Hari-hari berikutnya menjadi semakin melelahkan bagi Laras. Di mana pun ia berada, entah di kantin, di aula, atau di jalan menuju parkiran, Brian selalu ada di sana — kadang hanya menatapnya dari kejauhan, kadang mendekat untuk mengajak bicara yang tidak perlu, kadang hanya membuat gangguan kecil yang mengganggu konsentrasinya.Suatu hari, saat Laras sedang mempresentasikan tugas di depan kelas, tiba-tiba layar proyektor mati dan tidak bisa dinyalakan lagi. Semua orang bingung. Dari belakang ruangan, Brian mengangkat tangan seolah bersedia membantu.“Biar aku periksa. Mungkin kabelnya terlepas,” katanya, lalu berjalan ke depan. Ia sengaja memakan waktu lama, mengutak-atik kabel tanpa hasil, dan terus berbicara sehingga perhatian kelas teralihkan dari Laras.Setelah lima menit, layar menyala kembali, tapi Brian sengaja memutar slide presentasi ke halaman yang salah, membuat Laras harus memulai penjelasannya dari awal lagi.“Maaf, sepertinya ada yang salah pengaturannya. Tapi tidak apa-
続きを読む