Sejak kejadian siang itu, Nagisa jadi banyak diam. Yang biasanya selalu meramaikan rumah setiap kali pulang sekolah, sekarang Nagisa lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar. Alasannya selalu ada saja. Banyak PR-lah, mengantuklah, apa pun itu yang penting selalu membuat Daya tidak bisa bertanya lagi.Daya tidak menyalahkan Nagisa. Karena di depan mata gadis kecil itu, Daya mendorong ibu kandungnya keluar dengan paksa. Sekarang tinggal menunggu persoalan waktu saja untuk Daya menjelaskan semuanya pada gadis kecil itu. Untuk itulah Daya di sini, mengambil hati Nagisa dengan menunggunya pulang sekolah.“Sedang nunggu juga, Mbak?” sapa seorang ibu muda pada Daya. Wanita itu duduk di kursi yang sama dengan Daya tanpa aba-aba, “Eh, maaf. Kursinya kosong kan, Mbak?” tanyanya lagi.“Kosong kok. Sendirian saja, Mbak?” Daya balas bertanya. Masalahnya, ibu muda itu datang dengan stroller di sebelahnya. Meskipun anaknya sedang ti
Terakhir Diperbarui : 2026-09-08 Baca selengkapnya