan dan kini terkulai lemas di hadapannya itu.

Meski demikian wanita itu sebenarnya masih bisa membaca pergerakan dan merasakan keadaan di sekitarnya. Dan kini wanita itu juga bisa merasakan bahwa pria yang baru datang itu tengah berjongkok di hadapannya.

Tangan pria itu terulur, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya.

"Aku dengar wanita ini ditangkap ketika dia berada di dalam ruang pribadi Don Carlos. Apa itu benar?" Sang Patron bertanya dengan suara dingin dan datar, namun terasa begitu berwibawa dan tegas di saat yang bersamaan.

"Es verdad, Patron. Dia tidak hanya sedang berada di ruang pribadi Don Carlos. Tapi wanita ini sedang duduk di pangkuannya ketika pasukan kita melakukan penyergapan."

"Estupido! Apa salahnya aku berada di pangkuan ayahku sendiri!"

Wanita itu mengumpat mendengar laporan si anak buah. Tapi semua itu hanya bisa ia lakukan di dalam hati. Tubuhnya terlalu lemah bahkan hanya untuk menggerakkan satu jarinya saja.

"Hmm ... jadi dia adalah wanitanya Don Carlos. Pantas saja dia sangat keras kepala dan angkuh. Tapi .... "

Sang Patron menjeda kalimatnya hanya untuk berdiri dan meminta sebatang cerutu dari salah satu anak buahnya. Dengan cekatan, anak buahnya menyodorkan sebatang cerutu lalu menyalakan api dari pemantik yang sudah ia bawa.

Pria itu menyesap cerutu itu dalam-dalam, lalu menghembuskan asapnya perlahan.

"Keangkuhan dan keras kepalanya tidak akan berguna lagi di sini. Dia tetap tawananku, dan aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan padanya," lanjutnya.

Seorang anak buah yang lain lagi berjalan mendekat sambil menunduk penuh hormat.

"Lalu apa yang akan Anda lakukan pada wanita ini, Patron?"

Hening menjeda sejenak, membuat wanita yang diam-diam menguping itu mengira jika dirinya sudah tidak sadarkan diri karena sudah tidak mendengar apa pun lagi.

Namun, helaan napas yang terdengar membuat wanita itu sadar bahwa pembicaraan masih akan berlanjut.

"Gustavo berkata bahwa wanita ini sangat cantik. Terlalu murah jika aku hanya mengambil organnya untuk kujual ke pasar gelap."

"Si, Patron. Wanita ini memang berparas sangat cantik dengan tubuh tak kalah seksi. Tapi sekarang semuanya tertutup oleh luka dan memar," kata si anak buah membenarkan.

"Hmm."

"Perintahkan kepada kami apa yang harus kami lakukan kepada wanita ini, Patron," si anak buah berbicara lagi, seolah sudah tidak sabar untuk melakukan eksekusi setelah perintah diberikan nanti.

Akan tetapi, lagi-lagi suasana mendadak hening. Membuat wanita yang masih meringkuk di lantai itu kembali mengumpat dalam hati. Sejak tadi ia menguping. Dan sama seperti si anak buah, dirinya juga sudah tidak sabar untuk mendengar keputusan apa yang akan diberikan oleh sang bos terkait masa depannya selanjutnya.

"Bawa dia ke rumah sakit dan obati seluruh luka-lukanya. Pastikan dia pulih dalam sebulan karena aku akan menjualnya ke pasar lelang. Setidaknya uangku harus kembali setelah terlalu banyak yang harus aku keluarkan untuk mengalahkan Don Carlos."

Andai tidak sedang sekarat, semua orang pasti bisa melihat bahwa wanita yang sedang mereka bicarakan itu kini tengah tertawa terbahak-bahak sekarang. Ia bersorak dalam hati, merasa keputusan sang Patron adalah keputusan paling bodoh karena tidak menghabisinya saja saat itu juga.

Wanita itu tahu, lelang bukanlah akhir dari hidupnya. Tapi awal baru untuknya memulai perjalanan balas dendamnya.

Acara lelang yang dibicarakan oleh Sang Patron barusan, mana mungkin si wanita tidak tahu apa artinya. Ia sangat tahu. Bahkan ia tahu harus berbuat apa agar dirinya tidak berakhir mengenaskan setelah dimenangkan.

Tubuh wanita yang sudah tidak berdaya itu terasa melayang ketika diangkat untuk dipindahkan, sejalan dengan suasana hatinya yang juga diterbangkan oleh banyak rencana dan harapan.

"Jangan menyesal karena menyelamatkanku hari ini, Culero," kata wanita tawanan itu, yang hanya mampu diucapkannya dalam hatinya sendiri.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ
ไม่มีความคิดเห็น
1
俺を貧乏だと貶してくるDQN男は学校一の美女に惚れているらしい。
 キーンコーンカーンコーン―― 午前中の授業が終わりを告げるチャイムが鳴り、授業を終えた先生が教室を出ていくと、途端に騒がしくなる教室内。    とある生徒は、購買部が販売する幻と言われているパンを買うためにダッシュで出ていくし、ある生徒はメニュー数は少ないモノの量と値段が人気な学食へと向かう。女子生徒は友達同士で机を合わせながらお弁当を見せ合いながら食べるし、男子生徒はそんな女子生徒を遠巻きに見ながら静かにお昼を口にしている。 そんな男子生徒たちの例にもれず、俺は今日も教室の片隅で、誰からも声を掛けられることなく静かに朝買って来た惣菜パンをモグモグと齧っていた。 「ちょっと……」 「ん?」  そんな俺に声を掛けて来る物好きもいる。  声のした方へと顔を向けると、体の前で両腕を組んでいる一人の女子生徒が、俺の方をキッと睨みつけるような視線を向けつつ立っていた。 その女子生徒は才色兼備という言葉が凄く似合う、とても整った外見をしている女の子。  黒い流れる糸の様な髪が腰まで伸びていて、それでいてとても手入れされているのが分かるように、頭頂部にくっきりと天使の輪が見えている。 彼女の名前は佐藤輝《さん。その外見だけではなく、成績も優秀で先生達からの評価も高く彼女の事を例えるのなら、古来からの言葉を借りるなら大和なでしこと言える。それだけに男子生徒からの人気は断トツで、ただの公立高校なはずの我が高校なのだが、彼女の存在が他の高校の生徒にまで浸透していると噂されている。 そんな佐藤さんとも3年生になって同じクラスになったのだけど、ちょくちょく俺に声を掛けてくれるのだけどその理由がいまいちわからない。  いや、彼女の家柄を考えれば俺の様子が見ていられないのかもしれないけど。  佐藤さんは、曾祖父を創業者として三代続く大手デパート会長のお孫さんらしい。「佐藤さん……何か用かな?」 「佐藤君……今日もそれだけなの?」 「え? ……これの事?」  彼女は俺の持っているモノに視線を向けながらこくりと頷いた。「そうだけど……」 「……はぁ……」  彼女はあからさまに大きなため息をついた。「あなたねぇ、それだけしか――」 「何してるんだよ、そんな奴放っておけよ輝《ひかり》さん」  彼女が何か言おうとした時、その言葉に被せるようにして大き
last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-05-09
อ่านเพิ่มเติม
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status