Tangan Elena gemetar hebat saat memegang foto itu, seakan mengingatkannya kembali pada keraguan yang baru saja coba ia lupakan. Saat melihat Aiden masuk ke balkon dengan senyum lebar, ia segera menyembunyikan foto itu. "Semua sudah siap, sayang. Lusa, di dermaga tempat kita pertama kali bertemu, aku akan memberikan segalanya untukmu," kata Aiden sambil memeluk Elena dari belakang. Elena mencoba tersenyum, namun matanya menatap kosong ke arah taman. ‘Siapa yang mengirimkan foto itu? Apakah Bayu atau ada orang lain yang ingin menghancurkan ku dan keluarga Shaquille?’ "Aiden..." panggil Elena, suaranya terdengar lirih, sedikit bergetar. "Ya, sayang?" "Apapun yang terjadi lusa... Berjanjilah padaku satu hal." Aiden mengerutkan kening, ia memutar tubuh Elena. "Apa itu?" "Jangan pernah membenciku kalau pada akhirnya takdir berkata lain," Elena membenamkan wajahnya di dada Aiden, menangis tanpa suara. Aiden mengeratkan pelukannya, matanya menajam menatap ke arah luar mansio
Read more