Bunyi monitor jantung terdengar teratur di dalam ruang perawatan. Suara itu seharusnya menenangkan. Namun, bagi Daya setiap bunyi yang terdengar justru membuat dàdànya bertambah sesak. Sudah tiga hari berlalu. Tiga hari sejak Bagas memeluk melindunginya. Dan, tiga hari itu pula Bagas belum juga membuka mata.Daya hanya berdiri di samping ranjang suaminya. Dengan menggunakan APD sesuai dengan prosedur kunjungan hari ini. Karena kondisinya pula bahkan dokter tidak memperbolehkan Daya lebih dari sepuluh menit. Ayu bahkan harus selalu menemani ke mana pun sang kakak pergi karena dikhawatirkan Daya akan berperilaku tidak patuh pada peraturan rumah sakit.“Mbak …” panggil Ayu sambil mengelus pundak terjauh sang kakak, berusaha menenangkan hatinya, “Udahan, yuk! Nanti malam kita ke sini lagi.”Daya menggeleng pelan. Ia benar-benar takut. Sangat takut. Takut saat dirinya pergi, Bagas justru tidak pernah terbangun lagi. Air mata kembali menggenang. Daya mengusap lembut t
Last Updated : 2026-09-23 Read more