Audrey dengan semangat menggandeng tangan Elena. "Ayo, Elena. Ini akan membantumu melupakan rasa sedihmu." Elena mulai tersenyum, meski masih ada gurat depresi di matanya, kehadiran Audrey yang begitu perhatian membuatnya merasa tidak sendirian. Mereka bertiga sibuk di dapur, menyiapkan hidangan laut segar dan steak premium. Di ruang makan terbuka yang menghadap ke laut, Denzel, Trustin, Jacksonville, dan Aiden duduk mengelilingi meja panjang. Botol-botol wine mahal dibuka. Suasana yang tadinya kaku perlahan mencair saat Trustin mulai menceritakan kekonyolan masa muda mereka. Jacksonville duduk di kepala meja, ia memperhatikan Denzel yang sesekali menatap ke arah dapur, memastikan Audrey baik-baik saja. Ia melihat Aiden yang meskipun masih irit bicara, terus memperhatikan Elena dari kejauhan. "Kamu sangat mencintainya, Denzel?" tanya Jacksonville tiba-tiba. Denzel menoleh, menyesap wine-nya sebentar. "Lebih dari nyawaku sendiri, Paman. Dia hidupku. Tanpa Audrey, aku mungkin
Read more