Mirae mendorong tubuh David hingga terhempas di tepi ranjang. Tawa kecilnya terdengar, tapi matanya basah, sorotnya campuran antara marah, sedih, dan putus asa. Alkohol benar-benar mengambil alih kendali."David…" ucapnya dengan suara serak, tangannya menyentuh dada bidang lelaki itu. "Kau milikku, kan? Malam ini buktikan itu. Aku ingin… lupa segalanya…"Dia naik ke pangkuan David, wajahnya mendekat, bibirnya mencoba meraih ciuman. Namun, untuk pertama kalinya, David menolehkan wajahnya, menolak dengan tegas."Mirae! Hentikan." Suaranya berat, penuh penekanan.Wanita itu terdiam sesaat, seakan tidak percaya. "Kenapa? Bukankah ini yang kau inginkan selama ini? Kau selalu menginginkanku, bukan?" Dia tertawa getir, menunduk menempelkan keningnya di bahu David. "Kenapa sekarang kau menolakku? Apa kau sudah bosan? Atau… kau sudah menyesal karena memilih wanita cacat sepertiku?"David menghela napas panjang, lalu menggenggam kedua pergelangan tangan Mirae, menurunkannya dari dada. Tatapanny
Last Updated : 2025-10-01 Read more