David bersandar di dinding,menyilangkan tangan di dada. Senyum tipis terlukis di bibirnya, bukan senyum bahagia, tapi senyum waspada. "Rey," katanya pelan, "Aku sudah bilang. Aku tidak tahu dia kemana. Aku juga kaget ketika mendengar dia kabur. Kalau aku tahu, pasti aku membantumu mencarinya." Rey mendengus. "Entah megnapa, aku tidak percaya," katanya sembari berjalan pelan mengelilingi ruangan, memperhatikan setiap detail, seolah berharap menemukan petunjuk yang tersembunyi."Dia tidak punya banyak teman, David. Hanya ada kau. Dan aku yakin, kalau pun dia minta bantuan seseorang orang itu hanya padamu." David menatap Rey tanpa berkedip."Aku ngerti kekhawatiranmu, Rey. Tapi kau menuduhku tanpa dasar. Aku sahabatmu, bukan musuhmu." Rey menatap tajam. "Justru karena kau sahabatku, aku harus yakin kau jujur. Tanpa menyembunyikan apapun."Ketegangan di udara semakin pekat. Hening yang menggantung terasa berat, seperti udara sebelum badai. Namun tiba-tiba, suara langkah heels ter
Last Updated : 2025-10-29 Read more