Tak lama dari itu, terdengar ketukan pelan di pintu kontrakan Rafa yang setengah terbuka."Om Rafa...!"Rafa dan Dika serentak menoleh ke arah pintu. Di sana, berdiri Rafi yang mengenakan piyama bergambar dinosaurus, memegang ujung kaos yang dikenakan Dewi, yang berdiri tepat di belakangnya. Di tangan kiri Dewi, ada sebuah wadah plastik berisi kue balok."Lho, Rafi? Dewi?" Rafa terkejut, bergegas berdiri melangkah ke pintu. "Kok malam-malam ke sini?"Dewi tersenyum tipis. "Tadi Budhe bikin kue balok keju, Rafi ngerengek mau kasih ke kamu sekalian antar kue. Katanya takut kamu belum makan malam.""Iya, Om Rafa! Rafi mau antar kue!" seru Rafi dengan semangat. Namun, tatapan mata bulat anak empat tahun itu mendadak beralih melintasi tubuh Rafa, tertuju pada Dika yang sedang duduk di sofa.Rafi mengerutkan keningnya, melangkah maju seraya menunjuk Dika dengan polos."Om Rafa... itu siapa?" Mata Rafi mengedar ke sekeliling ruangan. "Kok ada kardus banya
続きを読む