Catalog
48 chapters
First Impression
You never get a second chance to make a first impression.     -Andrew GrantBut there’s always a chance to make a better perception after all.-KaniethaGenta baru saja keluar dari sebuah butik khusus anak, dengan menenteng satu paper bag besar, berisi pakaian dan mainan anak perempuan tentunya. Buat siapa lagi kalau bukan untuk keponakan kesayangannya, Giana, anak Zio dan Lastra. Bibirnya selalu membentuk lengkungan sempurna saat Genta kembali mengingat tingkah lucu dari Giana yang saat ini sudah berusia 20 bulan, apalagi Giana saat ini sudah bisa memanggilnya dengan Ayah. Hati Genta menghangat seketika bila memikirkan itu semua.Namun senyumnya tiba-tiba memudar saat ia melihat punggung seorang gadis memakai seragam putih, rok abu-abu dengan gaya rambut boyish model faux hawk berwarna kecoklatan, sedang mengendap-endap di samping  jeep wrangler rubicon-nya. Genta se
Read more
De Javu
Just like yesterday, you and I, catch the memories all over again.-KaniethaSetahun kemudian.Hari ini adalah giliran Giana menginap di rumah Kakek Abhinya, oleh karena itu sebelum jam makan siang Genta buru-buru menjemputnya di kediaman keluarga Andreas, agar bisa mengajak keponakan cantiknya itu untuk makan siang bersamanya terlebih dahulu. Sebenarnya Zio dan Lastra sudah pindah ke rumah mereka sendiri pada saat Giana berusia tepat dua tahun, namun tiga bulan kemudian Lastra kembali hamil dengan mengalami morning sick yang parah sehingga mau tidak mau mereka kembali lagi tinggal di kediaman Andreas bersama orang tua Zio. Agar ada yang mengawasi Giana yang semakin aktif itu, lebih intens lagi.Rambut lurus Giana kini sudah di kuncir dua dan sudah duduk manis pada kursi penumpang di belakang dengan memakai car seat untuk melindunginya serta menghidari sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Sepanjang perjalanan Giana selalu saja bercelo
Read more
Blind Date
When the date to meet you had come, My heart suddenly feeling blind about everything.-KaniethaGenta yang sudah memakai celana dan jaket jeans berwarna senada dan juga kaos hitam di dalamnya, masih asik duduk di meja makan dengan santai sambil menikmati kentang goreng, dan belum berniat untuk pergi ke showroomnya.Mama Ruby yang mengetahui hal itu segera menghampirinya, dan duduk di sampingnya. “Gen!” mengusap pelan punggung tangan putranya itu.“Yes Mam?” Genta menoleh sekilas lalu kembali berkonsentrasi dengan kentang gorengnya.Mama Ruby mengotak atik ponselnya sebentar lalu menyerahkannya kepada Genta. “Coba lihat. Cantik kan?” Tanya Mama Ruby memperlihatkan foto seorang gadis cantik pada benda pipih itu.Genta hanya melirik sekilas. “Yang namanya cewek semua ya cantik kali Mam, kalau cowok baru ganteng, terutama anak Mama yang satu ini, gak ketulungan gantengnya.” Ucap Genta deng
Read more
Scent Of Jealousy
You can be the moon and still be jealous of the stars.-Gary AllanAnd unfortunately, you both need the same sun to shine-Kanietha --“Esa! Apa ini?!” Seorang pria tiba-tiba sudah berdiri di tengah pintu memandang heran, bergantian kepada Esa dan Hening yang masih dengan posisi berlutut.“Pak Zaid?! Bukannya Bapak sudah pulang?” Ucap Esa sedikit terkesiap namun tetap tenang, karena pemilik dari tempat ia bekerja tiba-tiba mendatangi ruangannya..Zaid kembali melihat Hening. Memperhatikan gadis itu sejenak. “Kamu anak Metro kan?” Tanyanya kepada Hening menyebutkan tempat di mana gadis itu bekerja.Hening mengangguk menatap tegas ke manik Zaid. “Iya, Pak, saya Hening, kita pernah ketemu waktu grand launching Bistronya Pak Zaid.” Hening menjelaskan.“Berdiri sekarang juga!” Perintah Zaid, namun Hening bergeming tidak menghiraukannya. Zaid berdecak. “Es
Read more
Sister to a Brother
 Brothers are Superman, Spiderman and Batman of their sisters-UnknownBelum sempat Esa melangkahkan kaki untuk masuk ke rumah masa kecilnya  Ayahnya, Bagus Prasetyo sudah terlebih dahulu menghampirinya, memeluk dan menepuk-nepuk punggung putra kesayangannya itu. Bagus tertawa renyah, dan menarik diri .”Anak kesayangan gue, akhirnya ingat pulang juga.” Sinisnya seraya menepuk pelan pipi Esa.Esa hanya tersenyum miris segera masuk dan duduk di kursi ruang tamu. “Aku mau ngomong sama Bapak.” Ucapnya dingin.Bagus yang masih tidak bisa menyembunyikan senyumnya segera duduk berhadapan dengan Esa, dengan sebuah coffe table sebagai penengahnya. “Nanya kabar Bapak lo dulu kek, basa basi.” Sindir Bagus “Bapak udah pasti sehat, bisa kelihatan kok,” Esa sedikit mencondongkan tubuhnya. “Bapak bener nyuruh Hening nikah?”Senyum di wajah Bagus m
