Usai mengakhiri pidatonya, Rafa turun dari podium. Di sampingnya, Liam dan Dika berjalan mengawal.Namun, saat Rafa baru saja melewati pintu kaca otomatis menuju area lobi luar, langkahnya mendadak terhenti saat melihat wajah yang amat ia kenali."Rafa?! Sedang apa kamu di sini?"Seorang wanita dengan gaun merah mencolok dan kacamata hitam besar melangkah masuk dengan gaya menantang. Sudah lama Rafa tidak melihat Pevita. Wanita masih terlihat angkuh, berjalan meliuk dengan tas bermerek di lengannya, serta melempar pandangan jijik dari ujung kaki hingga ujung kepala Rafa."Coba lihat... penampilanmu sok rapi begitu," cibir Pevita seraya bersedekap dada, terkekeh geli. "Kenapa? Kamu dipecat dari petugas cleaning service sampai harus pinjam jas murahan begitu buat melamar pekerjaan lain?"Liam yang berdiri di belakang Rafa mengepalkan tangannya, hendak maju. Namun, Rafa menahannya dengan mengangkat satu tangan, memberi isyarat agar sahabatnya tetap tenang."Ada keperluan apa kamu k
Read more