BAB 4 PHK Pagi itu Kimmy datang ke kantor dengan perasaan yang aneh. Baru semalam ia berada di sebuah klub elite yang dipenuhi orang-orang sukses, lampu kristal, pakaian mahal, dan percakapan tentang proyek bernilai miliaran rupiah. Lalu pagi ini... Ia kembali duduk di kursi kerjanya yang mulai berderit setiap kali digeser. Kembali melihat komputer lama yang kadang mati sendiri. Kembali mencium aroma kertas, tinta printer, dan kopi sachet yang terlalu manis. Rasanya seperti baru pulang jalan-jalan ke bulan..Lalu ditendang kembali ke bumi. Kimmy menghela napas pelan. Hidup memang suka bercanda. Kadang bercandanya juga keterlaluan. Kalau dipikir-pikir, siapa yang tidak ingin bekerja di perusahaan besar seperti tempat Hanif bekerja? Gaji besar. Jenjang karier jelas. Lingkungan kerja nyaman. Bonus. Fasilitas. Sedangkan dirinya? Tiga tahun bekerja di sini dan satu-satunya bonus yang pernah ia dapat adalah tambahan pekerjaan. Kimmy bahkan pernah bercanda pada Hanif bahwa dirin
Ler mais