### **Bab 42: Serigala di Balik Kabut Sawit**Air mata Ajeng luruh mendengarnya. “Kamu anak yang sangat baik, Nak. Abah Engkus dan Nyai tidak gagal mendidikmu menjadi wanita yang berhati mulia.”“Takdir juga yang akhirnya mempertemukan kita kembali, Ma. Mama adalah wanita yang sangat tegar. Sementara Intan... Intan bahkan pernah gagal menjaga anak Intan dulu,” bisik Intan, suaranya bergetar menahan perih ingatan masa lalu.Ajeng terkejut, matanya melebar. “Apa? Apa yang terjadi, Nak?”“Intan keguguran karena kecelakaan, tepat di hari putusan cerai dari pengadilan dengan Mas Bram....”“Astaga, anakku... sungguh berat cobaan hidupmu. Kamu wanita yang luar biasa kuat,” isak Ajeng, langsung membawa tubuh rapuh Intan ke dalam pelukan hangatnya.Di dalam dekapan ibunya, Intan berbisik dengan nada memohon yang amat sangat, “Karena itu, Ma... tolong jangan pernah malu dengan keadaan Intan yang sekarang ya? Apa pun yang terjadi antara Intan dan ayah dari janin ini... anak dalam kandungan ini a
Read more