Daya mengecek ponselnya. Ada notifikasi pesan yang muncul di sana. Seulas senyuman pun merekah. Karena siapa lagi pengirimnya kalau bukan suaminya sendiri.[Bagas: Gimana pagimu, Sayang?]Sungguh gombal, pikir Daya sembari menahan senyumnya. Padahal Daya senangnya bukan main karena mendapat kabar dari suaminya itu.“Sepertinya kamu sudah mulai terbiasa kalau jauh-jauhan dariku, ya,” celetuk Daya ketika panggilan telepon yang ia lakukan berhasil tersambung. Ada suara tawa di seberang sana, membuat Daya semakin kesalnya minta ampun. “Sebenernya, kamu itu kangen aku nggak sih, Mas.”“Sudah jelas hampir setiap saat aku kangen sama kamu, Day. Aku bahkan sengaja kirimkan Nagisa ke sana secepatnya buat menghiburmu. Maaf, untuk sekarang aku belum bisa ikut.”“Aku kecewa.” Daya mulai melontarkan aksi protesnya. Daya ingin Bagas tahu sekhawatir apa dirinya karena posisi mereka yang saling berjauhan. Belum lagi Bagas yang sulit sekali untuk dihubungi, maka se
Terakhir Diperbarui : 2026-09-04 Baca selengkapnya