Setelah beberapa menit kembali ke kamar atas, Audrey mulai tenang dalam dekapan Denzel. Keheningan kamar dan aroma tubuh Denzel yang maskulin menjadi obat penenang terbaik baginya. Ia mendongak, menatap rahang tegas suaminya yang masih tampak tegang. "Denzel," panggil Audrey lirih. "Ya, baby?" "Aku ingin pulang ke penthouse malam ini. Aku tidak ingin disini, aku takut.. Aku merasa kalau terus disini bayangan pria itu akan kembali," aku Audrey jujur. Denzel menunduk, menatap bibir Audrey yang sedikit pucat. Hasrat yang sempat tertekan oleh amarah kini bangkit kembali, bercampur dengan rasa syukur karena istrinya baik-baik saja. ”Bayangan itu tidak akan kembali, Audrey.. Tidak malam ini, tidak juga selamanya.. Untuk saat ini, kita harus tinggal di sini agar mudah mengawasi semuanya karena kita bersama.. Lebih mudah berkoordinasi dengan Aksa dan juga Trustin..” kata Denzel ia berusaha memberi Audrey pengertian. “Baiklah Denzel tapi, jangan pernah tinggalkan aku sedetikpun ya..
Last Updated : 2026-01-15 Read more