Read more
Encounter
It all started with curiosity-Kanietha“Mampus di tangan gue, lo habis ini!” Ancam Hening kepada Beni.“Janganlah Neng, gue cuma di suruh buat nganterin lo doang, entar urusan kelar, gue balikin lagi lo ke kantor tadi.” Ucap Beni memelas.Hening menoleh kepada pria yang saat ini duduk di sampingnya. Ia bersedekap menyilangkan kaki jenjangnya. “Terus kalau Bapak sendiri, disuruh siapa?” Tanyanya melempar tatapan tajam, sama sekali tidak takut meskipun tubuh pria itu layaknya binaraga dengan lekukan otot yang tersebar di sekujur tubuhnya. Setau Hening, Bapaknya tidak pernah punya anak buah yang bertubuh seperti pria yang di tatapnya saat ini.“Bapak?! Gue!?” Pria itu mengarahkan telunjuknya pada wajahnya sendiri.Beni sontak tertawa mengejek mendengarnya. “Udah gue bilang Jon, muka lo itu boros banget! Wajar aja Neng Hening manggil lo Bapak!” Ujarnya kembali melanjutkan tawa
Read more
Small Talk
Each of us,  just need someone to talk to, and share everything that we had in mind.-KaniethaSetelah sedikit keributan di Green Resto, Esa dengan terpaksa menjelaskan sedikit pokok permasalahannya lalu segera berpamitan dan tidak lupa berterima kasih atas bantuan Zaid dan teman-temannya. Dan sepanjang jalan, Esa dan Hening hanya diam, larut dengan pikiran masing-masing. Esa membawa motor sportnya dengan kecepatan di atas rata-rata, hingga Hening mau tak mau harus memeluk Kakaknya itu dengan erat.Setelah tiba di kontrakan Esa, pria itu segera menghempaskan Hening di salah satu sofa.“Lo itu! CK!” Esa tidak dapat berkata-kata untuk mengungkapkan kekesalannya pada Hening.“Lo mau buat gue mati muda Kak?! Naik motor kayak orang kesetanan, kalau aja gue jatoh terus koit di tempat, gimana?” Protes Hening kesal“Bukan urusan gue!” Esa berlalu kebelakang berniat mengambil minuman dingin, Heningpun
Read more
Furious Curiosity
When you’re curious you find lots of interesting things to do.-Walt Disney---Bos Ilham(Cepetan ke KANTOR!)Baru saja Hening hendak membalas chat dari Manajernya itu, muncul lagi satu chat di bawahnya, di susul yang lainnya.(SEKARANG)(GAK PAKE LAMA!)Hening sampai harus beberapa kali mengedipkan bulu matanya, bertanya-tanya dan mengingat-ingat apa dirinya ada berbuat kesalahan belakangan ini. Dan ia dengan yakin tidak ada berbuat sesuatu yang melenceng dari job desknya.Padahal Hening sudah ada janji dengan seseorang yang ingin memasang iklan padanya, dengan terpaksa tugas itu ia limpahkan kepada rekannya yang lain, dan segera melajukan motornya menuju kantor.Sesampainya di parkiran kantor, Hening bergegas berlari kecil memasuki kantor. Saat memasuki loby kantor, Hening tercenung sejenak melihat wajah tegang dua wanita yang bekerja di front office serta Pak Ilham yang mondar mandir mirip setri
Read more
First Kiss
One kiss could bind two souls in a second.-Unknown--Sudah hampir 10 menit, Dewa hanya diam memandang Hening yang kini duduk bersebrangan dengannya, di VIP Room sebuah restoran, yang memang di pesan khusus oleh Dewa untuk makan siang bersama Hening.Insting Dewa memang tidak salah, seperti yang pernah ia katakan pada saat pertama kali bertemu dengan Hening. Gadis itu sebenarnya manis, hanya butuh sedikit polesan saja hingga ia bisa tampil luar biasa, seperti saat ini.Bertemu dan bergaul dengan para wanita cantik nan seksi bagi Dewa adalah hal biasa. Namun, hanya Hening, gadis manis yang punya nyali besar, dan berani menantangnya tanpa ragu, sehingga membuat Dewa penasaran.Hening menelan saliva dengan pupil mata yang melebar saat melihat satu porsi chicken cordon bleu baru saja di sajikan oleh pelayan di depan matanya. Cacing di perutnya sudah berteriak memberontak, namun Hening masih bergeming, menahan gengsinya.“H
Read more
Heart Confession
Sometime, you just need to be honest with your heart and have faith with it-Kanietha “Jadi, lo … duda?” Tanya Hening saat sedang memasang sabuk pengamannya.“Masalah?” Dewa bertanya balik, lalu menstarter mobilnya.“Punya anak?”“Nope.”“Kenapa cerei?”Dewa mengangkat bahunya. “Gak cocok aja.” Jawabnya santai.Satu sudut bibir Hening terangkat miris. “Dea yang mulus dari ujung ke ujung gitu aja lo cerain, apa kabar gue yang gak ada apa-apanya.”Ia kembali teringat pertanyaan yang dilontarkan Dea kepadanya, mengenai latar belakangnya pun keluarganya. Dalam sekejap rasa percaya diri Hening runtuh. Ia tidak pernah merasa sepert ini sebelumnya. Sesaat itu juga terlintas ocehan Esa yang sedang bersitegang di Green Resto dengan Dewa. Esa mengatakan kalau sebaiknya Dewa mencari gadis yang selevel dengannya
Read more
DMCA.com Protection Status