"Mommy, apa sikap Daddy tadi membuatmu takut?" tanya Zahran hati-hati saat melihat wajah muram Kiran.Kiran tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Zahran, senyuman tipis menghiasi wajah Kiran sambil mengusap pelan kepala Zahran dan Zayyan, "Tentu saja tidak, Mommy hanya lapar dan lelah,""Kalau Mommy lapar, aku dan Kak Zahran bisa berangkat ke sekolah sendiri," sahut Zayyan sambil memeluk lengan Kiran."Tidak, Mommy harus memastikan dengan mata Mommy sendiri kalian berjalan masuk ke gerbang sekolah," kata Kiran tak ingin Si Kembar memanfaatkan keadaan."Kami bukan anak nakal yang suka bolos sekolah!" elak Zahran tak setuju dengan perkataan Kiran."Benar! Kalau Mommy tidak percaya, Mommy bisa tanya Bu Angel," tambah Zayyan mendukung perkataan kakak kembarnya."Mommy percaya, sangat percaya," balas Kiran santai sambil mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali, "Mommy selalu percaya dengan Zahran dan Zayyan,""Mommy hanya ingin jalan-jalan sebentar, Mommy bosan di kantor," lanj
Read more