Pusaran angin hangat membawa rombongan Martis meninggalkan daratan es Pegunungan Es Abadi. Setelah badai emosi dan pencarian panjang yang melelahkan, keputusan terbaik yang diambil Martis adalah membawa Mia, Lancelot, Estias, dan Rafaela kembali ke tempat di mana benih kedamaian pertama kali mereka tanam di Benua Utama, di Desa Lembah Asri. Kedatangan mereka disambut oleh gemuruh sukacita yang memenuhi seluruh alun-alun desa. Sang tetua desa, yang kini tampak jauh lebih sehat dan bugar, memimpin ribuan warga menyongsong pahlawan mereka. Anak-anak kecil berlarian mengejar langkah raksasa Estias, sementara para wanita yang dulu dibebaskan Martis dari penjara bawah tanah meneteskan air mata haru seraya membawa nampan-nampan berisi buah-buahan segar dan roti hangat. "Tuan Martis! Tuan Estias!" seru sang tetua desa seraya membungkuk dalam penuh hormat. "Sejak kepergian kalian, desa kami tidak pernah lagi disentuh oleh penindas. Kehidupan telah kembali, dan semua ini berkat jasa besar
Read more