LEYNA POV Aku menariknya. Tentu saja diriku tak ingin mati sia-sia di kehidupan ini. Setidaknya, sekalipun harus kehilangan nyawa, dendam kesumat ini harus terlampiaskan. Tetapi aku lupa, kenyataan jika Olivia adalah perenang handal membuatku kesal. Bahkan, saat kami berdua telah tenggelam di beberapa kedalaman, ia dengan mudahnya melepas peganganku, berenang menuju permukaan dan meninggalkanku sendirian. Dari sini, aku dapat melihat Olivia berpura – pura kesusahan saat hampir mencapai permukaan. Aku juga dapat melihat Edric yang menggapainya. Sungguh, pemandangan itu membuatku jengah. Tapi, satu hal yang pasti. Tak peduli seberapa kuat aku mencoba untuk menggapai permukaan, nyatanya tetap tidak membuahkan hasil. Apakah ini akhirnya? aku mati sia-sia? Bahkan, rasanya dadaku kini sudah sangat penuh. Nafasku, kiranya hanya dapat dihitung jari saja. Di sela – sela penglihatanku yang mulai memburam, aku dapat melihat lampu sorot yang kuduga digunakan untuk mencariku. Pasti Kak Roy ke
Read more