**Bab 153: Hukuman. Untuk Siapa?**Sore itu, langit senja berwarna merah tua tampak kontras dengan hamparan salju tebal yang menumpuk di atas atap dan pepohonan.Atthy duduk di depan teras rumah sambil memangku Elaria. Di sampingnya, Ay ikut duduk diam. Tidak jauh dari sana, Alaric, Cedric, dan Lucius masih asyik bermain di atas salju.“Kak… mau sampai kapan kau di sini? Ayo kita pulang,” ucap Ay pelan.“Pulang ke mana?” tanya Atthy tanpa mengalihkan pandangannya dari cakrawala kemerahan.Ay mengerutkan wajah. “Tentu saja ke rumah. Memangnya ke mana lagi?”“Rumah yang mana?” Suara Atthy tenang. Terlalu tenang.“Kak…” panggil Ay lirih dengan wajah memelas.
더 보기